alexametrics
24.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Hakim Perpanjang Tahanan Rumah Dua Kades

BOJONEGORO – Kepala Desa (Kades) Sedahkidul M. Choirul Huda dan Kades Kuniran Masyudi mendapat perpanjangan sebagai tahanan rumah. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro mengabulkan permohonan dua kades asal Kecamatan Purwosari tersebut.

Berdasarkan data situs sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) PN Bojonegoro, status tahanan rumah dua terdakwa akan habis hari ini (5/7). Majelis hakim PN mengabulkan perpanjangan status tahanan rumah hingga 3 September mendatang. 

Dua kades menjadi terdakwa dugaan penipuan pengisian perangkat desa ini mengajukan permohonan perpanjangan Senin (2/7) lalu. “Dikabulkannya perpanjangan status tahanan rumah itu, tentu mereka memiliki kewajiban serta komitmen harus dipenuhi. Apabila ada yang dilanggar, tentu akan menjadi catatan majelis hakim,” kata Humas PN Bojonegoro Isdaryanto rabu (4/7).

Baca Juga :  Desak Mark Up Harga Tanah Harus Diusut

Sementara itu, sidang dua kades masih tahap pemeriksaan saksi-saksi. Sidang lanjutan pemeriksaan saksi dimulai Senin (2/7) lalu dan berlanjut hari ini. Namun, Isdaryanto belum bisa menyebutkan secara pasti jumlah saksi akan didatangkan. 

“Belum saya cek lagi di berkas. Nanti (jumlah saksi) yang akan dihadirkan juga tergantung jaksa penuntut umum (JPU),” jelasnya. Karena, kata Isdaryanto, terkadang tidak semua saksi di berkas berita acara pemeriksaan (BAP) dihadirkan. Jika, JPU merasa pembuktiannya cukup, tidak semua saksi dihadirkan.

Disinggung terkait pemeriksaan ahli? Isdaryanto masih belum bisa memastikan. Karena, pemeriksaan saksi fakta belum selesai. “Belum sampai ke sana. Sementara pemeriksaan saksi fakta. Nantinya akan diberikan kesempatan kepada JPU dan terdakwa mengajukan saksi ahli kalau memang ada,” tuturnya.

Baca Juga :  Banyak Kades Terjerat Korupsi, Bermula Dari Kelola Keuangan Sendiri

BOJONEGORO – Kepala Desa (Kades) Sedahkidul M. Choirul Huda dan Kades Kuniran Masyudi mendapat perpanjangan sebagai tahanan rumah. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro mengabulkan permohonan dua kades asal Kecamatan Purwosari tersebut.

Berdasarkan data situs sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) PN Bojonegoro, status tahanan rumah dua terdakwa akan habis hari ini (5/7). Majelis hakim PN mengabulkan perpanjangan status tahanan rumah hingga 3 September mendatang. 

Dua kades menjadi terdakwa dugaan penipuan pengisian perangkat desa ini mengajukan permohonan perpanjangan Senin (2/7) lalu. “Dikabulkannya perpanjangan status tahanan rumah itu, tentu mereka memiliki kewajiban serta komitmen harus dipenuhi. Apabila ada yang dilanggar, tentu akan menjadi catatan majelis hakim,” kata Humas PN Bojonegoro Isdaryanto rabu (4/7).

Baca Juga :  Desak Mark Up Harga Tanah Harus Diusut

Sementara itu, sidang dua kades masih tahap pemeriksaan saksi-saksi. Sidang lanjutan pemeriksaan saksi dimulai Senin (2/7) lalu dan berlanjut hari ini. Namun, Isdaryanto belum bisa menyebutkan secara pasti jumlah saksi akan didatangkan. 

“Belum saya cek lagi di berkas. Nanti (jumlah saksi) yang akan dihadirkan juga tergantung jaksa penuntut umum (JPU),” jelasnya. Karena, kata Isdaryanto, terkadang tidak semua saksi di berkas berita acara pemeriksaan (BAP) dihadirkan. Jika, JPU merasa pembuktiannya cukup, tidak semua saksi dihadirkan.

Disinggung terkait pemeriksaan ahli? Isdaryanto masih belum bisa memastikan. Karena, pemeriksaan saksi fakta belum selesai. “Belum sampai ke sana. Sementara pemeriksaan saksi fakta. Nantinya akan diberikan kesempatan kepada JPU dan terdakwa mengajukan saksi ahli kalau memang ada,” tuturnya.

Baca Juga :  Parah, Ditakut-takuti Akhirnya Korban Tak Ada yang Berani Melapor

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/