alexametrics
24.8 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Predator Seksual asal Ngraho Divonis 10 Tahun Penjara

Radar Bojonegoro – Suwoto, 43, predator seksual asal Kecamatan Ngraho divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro pidana penjara selama 10 tahun kemarin (4/5). Putusan majelis hakim itu lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yakni pidana penjara selama 12 tahun.

Humas PN Bojonegoro Isdaryanto mengatakan, bahwa terdakwa Suwoto divonis majelis hakim pidana penjara selama 10 tahun dan pidana denda Rp 5 juta subsider pidana kurungan tiga bulan.

Terdakwa terbukti bersalah melanggar sesuai dakwaan alternatif kesatu. Yakni pasal 76 D jo pasal 81 ayat 1 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Peubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Baca Juga :  Mampet! Ternyata Susah Air di Lamongan Diakibatkan Beberapa Hal ini

“Terdakwa Suwoto terbukti bersalah melakukan tindak pidana melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan secara berlanjut,” jelasnya.

Alasan putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan JPU, sebab ada beberapa hal meringankan terdakwa. Di antaranya terdakwa belum pernah dijatuhi pidana. Terdakwa kooperatif, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Sedangkan hal-hal memberatkan Suwoto ialah perbuatannya telah merusak masa depan korban.

Perbuatan terdakwa bertentangan dengan agama dan kesusilaan. Terdakwa tidak mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Bojonegoro Arfan Halim mengungkapkan, setelah sidang putusan, JPU menerima putusan majelis hakim. Pasal dibuktikan majelis hakim pun sudah sama dengan pasal didakwakan oleh JPU. “JPU menerima putusan majelis hakim,” tuturnya.

Baca Juga :  Sebagian Siswa SMA Mulai Masuk Sekolah

Sementara itu, Awaludin Nor Hidayah penasihat hukum terdakwa, menerima putusan majelis hakim. Tidak ada upaya pengajuan banding. Perlu diketahui, korban persetubuhan merupakan perempuan di bawah umur berusia 17 tahun. Korban merupakan penyandang disabilitas. Terdakwa menyetubuhi korban tiga kali. Modus terdakwa dengan bujuk rayu memberikan makanan kepada korban. Kemudian, korban diajak menonton video porno bersama dan akhirnya terdakwa menyetubuhi korban. Tersangka ditangkap oleh kepolisian pada 3 Desember 2020 lalu.

Radar Bojonegoro – Suwoto, 43, predator seksual asal Kecamatan Ngraho divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro pidana penjara selama 10 tahun kemarin (4/5). Putusan majelis hakim itu lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yakni pidana penjara selama 12 tahun.

Humas PN Bojonegoro Isdaryanto mengatakan, bahwa terdakwa Suwoto divonis majelis hakim pidana penjara selama 10 tahun dan pidana denda Rp 5 juta subsider pidana kurungan tiga bulan.

Terdakwa terbukti bersalah melanggar sesuai dakwaan alternatif kesatu. Yakni pasal 76 D jo pasal 81 ayat 1 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Peubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Baca Juga :  Sewa Lahan Rugikan Warga Ngampel

“Terdakwa Suwoto terbukti bersalah melakukan tindak pidana melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan secara berlanjut,” jelasnya.

Alasan putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan JPU, sebab ada beberapa hal meringankan terdakwa. Di antaranya terdakwa belum pernah dijatuhi pidana. Terdakwa kooperatif, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Sedangkan hal-hal memberatkan Suwoto ialah perbuatannya telah merusak masa depan korban.

Perbuatan terdakwa bertentangan dengan agama dan kesusilaan. Terdakwa tidak mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Bojonegoro Arfan Halim mengungkapkan, setelah sidang putusan, JPU menerima putusan majelis hakim. Pasal dibuktikan majelis hakim pun sudah sama dengan pasal didakwakan oleh JPU. “JPU menerima putusan majelis hakim,” tuturnya.

Baca Juga :  Sempat Nomaden, Persibo Berlatih Kembali di Stadion Letjen Soedirman

Sementara itu, Awaludin Nor Hidayah penasihat hukum terdakwa, menerima putusan majelis hakim. Tidak ada upaya pengajuan banding. Perlu diketahui, korban persetubuhan merupakan perempuan di bawah umur berusia 17 tahun. Korban merupakan penyandang disabilitas. Terdakwa menyetubuhi korban tiga kali. Modus terdakwa dengan bujuk rayu memberikan makanan kepada korban. Kemudian, korban diajak menonton video porno bersama dan akhirnya terdakwa menyetubuhi korban. Tersangka ditangkap oleh kepolisian pada 3 Desember 2020 lalu.

Artikel Terkait

Most Read

Imbau Pengusaha Hotel Tak Naikkan Tarif

Terbanyak Jabatan Kadus yang Kosong

Candu Daki Gunung

Artikel Terbaru


/