alexametrics
26.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 19, 2022

34 Mesin JTB Ukuran Jumbo Bakal Melintas

Radar Bojonegoro – Pengangkutan alat-alat produksi gas ukuran jumbo bakal kerap kali melewati Jalan Babat-Bojonegoro. Pengangkutan dengan kendaraan besar itu dikawal kepolisian. Berlangsung malam menuju Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) di Kecamatan Ngasem dan Purwosari.

Sesuai rencana PT Rekayasa Industri (Rekind) selaku rekanan pengembangan Lapangan JTB tahun ini akan melakukan pengangkutan berbagai jenis mesin dengan ukuran jumbo. Rerata lebarnya lebih dari 4 meter dan panjangnya melebihi 25 meter. Sedangkan ketinggian lebih dari 4 meter. Site Manager PT Rekind Zaenal Arifin mengatakan, pengangkutan mesin pengembangan lapangan gas JTB dimulai dari Osowilangun, Surabaya, dan finish lapangan JTB.

 ‘’Totalnya nanti ada 34 unit,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (4/6). Zaenal mengatakan, jenis mesin itu berbeda. Setiap jenis juga memiliki ukuran berbeda. Berbentuk bulat dan memanjang itu vessel, sedangkan berbentuk balok besar itu module skit. Alat tersebut diproduksi dari luar negeri, sedangkan pengiriman ke Indonesia itu menggunakan jalur laut dan diturunkan di Surabaya. Lalu diangkut via kendaraan darat menuju lapangan JTB.

Baca Juga :  Eks Kades Pragelan Terancam Hukuman Berat

‘’Setiap unit perjalanan dari Surabaya ke Bojonegoro butuh waktu sekitar lima malam,’’ ujar pria asal Tuban itu. Selama perjalanan, ada lima tempat istirahat. Mulai dari Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik; Rumah Sakit Muhammadiyah Babat, Kabupaten Lamongan; Jembatan Timbang Kecamatan Baureno.

Lalu, pos IV yaitu Rumah Makan di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, dan finish lapanagan JTB. Selama perjalanan dikawal ketat dari Polda Jatim. Sedangkan untuk pengamanannya ditangani jajaran polres setempat. ‘’Pengawalan selama perjalanan polda, dan pengamanan polres setempat. Mulai Gresik, Lamongan, dan Bojonegoro,’’ jelasnya.

Menurut Zaenal, berat mesin yang diangkut mulai 50 ton sampai 70 ton. Ketinggian lebih dari 4 meter, dan panjang bervariasi mulai dari 20 meter sampai 40 meter. Sedangkan lebarnya sekitar 5 meter. Ketika sudah sampai di lokasi JTB, segera dipasang dipondasi yang telah disiapkan. Diangkat crane kapasitas 500 ton. ‘’Jadi untuk efisiensi,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Pemkab Lamongan Ajukan 485 Formasi PPPK, 146 Kursi CPNS

Direktur Pertamina EP Cepu (PEPC) Jamsaton Nababan dikonfirmasi terpisah memastikan proses pembangunan pengembangan lapngan gas JTB terus berjalan. Meskipun masa pandemi, tetap memasang target tahun 2021 sudah mulai beroperasi. ‘’Proses terus berjalan, sesuai dengan tahapan,’’ ujarnya.

Radar Bojonegoro – Pengangkutan alat-alat produksi gas ukuran jumbo bakal kerap kali melewati Jalan Babat-Bojonegoro. Pengangkutan dengan kendaraan besar itu dikawal kepolisian. Berlangsung malam menuju Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) di Kecamatan Ngasem dan Purwosari.

Sesuai rencana PT Rekayasa Industri (Rekind) selaku rekanan pengembangan Lapangan JTB tahun ini akan melakukan pengangkutan berbagai jenis mesin dengan ukuran jumbo. Rerata lebarnya lebih dari 4 meter dan panjangnya melebihi 25 meter. Sedangkan ketinggian lebih dari 4 meter. Site Manager PT Rekind Zaenal Arifin mengatakan, pengangkutan mesin pengembangan lapangan gas JTB dimulai dari Osowilangun, Surabaya, dan finish lapangan JTB.

 ‘’Totalnya nanti ada 34 unit,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (4/6). Zaenal mengatakan, jenis mesin itu berbeda. Setiap jenis juga memiliki ukuran berbeda. Berbentuk bulat dan memanjang itu vessel, sedangkan berbentuk balok besar itu module skit. Alat tersebut diproduksi dari luar negeri, sedangkan pengiriman ke Indonesia itu menggunakan jalur laut dan diturunkan di Surabaya. Lalu diangkut via kendaraan darat menuju lapangan JTB.

Baca Juga :  Berimbas Produksi, Perusahaan Rokok Keluhkan Rokok Ilegal yang Beredar

‘’Setiap unit perjalanan dari Surabaya ke Bojonegoro butuh waktu sekitar lima malam,’’ ujar pria asal Tuban itu. Selama perjalanan, ada lima tempat istirahat. Mulai dari Duduk Sampeyan, Kabupaten Gresik; Rumah Sakit Muhammadiyah Babat, Kabupaten Lamongan; Jembatan Timbang Kecamatan Baureno.

Lalu, pos IV yaitu Rumah Makan di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, dan finish lapanagan JTB. Selama perjalanan dikawal ketat dari Polda Jatim. Sedangkan untuk pengamanannya ditangani jajaran polres setempat. ‘’Pengawalan selama perjalanan polda, dan pengamanan polres setempat. Mulai Gresik, Lamongan, dan Bojonegoro,’’ jelasnya.

Menurut Zaenal, berat mesin yang diangkut mulai 50 ton sampai 70 ton. Ketinggian lebih dari 4 meter, dan panjang bervariasi mulai dari 20 meter sampai 40 meter. Sedangkan lebarnya sekitar 5 meter. Ketika sudah sampai di lokasi JTB, segera dipasang dipondasi yang telah disiapkan. Diangkat crane kapasitas 500 ton. ‘’Jadi untuk efisiensi,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Gaya Pidato Mbak Puti Membuat Hati Kiai Sepuh Tersentuh

Direktur Pertamina EP Cepu (PEPC) Jamsaton Nababan dikonfirmasi terpisah memastikan proses pembangunan pengembangan lapngan gas JTB terus berjalan. Meskipun masa pandemi, tetap memasang target tahun 2021 sudah mulai beroperasi. ‘’Proses terus berjalan, sesuai dengan tahapan,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

602 Honorer Belum Terima Tunjangan

Bangun Empat Gedung Baru

Razia Massa Pendemo MK tanpa Hasil

Artikel Terbaru


/