alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Atap Ruang Tunggu Stasiun Runtuh, Dua Orang Luka

BOJONEGORO – Atap plafon ruang tunggu Stasiun Bojonegoro tiba-tiba runtuh menimpa beberapa orang sekitar 02.00 senin (4/6). Namun, tidak ada yang mengalami luka serius, hanya luka ringan. Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro, ada dua orang mengalami luka ringan. Penyebabnya diduga atap plafon berbahan asbes itu sudah tua dan banyak tambal sulam.

Suyadi, salah satu porter stasiun mengatakan bahwa ada sembilan orang yang terkena runtuhan atap tersebut. Saat kejadian, dia kebetulan berada di luar ruang tunggu stasiun. Sembilan orang tersebut terdiri atas enam penumpang, dua porter, satu sekuriti. “Ada dua korban luka-luka, lecet namun tidak parah yaitu satu ibu-ibu dan satu sekuriti, untungnya ada satu anak kecil bisa lekas diselamatkan,” tuturnya. Dia pun ikut panik saat kejadian itu, karena secara spontan atap runtuh.

Baca Juga :  APK Diserahkan, Titik Pemasangan Belum Rampung

Tetapi, ketika dikonfirmasi di kantornya, Wakil Kepala Stasiun Bojonegoro Supriyanto menampik hal tersebut. Dia menyampaikan tidak ada korban luka, hanya kaget saja.

Adapun kronologi kejadian berawal ketika pukul 02.00 di ruang tunggu masih ada bekas penumpang Kereta Api (KA) Kertajaya sebanyak empat orang. Kemudian tiba-tiba atap runtuh disusul suara gemuruh, sehingga orang-orang di sekitar stasiun pun panik. “Semuanya kaget dan panik, kemudian langsung refleks ke luar stasiun, tidak ada korban luka,” ujarnya.

Dia pun mengatakan bahwa kemungkinan besar penyebabnya ialah kondisi atap plafon berbahan asbes tersebut sudah tua dan banyak sekali tambal sulam. Pihaknya pun setelah kejadian tersebut langsung membersihkan puing-puing reruntuhan agar layanan tidak terganggu. Sehingga, pagi sudah terlihat kondisi ruang tunggu stasiun sudah bisa beroperasi seperti biasa. “Kami sudah  beroperasi seperti biasa dan hari ini (kemarin) kami usahakan melakukan perbaikan, sekarang masih menunggu tukangnya datang,” tuturnya.

Baca Juga :  Hindari Santan

Sementara itu, hal senada juga disampaikan oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, bahwa saat kejadian atap stasiun yang runtuh tersebut tidak ada korban jiwa. Dia memeroleh informasi dari anggota kepolisian yang memang sedang berjaga di stasiun. “Informasinya hanya kaget saja, tidak korban jiwa,” pungkasnya.

BOJONEGORO – Atap plafon ruang tunggu Stasiun Bojonegoro tiba-tiba runtuh menimpa beberapa orang sekitar 02.00 senin (4/6). Namun, tidak ada yang mengalami luka serius, hanya luka ringan. Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro, ada dua orang mengalami luka ringan. Penyebabnya diduga atap plafon berbahan asbes itu sudah tua dan banyak tambal sulam.

Suyadi, salah satu porter stasiun mengatakan bahwa ada sembilan orang yang terkena runtuhan atap tersebut. Saat kejadian, dia kebetulan berada di luar ruang tunggu stasiun. Sembilan orang tersebut terdiri atas enam penumpang, dua porter, satu sekuriti. “Ada dua korban luka-luka, lecet namun tidak parah yaitu satu ibu-ibu dan satu sekuriti, untungnya ada satu anak kecil bisa lekas diselamatkan,” tuturnya. Dia pun ikut panik saat kejadian itu, karena secara spontan atap runtuh.

Baca Juga :  Bupati Bojonegoro Tinjau Infrastruktur Desa Lewat Safari Ramadan

Tetapi, ketika dikonfirmasi di kantornya, Wakil Kepala Stasiun Bojonegoro Supriyanto menampik hal tersebut. Dia menyampaikan tidak ada korban luka, hanya kaget saja.

Adapun kronologi kejadian berawal ketika pukul 02.00 di ruang tunggu masih ada bekas penumpang Kereta Api (KA) Kertajaya sebanyak empat orang. Kemudian tiba-tiba atap runtuh disusul suara gemuruh, sehingga orang-orang di sekitar stasiun pun panik. “Semuanya kaget dan panik, kemudian langsung refleks ke luar stasiun, tidak ada korban luka,” ujarnya.

Dia pun mengatakan bahwa kemungkinan besar penyebabnya ialah kondisi atap plafon berbahan asbes tersebut sudah tua dan banyak sekali tambal sulam. Pihaknya pun setelah kejadian tersebut langsung membersihkan puing-puing reruntuhan agar layanan tidak terganggu. Sehingga, pagi sudah terlihat kondisi ruang tunggu stasiun sudah bisa beroperasi seperti biasa. “Kami sudah  beroperasi seperti biasa dan hari ini (kemarin) kami usahakan melakukan perbaikan, sekarang masih menunggu tukangnya datang,” tuturnya.

Baca Juga :  Cerai Bermula Selingkuh Chatting via Medsos

Sementara itu, hal senada juga disampaikan oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, bahwa saat kejadian atap stasiun yang runtuh tersebut tidak ada korban jiwa. Dia memeroleh informasi dari anggota kepolisian yang memang sedang berjaga di stasiun. “Informasinya hanya kaget saja, tidak korban jiwa,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Pohon Tumbang, Pemotor Dibawa ke RSUD

Amankan Ratusan Botol Miras

Hanya Satu Napi Lolos Remisi

Pendidikan Rendah, Perceraian Meningkat 

Artikel Terbaru


/