alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Membaca, Membuka Wawasan

NDUK – Bagi Alif Wahyu Prihaningtyas, 25, menjadikan membawa sebagai kebutuhan wajib. Tiada hari tanpa membaca, begitulah hari-harinya. Yang dibaca bukan hanya bacaan ringan seperti novel percintaan atau cerita remaja, namun juga buku-buku pengetahuan umum seperti biografi atau kisah perjuangan dan motivasi hidup seseorang. ”Membaca bisa menemani saya ketika libur bekerja,” kata dia. .

Dara yang tinggal di Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding ini mengatakan, menumbuhkan minat baca sangat berat. Sebab, menurut dara yang akrab disapa Alif ini, membaca merupakan hobi orang-orang tertentu. Karena itu, butuh tahap dan proses agar seseorang benar-benar mencintai buku. ‘’Memang harus dimulai dari bacaan yang paling disukai dulu baru bacaan berat lainnya,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Dinas Lingkungan Hidup Pilih Lokasi TPA Wilayah Timur di Baureno

Lulusan Poltekkes Kemenkes Surabaya ini mengakui sempat kesulitan menumbuhkan minat baca dirinya sendiri. Alif mulai merangsang dirinya untuk suka membaca dengan bacaan ringan. Saat itu, kenang dia, yang dibaca novel Ayat-Ayat Cinta. Setelah menuntaskan novel tersebut, dia menumbuhkan minat bacanya dengan membaca novel-novel lain. ‘’Karena sekarang tujuan membaca untuk menambah wawasan, jadi sudah lama meninggalkan bacaan percintaan,’’ kata dia.

Dara yang berprofesi sebagai perawat ini mengatakan, membaca adalah rutinitas yang paling bermanfaat untuk mengisi waktu luang. Selain bisa memperluas wawasan, juga bisa memperbanyak kosakata. ‘’Kalau pikiran mempunyai tabungan kosakata yang banyak, maka tidak akan kesulitan jika berbicara di depan umum,’’ ujarnya menjelaskan manfaat membaca.

Baca Juga :  Tanpa Takbir Keliling, Masyarakat Diimbau Salat Id di Rumah

NDUK – Bagi Alif Wahyu Prihaningtyas, 25, menjadikan membawa sebagai kebutuhan wajib. Tiada hari tanpa membaca, begitulah hari-harinya. Yang dibaca bukan hanya bacaan ringan seperti novel percintaan atau cerita remaja, namun juga buku-buku pengetahuan umum seperti biografi atau kisah perjuangan dan motivasi hidup seseorang. ”Membaca bisa menemani saya ketika libur bekerja,” kata dia. .

Dara yang tinggal di Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding ini mengatakan, menumbuhkan minat baca sangat berat. Sebab, menurut dara yang akrab disapa Alif ini, membaca merupakan hobi orang-orang tertentu. Karena itu, butuh tahap dan proses agar seseorang benar-benar mencintai buku. ‘’Memang harus dimulai dari bacaan yang paling disukai dulu baru bacaan berat lainnya,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Demokrat Tunjuk Politisi Anyar

Lulusan Poltekkes Kemenkes Surabaya ini mengakui sempat kesulitan menumbuhkan minat baca dirinya sendiri. Alif mulai merangsang dirinya untuk suka membaca dengan bacaan ringan. Saat itu, kenang dia, yang dibaca novel Ayat-Ayat Cinta. Setelah menuntaskan novel tersebut, dia menumbuhkan minat bacanya dengan membaca novel-novel lain. ‘’Karena sekarang tujuan membaca untuk menambah wawasan, jadi sudah lama meninggalkan bacaan percintaan,’’ kata dia.

Dara yang berprofesi sebagai perawat ini mengatakan, membaca adalah rutinitas yang paling bermanfaat untuk mengisi waktu luang. Selain bisa memperluas wawasan, juga bisa memperbanyak kosakata. ‘’Kalau pikiran mempunyai tabungan kosakata yang banyak, maka tidak akan kesulitan jika berbicara di depan umum,’’ ujarnya menjelaskan manfaat membaca.

Baca Juga :  Satpol PP Tidak Berani Menertibkan¬†

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/