alexametrics
27.8 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Pencarian Dua Bocah Tenggelam di Bendung Gerak Babat

BABAT – BPBD Tuban dan Lamongan hingga selasa sore (4/6) belum menemukan dua bocah asal Desa Centini, Kecamatan Laren, yang tercebur di Bendung Gerak Babat. Keduanya, Abdul Kohar, 9, anak pasangan Karim, 38, dan Windayani 35,  serta M Ainun Najib, 10, anak pasangan Sholiqin, 40, dan Toyibatun 38. 

Muslimin, Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, mengatakan, informasinya yang diterimanya, awalnya ada tiga anak di bibir bendung gerak tersebut. Seorang lagi, Syaifudin. Mereka berkeinginan memancing. Namun, salah satu korban terpeleset dan tercebur hingga tenggelam. Seorang lagi berusaha menolong. Namun, korban ikut tenggelam.  ‘’Syaifudin selamat, pulang memberikan kabar kepada orang tuanya,’’ katanya saat ditemui di lokasi.

Menurut dia, pencarian  yang juga melibatkan BPBD Tuban itu menggunakan empat perahu. ‘’Semua sudah melakukan pecarian kurang lebih 100 meter dari titik tenggelam sampai pintu masuk bendung gerak,’’ jelas Muslimin.

Dia menuturkan, semua pintu air dilakukan penutupan agar pencarian bisa lebih maksimal. BPBD sudah berkordinasi dengan penjaga pintu. Namun, waktunya dibatasi sekitar satu jam. 

Kasno, 65, kakek dari Abdul Kohar, mengatakan, sebelum kejadian, cucunya pamit kepada orang tuanya untuk jalan – jalan usai salat subuh. Kedua orang tua korban tak mengizinkan karena mengetahui Kohar ingin bermain di bendung gerak. Namun, korban tetap berangkat bersama dua temannya menggunakan motor. 

‘’Kalau pagi hari, bendung gerak ini mulai puasa sangat ramai sekali anak remaja,’’ ujarnya. Awalnya, keluarga korban mengira Kohar bermain bersama temannya di sekitar rumah. Sekitar pukul 07.00, Kasno diberitahu warga bahwa cucunya tercebur di bendung gerak bersama temannya. 

Baca Juga :  Disdik Hadirkan Tim Psikolog Surabaya

Sunan, ketua RT tempat tinggal korban, mengatakan, dirinya kemarin pagi berangkat ke sawah. Sekitar tiga jam kemudian, ada warga yang memberitahukan bahwa korban tercebur di sungai. Dia kemudian bergegas melihat ke lokasi. 

Menurut Sunan, tiga anak tersebut setiap hari bermain bersama di kampung. Dia tidak mengetahui bagaimana ceritanya mereka hingga di Bendung Gerak Babat. ‘’Saya tidak tahu ketiga anak ini menggunakan sepeda motor atau jalan kaki sampai lokasi ini,’’ ujarnya.

Sunan mendapatkan informasi dari salah seorang pemancing bahwa kedua korban berjalan di bibir sungai untuk mencari ikan. Ketika ada ikan di pinggir, mereka mencoba memukul menggunakan bambu.  Sejumlah pemancing marah karena mereka terganggu. Kedua anak tersebut diminta naik ke tanggul lagi. 

Setelah itu, korban yang masih duduk di bangku MI ternyata tercebur. Kali pertama, Kohar yang tercebur. Ainun Najib berniat menolong, namun dia ikut tenggelam.  ‘’Kedua korban semua warga saya, satu RT 02 RW 03 Desa Centini, Kecamatan Laren,’’ jelas Sunan.

Sementara itu, Sholiqin, mengatakan, usai makan sahur, dia meminta M Ainun Najib di rumah saja. Sebab, dia bersama istrinya Toyibatun  ingin takziah ke salah satu keluarganya. Namun, Najib menyatakan ingin bermain bersama – sama temannya. 

‘’Saya langsung pergi saja karena semua anak saya tertidur lelap sesudah makan sahur,’’ ujarnya. Najib merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Sehari – harinya, dia tidak pernah bermain jauh dari rumah, meskipun libur sekolah. Najib lebih sering bermain PS di salah satu rumah warga. 

Baca Juga :  Pengerjaan Lebihi Target

‘’Sama sekali tidak menyangka kalau anak saya main di Bendung Gerak Babat ini,’’ ujarnya saat ditemui di lokasi.

Sekitar pukul 07.00, dia diajak salah satu tetangganya untuk ke Desa Kendal, Kecamatan Sekaran. Namun, Sholiqin menolak. Alasannya, masih takziah di rumah keluarganya.  Tetangganya itu tetap memaksa. Sampai di lokasi, Sholiqin  kaget karena banyak orang di pinggir sungai. 

‘’Saya tanya kepada salah satu orang, katanya ada anak dua tercebur namun belum ditemukan sampai sekarang,’’ katanya.

Karena perasaannya tidak enak, dia minta diantarkan pulang. Sampai di rumah, dilihatnya   Ahmad Fathur Rohman, 18, dan M Walbur Farqan, 15, dua kakak Najib itu, masih tidur. Sedangkan Najib tidak ada di rumah. Namun, sepeda miliknya masih ada. 

Saat keluar rumah, barulah dia diberitahu tetangga bahwa anaknya tercebur di Bendung Gerak Babat.  ‘’Langsung saja meminjam jaring ikan milik tetangga untuk alat pencarian hingga kurang lebih 4 jam lamanya menggunakan perahu kecil sebelum ada bantuan datang,’’ jelasnya sambil menunggu di pinggir sungai.

Dia mengaku tidak memiliki firasat apa – apa. Korban waktu sahurnya mepet. Dia makan sedikit dan minum satu gelas. Setelah itu kembali tidur. ‘’Istri saya mendengar kabar anaknya hilang, tak sadarkan diri di rumah,’’ katanya.

BABAT – BPBD Tuban dan Lamongan hingga selasa sore (4/6) belum menemukan dua bocah asal Desa Centini, Kecamatan Laren, yang tercebur di Bendung Gerak Babat. Keduanya, Abdul Kohar, 9, anak pasangan Karim, 38, dan Windayani 35,  serta M Ainun Najib, 10, anak pasangan Sholiqin, 40, dan Toyibatun 38. 

Muslimin, Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, mengatakan, informasinya yang diterimanya, awalnya ada tiga anak di bibir bendung gerak tersebut. Seorang lagi, Syaifudin. Mereka berkeinginan memancing. Namun, salah satu korban terpeleset dan tercebur hingga tenggelam. Seorang lagi berusaha menolong. Namun, korban ikut tenggelam.  ‘’Syaifudin selamat, pulang memberikan kabar kepada orang tuanya,’’ katanya saat ditemui di lokasi.

Menurut dia, pencarian  yang juga melibatkan BPBD Tuban itu menggunakan empat perahu. ‘’Semua sudah melakukan pecarian kurang lebih 100 meter dari titik tenggelam sampai pintu masuk bendung gerak,’’ jelas Muslimin.

Dia menuturkan, semua pintu air dilakukan penutupan agar pencarian bisa lebih maksimal. BPBD sudah berkordinasi dengan penjaga pintu. Namun, waktunya dibatasi sekitar satu jam. 

Kasno, 65, kakek dari Abdul Kohar, mengatakan, sebelum kejadian, cucunya pamit kepada orang tuanya untuk jalan – jalan usai salat subuh. Kedua orang tua korban tak mengizinkan karena mengetahui Kohar ingin bermain di bendung gerak. Namun, korban tetap berangkat bersama dua temannya menggunakan motor. 

‘’Kalau pagi hari, bendung gerak ini mulai puasa sangat ramai sekali anak remaja,’’ ujarnya. Awalnya, keluarga korban mengira Kohar bermain bersama temannya di sekitar rumah. Sekitar pukul 07.00, Kasno diberitahu warga bahwa cucunya tercebur di bendung gerak bersama temannya. 

Baca Juga :  Kiai Ma’ruf: Jagung Lamongan Jadi Contoh

Sunan, ketua RT tempat tinggal korban, mengatakan, dirinya kemarin pagi berangkat ke sawah. Sekitar tiga jam kemudian, ada warga yang memberitahukan bahwa korban tercebur di sungai. Dia kemudian bergegas melihat ke lokasi. 

Menurut Sunan, tiga anak tersebut setiap hari bermain bersama di kampung. Dia tidak mengetahui bagaimana ceritanya mereka hingga di Bendung Gerak Babat. ‘’Saya tidak tahu ketiga anak ini menggunakan sepeda motor atau jalan kaki sampai lokasi ini,’’ ujarnya.

Sunan mendapatkan informasi dari salah seorang pemancing bahwa kedua korban berjalan di bibir sungai untuk mencari ikan. Ketika ada ikan di pinggir, mereka mencoba memukul menggunakan bambu.  Sejumlah pemancing marah karena mereka terganggu. Kedua anak tersebut diminta naik ke tanggul lagi. 

Setelah itu, korban yang masih duduk di bangku MI ternyata tercebur. Kali pertama, Kohar yang tercebur. Ainun Najib berniat menolong, namun dia ikut tenggelam.  ‘’Kedua korban semua warga saya, satu RT 02 RW 03 Desa Centini, Kecamatan Laren,’’ jelas Sunan.

Sementara itu, Sholiqin, mengatakan, usai makan sahur, dia meminta M Ainun Najib di rumah saja. Sebab, dia bersama istrinya Toyibatun  ingin takziah ke salah satu keluarganya. Namun, Najib menyatakan ingin bermain bersama – sama temannya. 

‘’Saya langsung pergi saja karena semua anak saya tertidur lelap sesudah makan sahur,’’ ujarnya. Najib merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Sehari – harinya, dia tidak pernah bermain jauh dari rumah, meskipun libur sekolah. Najib lebih sering bermain PS di salah satu rumah warga. 

Baca Juga :  Stan Kosong Pasar Banjarejo Berpotensi Mengundang Pedagang Pasar Kota

‘’Sama sekali tidak menyangka kalau anak saya main di Bendung Gerak Babat ini,’’ ujarnya saat ditemui di lokasi.

Sekitar pukul 07.00, dia diajak salah satu tetangganya untuk ke Desa Kendal, Kecamatan Sekaran. Namun, Sholiqin menolak. Alasannya, masih takziah di rumah keluarganya.  Tetangganya itu tetap memaksa. Sampai di lokasi, Sholiqin  kaget karena banyak orang di pinggir sungai. 

‘’Saya tanya kepada salah satu orang, katanya ada anak dua tercebur namun belum ditemukan sampai sekarang,’’ katanya.

Karena perasaannya tidak enak, dia minta diantarkan pulang. Sampai di rumah, dilihatnya   Ahmad Fathur Rohman, 18, dan M Walbur Farqan, 15, dua kakak Najib itu, masih tidur. Sedangkan Najib tidak ada di rumah. Namun, sepeda miliknya masih ada. 

Saat keluar rumah, barulah dia diberitahu tetangga bahwa anaknya tercebur di Bendung Gerak Babat.  ‘’Langsung saja meminjam jaring ikan milik tetangga untuk alat pencarian hingga kurang lebih 4 jam lamanya menggunakan perahu kecil sebelum ada bantuan datang,’’ jelasnya sambil menunggu di pinggir sungai.

Dia mengaku tidak memiliki firasat apa – apa. Korban waktu sahurnya mepet. Dia makan sedikit dan minum satu gelas. Setelah itu kembali tidur. ‘’Istri saya mendengar kabar anaknya hilang, tak sadarkan diri di rumah,’’ katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Abadikan Gagak Rimang Raksasa

Pikap Pengangkut BBM Terbakar

Waktu Mepet, Empat Hari Rampung

Artikel Terbaru


/