alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Tak Wajibkan Guru Ikut Uji Kompetensi

BOJONEGORO – Uji kompetensi berlangsung sejak Minggu (3/9) lalu. Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro tidak mewajibkan semua guru mengikutinya. ’’Tes ini hanya diperuntukkan guru yang naik tingkat,’’ ungkap Kepala Disdik Bojonegoro Hanafi Senin (4/9).

Dia melanjutkan, guru yang naik tingkat adalah yang baru jadi kepala sekolah atau pengawas. Sedangkan guru yang tidak naik tingkat dan sudah uji kompetensi tidak diwajibkan. Namun, guru yang belum uji kompetensi sama sekali tetap diwajibkan. 

Uji kompetensi tersebut tidak dilakukan oleh kabupaten. Namun, dilaksanakan langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sehingga, pelaksanaannya dilakukan serentak sejak Minggu hingga Kamis (3-7/9). 

Hanafi menjelaskan, uji kompetensi tersebut untuk mengukur kemampuan guru. Bagaimana kinerja guru dalam mengajar selama ini dibuktikan dengan ikut uji kompetensi tersebut. ’’Jika hasil uji kompetensi tersebut rendah, maka mereka akan didiklat,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Efek Lahan Tumpangsari Terasa

Pada 2015 lalu, uji kompetensi guru (UKG) digelar serentak. Namun, hasilnya tidak begitu memuaskan. Sebab, mayoritas guru banyak yang nilainya di bawah standar. 

Uji kompetensi saat ini diikuti oleh 1.738 peserta. Terdiri dari guru TK sebanyak 774, SD 564, SMP 50, Pengawas 44. Selain itu, guru SLB sebanyak 38, SMA sebanyak 68, SMK sebanyak 197, dan pengawas SMA/SMK 3 orang. 

Lokasi uji kompetensi dilaksanakan di SMAN 1, Bojonegoro, SMAN 2 Bojonegoro, SMKN 1 Bojonegoro. SMKN 2 Bojonegoro, dan SMKN 4 Bojonegoro.

Kepala Cabang Disdik Provinsi di Bojonegoro Sumiarso menjelaskan, uji kompetensi tersebut  dilaksanakan hingga Kamis (7/9). Tes tersebut dibagi dalam tiga sesi. 

Ujian tersebut, lanjut dia, bukan untuk menilai guru. Melainkan untuk mengukur dan mengetahui kemampuannya. Namun, tidak berpengaruh terhadap tunjangan yang diterima guru. ’’Ini hanya untuk pemetaan saja,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Bangga Jadi Qoriah UMM, Egalia Lulus dengan Predikat Summa Cum Laude

Uji kompetensi kali ini diikuti oleh banyak tenaga kependidikan, mulai guru, kepala sekolah, dan pengawas. Sebelumnya, uji kompetensi hanya diikuti oleh guru saja. ’’Mulai tahun ini semuanya harus uji kompetensi. Jika sudah melakukan uji, tidak perlu ikut lagi,’’ jelasnya.

BOJONEGORO – Uji kompetensi berlangsung sejak Minggu (3/9) lalu. Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro tidak mewajibkan semua guru mengikutinya. ’’Tes ini hanya diperuntukkan guru yang naik tingkat,’’ ungkap Kepala Disdik Bojonegoro Hanafi Senin (4/9).

Dia melanjutkan, guru yang naik tingkat adalah yang baru jadi kepala sekolah atau pengawas. Sedangkan guru yang tidak naik tingkat dan sudah uji kompetensi tidak diwajibkan. Namun, guru yang belum uji kompetensi sama sekali tetap diwajibkan. 

Uji kompetensi tersebut tidak dilakukan oleh kabupaten. Namun, dilaksanakan langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sehingga, pelaksanaannya dilakukan serentak sejak Minggu hingga Kamis (3-7/9). 

Hanafi menjelaskan, uji kompetensi tersebut untuk mengukur kemampuan guru. Bagaimana kinerja guru dalam mengajar selama ini dibuktikan dengan ikut uji kompetensi tersebut. ’’Jika hasil uji kompetensi tersebut rendah, maka mereka akan didiklat,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Hamil, Tiga Nakes Batal Vaksinasi

Pada 2015 lalu, uji kompetensi guru (UKG) digelar serentak. Namun, hasilnya tidak begitu memuaskan. Sebab, mayoritas guru banyak yang nilainya di bawah standar. 

Uji kompetensi saat ini diikuti oleh 1.738 peserta. Terdiri dari guru TK sebanyak 774, SD 564, SMP 50, Pengawas 44. Selain itu, guru SLB sebanyak 38, SMA sebanyak 68, SMK sebanyak 197, dan pengawas SMA/SMK 3 orang. 

Lokasi uji kompetensi dilaksanakan di SMAN 1, Bojonegoro, SMAN 2 Bojonegoro, SMKN 1 Bojonegoro. SMKN 2 Bojonegoro, dan SMKN 4 Bojonegoro.

Kepala Cabang Disdik Provinsi di Bojonegoro Sumiarso menjelaskan, uji kompetensi tersebut  dilaksanakan hingga Kamis (7/9). Tes tersebut dibagi dalam tiga sesi. 

Ujian tersebut, lanjut dia, bukan untuk menilai guru. Melainkan untuk mengukur dan mengetahui kemampuannya. Namun, tidak berpengaruh terhadap tunjangan yang diterima guru. ’’Ini hanya untuk pemetaan saja,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Seni Kaligrafi Tepat Dikenalkan sejak RA

Uji kompetensi kali ini diikuti oleh banyak tenaga kependidikan, mulai guru, kepala sekolah, dan pengawas. Sebelumnya, uji kompetensi hanya diikuti oleh guru saja. ’’Mulai tahun ini semuanya harus uji kompetensi. Jika sudah melakukan uji, tidak perlu ikut lagi,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/