alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

KPUK Siapkan Sejumlah Opsi Pilkada Lamongan

Radar Lamongan – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) menggelar pleno terkait pelaksanaan protokoler kesehatan ketika Pilkada Lamongan diselenggarakan 9 Desember mendatang. Pengaturan jumlah pemilih dan tempat pemungutan suara (TPS) harus ada mekanisme. ‘’Kita mencoba merancang beberapa opsi-opsi dalam pilkada nanti,’’ tutur Ketua Komisioner KPUK Lamongan Mahrus Ali kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (4/6).

Dia mengatakan, dua opsi yang sedang dirancang itu penambahan jumlah TPS atau penambahan bilik suara. ‘’Jadi kita ingin rancang lebih detilnya,’’ imbuhnya saat dikonfi rmasi via ponsel. Menurut dia, terdapat instruksi jumlah pemilih dikurangi di tiap TPS dari maksimal 800 orang menjadi 500 pemilih per TPS.

Jika dihitung, maka 2.346 TPS selama ini, harus ditambah menjadi 3.346 TPS. ‘’Kita kalkulasi membengkaknya bisa mencapai seribu TPS,’’ katanya. Adanya penambahan TPS berpotensi terjadi pembengkakan anggaran. Mahrus memberikan estimasi anggaran untuk satu TPS Rp 7,5 juta.

Baca Juga :  Jaksa Dianggap Tak Profesional¬†

‘’Jadi tinggal menghitung saja Rp 7,5 juta dikalikan 1.000 TPS baru,’’ tuturnya. Opsi lainnya, penambahan bilik suara. Namun, Mahrus belum bisa memastikan penambahan bilik suara lebih efisien dibandingkan penambahan TPS. ‘’Ini kan belum final. Kita susun dulu, dan nantinya bisa menjadi pertimbangan bersama,’’ katanya.

Seperti diberitakan, hingga kini tahapan pilkada masih dihentikan. KPUK belum bisa memekerjakan kembali PPK dan PPS. ‘’Adhoc kinerjanya belum. Kalau untuk mengaktifkan itu kan harus ada landasan regulasinya. Sampai sekarang kan belum ada,’’ ujar Mahrus.

Hingga saat ini, KPU RI masih memantapkan pelaksanaan pilkada 9 Desember mendatang. Rencananya terdapat dua peraturan KPU (PKPU) dalam pilkada mendatang. ‘’Jadi nantinya ada dua PKPU, yakni PKPU tahapan pilkada dan PKPU pandemi,’’ tutur Mahrus. Sebelumnya dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) terkait PKPU tahapan pilkada.

Baca Juga :  Sepuluh Parpol Nihil Sumbangan Dana Kampanye¬†

Poin-poin dalam PKPU tahapan sebelumnya disusun dan uji publik. ‘’Dua hari dari pusat melakukan RDP lagi. Kemarin (Rabu) RDP tahapan, hari ini (kemarin) RDP pandemi,’’ imbuh Mahrus. Dia menjelaskan, PKPU pandemi dibutuhkan untuk mengatur protokol dan mekanisme ketika nantinya pilkada dilaksanakan di masa pandemi Covid-19.

Kedepan, lanjut dia, PKPU pandemi juga harus dilakukan uji publik. ‘’Setiap PKPU harus dilakukan uji publik untuk perbaikan, sebelum nantinya disahkan,’’ katanya. Terkait penganggaran kebutuhan anggaran protokoler saat pilkada, Mahrus menyatakan, saat ini KPUK Lamongan menunggu rumusan yang dilakukan.

‘’Sehingga nantinya diketahui kebutuhan seluruh anggarannya berapa,’’ tukasnya. Selain itu, dia memerkirakan dari pusat juga melakukan pembahasan penganggaran. Menurut Mahrus, sebenarnya pilkada menggunakan anggaran daerah. Namun, dengan kondisi seperti ini, dipertimbangkan menggunakan APBN. ‘’Kita tunggu saja hasil RDP dari pusat nanti seperti apa,’’ pinta Mahrus. 

Radar Lamongan – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) menggelar pleno terkait pelaksanaan protokoler kesehatan ketika Pilkada Lamongan diselenggarakan 9 Desember mendatang. Pengaturan jumlah pemilih dan tempat pemungutan suara (TPS) harus ada mekanisme. ‘’Kita mencoba merancang beberapa opsi-opsi dalam pilkada nanti,’’ tutur Ketua Komisioner KPUK Lamongan Mahrus Ali kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (4/6).

Dia mengatakan, dua opsi yang sedang dirancang itu penambahan jumlah TPS atau penambahan bilik suara. ‘’Jadi kita ingin rancang lebih detilnya,’’ imbuhnya saat dikonfi rmasi via ponsel. Menurut dia, terdapat instruksi jumlah pemilih dikurangi di tiap TPS dari maksimal 800 orang menjadi 500 pemilih per TPS.

Jika dihitung, maka 2.346 TPS selama ini, harus ditambah menjadi 3.346 TPS. ‘’Kita kalkulasi membengkaknya bisa mencapai seribu TPS,’’ katanya. Adanya penambahan TPS berpotensi terjadi pembengkakan anggaran. Mahrus memberikan estimasi anggaran untuk satu TPS Rp 7,5 juta.

Baca Juga :  Asyiknya Jadi Pendaki

‘’Jadi tinggal menghitung saja Rp 7,5 juta dikalikan 1.000 TPS baru,’’ tuturnya. Opsi lainnya, penambahan bilik suara. Namun, Mahrus belum bisa memastikan penambahan bilik suara lebih efisien dibandingkan penambahan TPS. ‘’Ini kan belum final. Kita susun dulu, dan nantinya bisa menjadi pertimbangan bersama,’’ katanya.

Seperti diberitakan, hingga kini tahapan pilkada masih dihentikan. KPUK belum bisa memekerjakan kembali PPK dan PPS. ‘’Adhoc kinerjanya belum. Kalau untuk mengaktifkan itu kan harus ada landasan regulasinya. Sampai sekarang kan belum ada,’’ ujar Mahrus.

Hingga saat ini, KPU RI masih memantapkan pelaksanaan pilkada 9 Desember mendatang. Rencananya terdapat dua peraturan KPU (PKPU) dalam pilkada mendatang. ‘’Jadi nantinya ada dua PKPU, yakni PKPU tahapan pilkada dan PKPU pandemi,’’ tutur Mahrus. Sebelumnya dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) terkait PKPU tahapan pilkada.

Baca Juga :  M Najibullah Muzaka, Pelukis Asal Kecamatan Deket Lamongan

Poin-poin dalam PKPU tahapan sebelumnya disusun dan uji publik. ‘’Dua hari dari pusat melakukan RDP lagi. Kemarin (Rabu) RDP tahapan, hari ini (kemarin) RDP pandemi,’’ imbuh Mahrus. Dia menjelaskan, PKPU pandemi dibutuhkan untuk mengatur protokol dan mekanisme ketika nantinya pilkada dilaksanakan di masa pandemi Covid-19.

Kedepan, lanjut dia, PKPU pandemi juga harus dilakukan uji publik. ‘’Setiap PKPU harus dilakukan uji publik untuk perbaikan, sebelum nantinya disahkan,’’ katanya. Terkait penganggaran kebutuhan anggaran protokoler saat pilkada, Mahrus menyatakan, saat ini KPUK Lamongan menunggu rumusan yang dilakukan.

‘’Sehingga nantinya diketahui kebutuhan seluruh anggarannya berapa,’’ tukasnya. Selain itu, dia memerkirakan dari pusat juga melakukan pembahasan penganggaran. Menurut Mahrus, sebenarnya pilkada menggunakan anggaran daerah. Namun, dengan kondisi seperti ini, dipertimbangkan menggunakan APBN. ‘’Kita tunggu saja hasil RDP dari pusat nanti seperti apa,’’ pinta Mahrus. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/