alexametrics
28.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Ditemukan Skor Munaqosah Tak Sesuai

SKOR munaqosah tak sesuai ditemukan pada seorang pendaftar di SMPN 3 Tuban. Sertifikat keagamaan yang seharusnya berbobot 64,33 tertulis 84. Selisih poin yang cukup tinggi tersebut menuai protes sejumlah orang tua siswa pendaftar lain yang dirugikan. Kasus ini pun diadukan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban.

Sertifikat milik pendaftar berinisial AN tersebut seharusnya mendapat total nilai 386. Rinciannya, empat bidang mendapat nilai 74. Dua bidang lainnya dengan nilai 60 dan 30. Jika dihitung rata-rata, AN hanya mendapat nilai 64,33. Namun, pada hasil akhir rata-rata yang muncul pada sertifikat tertulis rata-rata 84 atau kelebihan 20. Sertifikat tersebut diterbitkan salah satu lembaga pendidikan taman Quran (LPTQ) di Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban.

Baca Juga :  Perlu Standarisasi Penilaian Munaqosah

Meski sempat direvisi panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) dan disdik setempat, kesalahan tersebut sempat mengusik ketenangan orang tua pendaftar di SMPN 3 Tuban dan sekolah lainnya. Ketidakberesan nilai munaqosah tersebut menambah panjang deret permasalahan sertifikat keagamaan yang selama ini selalu menjadi polemik saat PPDB SMPN.

Kepala Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan setelah mendapat aduan, institusinya langsung menginstruksikan panitia untuk merevisi. Dia memastikan kekeliruan nilai tersebut bukan karena pemalsuan dokumen, melainkan human error dari panitia munaqosah. ”Tidak ada unsur kesengajaan. Belum ditemukan sertifikat lain. Poin sudah direvisi dan disesuaikan. Insya Allah (kesalahan nilai munaqosah) cuma satu itu saja,’’ tegas dia.

Mantan sekretaris disdik setempat ini menegaskan, kesalahan sudah direvisi dan poin siswa sudah disesuaikan. Karena tidak ada indikasi pelanggaran, tidak sanksi apa pun. Siswa pemilik sertifikat tersebut juga tetap melanjutkan pendaftaran.  ‘’Kesalahan hitung murni dari panitia LPTQ, bukan dari siswa,’’ tegas  mantan kepala SMAN 1 Soko ini.

Baca Juga :  Tersangka Dugaan Pungli BOP TPQ Diserahkan Jaksa Penuntut

Terkait tuntutan orang tua yang meminta penghapusan syarat sertifikat keagamaan untuk PPDB SMPN, Nur Khamid mengaku masih perlu membahas dengan seluruh pihak terkait. Termasuk dengan pemerintah daerah yang memiliki kebijakan tersebut. Yang jelas, syarat munaqosah tidak bisa digugurkan pada PPDB tahun ini karena prosesnya nyaris selesai.

SKOR munaqosah tak sesuai ditemukan pada seorang pendaftar di SMPN 3 Tuban. Sertifikat keagamaan yang seharusnya berbobot 64,33 tertulis 84. Selisih poin yang cukup tinggi tersebut menuai protes sejumlah orang tua siswa pendaftar lain yang dirugikan. Kasus ini pun diadukan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban.

Sertifikat milik pendaftar berinisial AN tersebut seharusnya mendapat total nilai 386. Rinciannya, empat bidang mendapat nilai 74. Dua bidang lainnya dengan nilai 60 dan 30. Jika dihitung rata-rata, AN hanya mendapat nilai 64,33. Namun, pada hasil akhir rata-rata yang muncul pada sertifikat tertulis rata-rata 84 atau kelebihan 20. Sertifikat tersebut diterbitkan salah satu lembaga pendidikan taman Quran (LPTQ) di Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban.

Baca Juga :  Biogas: Energi Terbarukan, Banyak Keuntungan

Meski sempat direvisi panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) dan disdik setempat, kesalahan tersebut sempat mengusik ketenangan orang tua pendaftar di SMPN 3 Tuban dan sekolah lainnya. Ketidakberesan nilai munaqosah tersebut menambah panjang deret permasalahan sertifikat keagamaan yang selama ini selalu menjadi polemik saat PPDB SMPN.

Kepala Disdik Tuban Nur Khamid mengatakan setelah mendapat aduan, institusinya langsung menginstruksikan panitia untuk merevisi. Dia memastikan kekeliruan nilai tersebut bukan karena pemalsuan dokumen, melainkan human error dari panitia munaqosah. ”Tidak ada unsur kesengajaan. Belum ditemukan sertifikat lain. Poin sudah direvisi dan disesuaikan. Insya Allah (kesalahan nilai munaqosah) cuma satu itu saja,’’ tegas dia.

Mantan sekretaris disdik setempat ini menegaskan, kesalahan sudah direvisi dan poin siswa sudah disesuaikan. Karena tidak ada indikasi pelanggaran, tidak sanksi apa pun. Siswa pemilik sertifikat tersebut juga tetap melanjutkan pendaftaran.  ‘’Kesalahan hitung murni dari panitia LPTQ, bukan dari siswa,’’ tegas  mantan kepala SMAN 1 Soko ini.

Baca Juga :  Perlu Standarisasi Penilaian Munaqosah

Terkait tuntutan orang tua yang meminta penghapusan syarat sertifikat keagamaan untuk PPDB SMPN, Nur Khamid mengaku masih perlu membahas dengan seluruh pihak terkait. Termasuk dengan pemerintah daerah yang memiliki kebijakan tersebut. Yang jelas, syarat munaqosah tidak bisa digugurkan pada PPDB tahun ini karena prosesnya nyaris selesai.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/