alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

BNPT Tiga Kali Gagal Direalisasikan

KOTA – Program bantuan pangan nontunai (BPNT) dari pemerintah pusat semakin tidak jelas. Program pengganti bantuan sosial beras sejahtera (bansos rastra) untuk kali ketiga gagal direalisasikan. Awalnya direncanakan Januari. Kemudian ditunda April. Dan kembali ditunda Mei. Namun hingga memasuki Juni ini ternyata belum teralisasi.“Penundaan ini dari pusat. Kalau Lamongan saya rasa siap saja,” kata Kepala Bidang Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Lamongan, Mas’ud senin (4/6).

Dia menjelaskan, pernyaluran BPNT masih membutuhkan persiapan lebih. Karena pelaksanaannya dijadwalkan serentak seluruh Indonesia, untuk mengantisipasi adanya kecurangan dari bawah. Berdasrakan penyaluran bansos rastra, selama ini memang rawan. Bantuan tidak langsung sampai ke penerima. ‘’Karena itu pemerintah berencana menerapkan BPNT, dengan tujuan bantuan bisa tepat sasaran,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Pendaftar Haji Tak Surut, Daftar Sekarang Berangkat 2050

Menurut dia, penyaluran BPNT tidak bisa dilakukan dengan mekanisme tergesa-gesa. Karena dukungan infrastruktur yang memadai menjadi syarat mutlak. ‘’Sedangkan tidak semua daerah memiliki akses infrastruktur yang baik,’’ tukasnya.  

Dia mengungkapkan, selain membutuhkan infrastruktur yang baik, penyaluran BPNT juga masih terkendala data. Data mengacu pada basis data terpadu (BDT). Tapi daerah harus melakukan sinkronisasi ke penerima. Karena ada beberapa komponen yang harus dipenuhi. Jika penerima sudah masuk kategori mampu, maka bantuan tersebut akan bergeser ke penerima lain yang tidak mampu. “Tapi kuota masing-masing daerah masih sama dengan jumlah penerima bansos rastra,” terangnya. 

Karena BPNT belum bisa direalisaskan, ujar dia, bulan ini masih berupa penyaluran bansos rastra. Tapi rencananya distribusinya akan dipercepat sebelum lebaran, agar bisa lebih bermanfaat bagi penerima. ‘’Pemerintah masih melakukan koordinasi dengan bulog untuk percepatan penyaluran,’’ katanya. Semantara itu, hingga berita ini ditulis pihak bulog belum bisa dikonfirmasi mengenai rencana percepatan penyaluran bansos rastra tersebut.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Didominasi Klaster Umum dan Perkantoran

KOTA – Program bantuan pangan nontunai (BPNT) dari pemerintah pusat semakin tidak jelas. Program pengganti bantuan sosial beras sejahtera (bansos rastra) untuk kali ketiga gagal direalisasikan. Awalnya direncanakan Januari. Kemudian ditunda April. Dan kembali ditunda Mei. Namun hingga memasuki Juni ini ternyata belum teralisasi.“Penundaan ini dari pusat. Kalau Lamongan saya rasa siap saja,” kata Kepala Bidang Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Lamongan, Mas’ud senin (4/6).

Dia menjelaskan, pernyaluran BPNT masih membutuhkan persiapan lebih. Karena pelaksanaannya dijadwalkan serentak seluruh Indonesia, untuk mengantisipasi adanya kecurangan dari bawah. Berdasrakan penyaluran bansos rastra, selama ini memang rawan. Bantuan tidak langsung sampai ke penerima. ‘’Karena itu pemerintah berencana menerapkan BPNT, dengan tujuan bantuan bisa tepat sasaran,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Lagi, Satu Jamaah Tuban Alami Dimensia Berat

Menurut dia, penyaluran BPNT tidak bisa dilakukan dengan mekanisme tergesa-gesa. Karena dukungan infrastruktur yang memadai menjadi syarat mutlak. ‘’Sedangkan tidak semua daerah memiliki akses infrastruktur yang baik,’’ tukasnya.  

Dia mengungkapkan, selain membutuhkan infrastruktur yang baik, penyaluran BPNT juga masih terkendala data. Data mengacu pada basis data terpadu (BDT). Tapi daerah harus melakukan sinkronisasi ke penerima. Karena ada beberapa komponen yang harus dipenuhi. Jika penerima sudah masuk kategori mampu, maka bantuan tersebut akan bergeser ke penerima lain yang tidak mampu. “Tapi kuota masing-masing daerah masih sama dengan jumlah penerima bansos rastra,” terangnya. 

Karena BPNT belum bisa direalisaskan, ujar dia, bulan ini masih berupa penyaluran bansos rastra. Tapi rencananya distribusinya akan dipercepat sebelum lebaran, agar bisa lebih bermanfaat bagi penerima. ‘’Pemerintah masih melakukan koordinasi dengan bulog untuk percepatan penyaluran,’’ katanya. Semantara itu, hingga berita ini ditulis pihak bulog belum bisa dikonfirmasi mengenai rencana percepatan penyaluran bansos rastra tersebut.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Didominasi Klaster Umum dan Perkantoran

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/