alexametrics
22.6 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Panen Raya Tembakau Mundur, Diprediksi Mulai Bulan Oktober

Radar Bojonegoro – Masa panen raya tembakau dipastikan mundur. Itu karena sejumlah petani baru mulai menanam lagi sebulan terakhir usai tembakaunya mati kehujanan. Prediksinya panen raya tembakau terjadi Oktober nanti. ‘’Perkiraan ya Oktober itu panen raya tembakau. Namun, panen Oktober itu mengkhawatirkan,’’ ujar Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Imam Nurhamid Arief.

Biasanya, Oktober masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Karena itu, dikhawatirkan musim kemarau sudah usai saat panen tembakau baru mulai. Khususnya bagi mereka baru menanam baru-baru ini. Pada musim hujan, menurut Imam, harga tembakau bisa merosot. Itu karena kualitas tidak lagi bagus. Selain itu, merajang tembakau saat musim hujan tidak memungkinkan, karena butuh pengeringan dari panas matahari selama dua hari.

Baca Juga :  Evaluasi Wisata Desa, Perlu Banyak Inovasi Baru

‘’Ini semua harus diwaspadai agar petani tidak merugi,’’ jelasnya.

Menurut Imam, tidak semua petani tembakau menanam ulang. Dan tidak semua tembakau mati. Tembakau tidak mati karena hujan, saat ini sudah cukup besar. Dalam waktu dekat diperkirakan bisa mulai panen. Hujan masih turun cukup lebat pada Mei, Juni, dan Juli lalu membuat petani tembakau kelabakan. Padahal, bulan-bulan ini adalah awal musim kemarau.

Para petani mulai menanam tembakau. Sehingga, banyak tembakau yang mati. Menurut Imam, sebagian besar petani tembakau tidak mengolah lahan dengan baik. Tidak membuat bedeng tanam yang bagus. Mereka hanya melubangi tanah dengan cara mencongkel. Serta ditanami tembakau. Saat hujan tembakau langsung terendam. ‘’Kalau dicongkel tembakaunya tidak langsung tenggelam,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Merasa Tersaingi, Ini Harapan Ojek Pangkalan untuk Ojek Online

Tahun ini luas areal tanam tembakau di Bojonegoro mencapai 8.992 hektare. Jumlah itu diperkirakan masih akan bertambah. Ada beberapa belum terdata, hanya tidak banyak. Wakil Ketua Komisi B DPRD Sigit Kushariyanto meminta DKPP memberikan bantuan petani tembakau terkena dampak hujan. Sehingga, mereka bisa kembali bercocok tanam. Juga meminta DKPP membantu pemasaran tembakau agar pabrik-pabrik melakukan pembelian. Sehingga, tembakau bisa terserap industri rokok. ‘’Ini memerlukan peran dinas terkait. Supaya petani tembakau semakin terbantu,’’ jelasnya.

Radar Bojonegoro – Masa panen raya tembakau dipastikan mundur. Itu karena sejumlah petani baru mulai menanam lagi sebulan terakhir usai tembakaunya mati kehujanan. Prediksinya panen raya tembakau terjadi Oktober nanti. ‘’Perkiraan ya Oktober itu panen raya tembakau. Namun, panen Oktober itu mengkhawatirkan,’’ ujar Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro Imam Nurhamid Arief.

Biasanya, Oktober masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Karena itu, dikhawatirkan musim kemarau sudah usai saat panen tembakau baru mulai. Khususnya bagi mereka baru menanam baru-baru ini. Pada musim hujan, menurut Imam, harga tembakau bisa merosot. Itu karena kualitas tidak lagi bagus. Selain itu, merajang tembakau saat musim hujan tidak memungkinkan, karena butuh pengeringan dari panas matahari selama dua hari.

Baca Juga :  Siapkan Sepuluh Komputer Cadangan

‘’Ini semua harus diwaspadai agar petani tidak merugi,’’ jelasnya.

Menurut Imam, tidak semua petani tembakau menanam ulang. Dan tidak semua tembakau mati. Tembakau tidak mati karena hujan, saat ini sudah cukup besar. Dalam waktu dekat diperkirakan bisa mulai panen. Hujan masih turun cukup lebat pada Mei, Juni, dan Juli lalu membuat petani tembakau kelabakan. Padahal, bulan-bulan ini adalah awal musim kemarau.

Para petani mulai menanam tembakau. Sehingga, banyak tembakau yang mati. Menurut Imam, sebagian besar petani tembakau tidak mengolah lahan dengan baik. Tidak membuat bedeng tanam yang bagus. Mereka hanya melubangi tanah dengan cara mencongkel. Serta ditanami tembakau. Saat hujan tembakau langsung terendam. ‘’Kalau dicongkel tembakaunya tidak langsung tenggelam,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Merasa Tersaingi, Ini Harapan Ojek Pangkalan untuk Ojek Online

Tahun ini luas areal tanam tembakau di Bojonegoro mencapai 8.992 hektare. Jumlah itu diperkirakan masih akan bertambah. Ada beberapa belum terdata, hanya tidak banyak. Wakil Ketua Komisi B DPRD Sigit Kushariyanto meminta DKPP memberikan bantuan petani tembakau terkena dampak hujan. Sehingga, mereka bisa kembali bercocok tanam. Juga meminta DKPP membantu pemasaran tembakau agar pabrik-pabrik melakukan pembelian. Sehingga, tembakau bisa terserap industri rokok. ‘’Ini memerlukan peran dinas terkait. Supaya petani tembakau semakin terbantu,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Golkar Akhirnya Tunjuk Mitroatin

Injury Time, Terisi Dua Formasi

Lupakan Kekalahan, Benahi Kesalahan

Artikel Terbaru


/