alexametrics
30.4 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Kuota PPDB Offline Kian Banyak

BOJONEGORO – Nilai ujian nasional (unas) tampaknya masih menjadi acuan dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini. Sehingga, siswa dengan nilai unas tinggi berpeluang diterima di SMA/SMK yang dituju.

‘’Juknis (petunjuk dan teknis) PPDB memang belum turun. Tapi di web dinas pendidikan provinsi sudah ada. Menggunakan nilai ujian nasional,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Bojonegoro Adi Prayitno kemarin (4/5).

Adi menjelaskan, pemakaian nilai ujian nasional dalam PPDB bukan kali pertama dilakukan. Tahun lalu dan tahun sebelumnya juga sudah dilakukan. Sehingga, perangkingan siswa yang akan diterima di PPDB akan dilakukan berdasarkan nilai unas. Jika nilainya tinggi, kemungkinan diterima di sekolah tujuan semakin besar.

Baca Juga :  Gunakan QRIS Bank Jatim

Tahun ini PPDB jenjang SMA juga menerapakna sistem zonasi. Namun, zonasi yang diterapkan bukan zonasi penuh. Siswa tetap diberikan kelonggoran untuk memilih sekolah di luar zona. Yakni, satu di dalam zona dan satu di luar zona.

‘’Ada tiga pilihan yang bisa digunakan dalam PPDB,’’ jelasnya.

Tiga pilihan itu, lanjut dia, adalah bisa mendaftar pilihan pertama sekolah di dalam zona. Pilihan kedua di luar zona. Kemudian, pilihan pertama di luar zona dan pilihan kedua di dalam zona. ‘’Ketiga dua-duanya di dalam zona,’’ bebernya.

Tahun ini juga masih ada PPDB offline dengan jalur khusus. Yakni, mitra warga, miskin, dan prestasi. Kuotanya mencapai 30 persen. Jumlah itu lebih besar dibanding tahun lalu hanya 10 persen. Sedangkan, untuk PPDB jalur regular, yakni online kuotanya 70 persen. ‘’Saat ini kami hanya tinggal menunggu juknis resmi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Diprediksi Harga Sembako Naik H-5

BOJONEGORO – Nilai ujian nasional (unas) tampaknya masih menjadi acuan dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini. Sehingga, siswa dengan nilai unas tinggi berpeluang diterima di SMA/SMK yang dituju.

‘’Juknis (petunjuk dan teknis) PPDB memang belum turun. Tapi di web dinas pendidikan provinsi sudah ada. Menggunakan nilai ujian nasional,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Bojonegoro Adi Prayitno kemarin (4/5).

Adi menjelaskan, pemakaian nilai ujian nasional dalam PPDB bukan kali pertama dilakukan. Tahun lalu dan tahun sebelumnya juga sudah dilakukan. Sehingga, perangkingan siswa yang akan diterima di PPDB akan dilakukan berdasarkan nilai unas. Jika nilainya tinggi, kemungkinan diterima di sekolah tujuan semakin besar.

Baca Juga :  Pengusaha Kuliner Keluhkan Harga Cabai

Tahun ini PPDB jenjang SMA juga menerapakna sistem zonasi. Namun, zonasi yang diterapkan bukan zonasi penuh. Siswa tetap diberikan kelonggoran untuk memilih sekolah di luar zona. Yakni, satu di dalam zona dan satu di luar zona.

‘’Ada tiga pilihan yang bisa digunakan dalam PPDB,’’ jelasnya.

Tiga pilihan itu, lanjut dia, adalah bisa mendaftar pilihan pertama sekolah di dalam zona. Pilihan kedua di luar zona. Kemudian, pilihan pertama di luar zona dan pilihan kedua di dalam zona. ‘’Ketiga dua-duanya di dalam zona,’’ bebernya.

Tahun ini juga masih ada PPDB offline dengan jalur khusus. Yakni, mitra warga, miskin, dan prestasi. Kuotanya mencapai 30 persen. Jumlah itu lebih besar dibanding tahun lalu hanya 10 persen. Sedangkan, untuk PPDB jalur regular, yakni online kuotanya 70 persen. ‘’Saat ini kami hanya tinggal menunggu juknis resmi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Warga Berebut Ikan Mabuk 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/