alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Banyak Kepala Sekolah Terjebak Zona Nyaman

TUBAN – Capaian prestasi pendidikan SMA/SMK negeri dan swasta wilayah Bojonegoro-Tuban dinilai masih belum beranjak dari kategori di bawah rata-rata.

Pernyataan tersebut kemarin (4/5) disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rachman usai memberikan pembinaan kepada kepala SMA/SMK negeri dan swasta wilayah cabang dinas pendidikan Bojonegoro-Tuban di SMKN 1 Tuban.

‘’Secara prestasi, kita melihat memang belum nampak (di tingkat provinsi, Red),’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Rachman, secara rata-rata sekolah yang ada di wilayah Bojonegoro dan Tuban masih belum mampu bersaing di tingkat provinsi. Namun demikian, tegas Rachman, bukan berarti SMA/SMK yang ada di Bojonegoro dan Tuban tidak memiliki kemampuan untuk bersaing.

Baca Juga :  Stan Kosong Pasar Banjarejo Berpotensi Mengundang Pedagang Pasar Kota

‘’Ini hanya soal kemauan. Dan, saya melihat ini karena faktor zona nyaman. Banyak kepala sekolah (di wilayah Bojonegoro-Tuban, Red) yang merasa cukup dan puas dengan apa yang didapat. Sehingga tidak mau berkembang lagi,’’ tuturnya setelah melihat realitas yang ada.

Lantas? Tentu, jika ingin bersaing di tingkat provinsi dengan sekolah-sekolah kabupaten/kota lain, maka para kepala sekolah yang ada di wilayah Bojonegoro dan Tuban harus berani keluar dari zona nyaman dengan terus memunculkan inovasi-inovasi baru di dunia pendidikan. Dengan demikian, secara perlahan namun pasti kulaitas pendidikan SMA/SMK di wilayah Bojonegoro-Tuban akan meningkat.

‘’Mereka (sekolah-sekolah, Red) yang selama ini mendominasi prestasi di tingkat provinsi, itu karena mereka berani keluar dari zona nyaman. Tidak cepat merasa puas,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Keluar dari Zona Nyaman

Disinggung terkait faktor geografis yang menjadi penyebab minusnya prestasi? Orang nomor satu di dinas pendidikan provinsi ini menegaskan, semua daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi. Tidak hanya kota-kota besar saja.

‘’Jika Kediri, Madiun, dan Tulungagung bisa bersaing di tingkat provinsi dengan kota-kota besar lainnya seperti Surabaya dan Malang, tentu Bojonegoro dan Tuban juga bisa,’’ tandasnya.

TUBAN – Capaian prestasi pendidikan SMA/SMK negeri dan swasta wilayah Bojonegoro-Tuban dinilai masih belum beranjak dari kategori di bawah rata-rata.

Pernyataan tersebut kemarin (4/5) disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rachman usai memberikan pembinaan kepada kepala SMA/SMK negeri dan swasta wilayah cabang dinas pendidikan Bojonegoro-Tuban di SMKN 1 Tuban.

‘’Secara prestasi, kita melihat memang belum nampak (di tingkat provinsi, Red),’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Rachman, secara rata-rata sekolah yang ada di wilayah Bojonegoro dan Tuban masih belum mampu bersaing di tingkat provinsi. Namun demikian, tegas Rachman, bukan berarti SMA/SMK yang ada di Bojonegoro dan Tuban tidak memiliki kemampuan untuk bersaing.

Baca Juga :  Pak Kades Nobar bersama Warga dan Satgas TMMD Reg 106 Kodim Cilacap

‘’Ini hanya soal kemauan. Dan, saya melihat ini karena faktor zona nyaman. Banyak kepala sekolah (di wilayah Bojonegoro-Tuban, Red) yang merasa cukup dan puas dengan apa yang didapat. Sehingga tidak mau berkembang lagi,’’ tuturnya setelah melihat realitas yang ada.

Lantas? Tentu, jika ingin bersaing di tingkat provinsi dengan sekolah-sekolah kabupaten/kota lain, maka para kepala sekolah yang ada di wilayah Bojonegoro dan Tuban harus berani keluar dari zona nyaman dengan terus memunculkan inovasi-inovasi baru di dunia pendidikan. Dengan demikian, secara perlahan namun pasti kulaitas pendidikan SMA/SMK di wilayah Bojonegoro-Tuban akan meningkat.

‘’Mereka (sekolah-sekolah, Red) yang selama ini mendominasi prestasi di tingkat provinsi, itu karena mereka berani keluar dari zona nyaman. Tidak cepat merasa puas,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Penanaman Pohon Berdiameter 80 cm di Sekitar Trotoar

Disinggung terkait faktor geografis yang menjadi penyebab minusnya prestasi? Orang nomor satu di dinas pendidikan provinsi ini menegaskan, semua daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi. Tidak hanya kota-kota besar saja.

‘’Jika Kediri, Madiun, dan Tulungagung bisa bersaing di tingkat provinsi dengan kota-kota besar lainnya seperti Surabaya dan Malang, tentu Bojonegoro dan Tuban juga bisa,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/