alexametrics
26.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 19, 2022

Kades Sumberejo Divonis Satu Tahun

PUCUK – Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menjatuhkan vonis satu tahun penjara kepada Kades Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Taufik Mulyono, kemarin (4/4). Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa 1,25 tahun penjara. 

‘’Sudah diputus, pasal 11 Undang – Undang (UU) Tipikor dengan hukuman 1 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan,” tutur JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, Rudy Kurniawan, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (4/4). 

Meski putusan di bawah tuntutan JPU, pihaknya menghargai keputusan hakim. Dia menuturkan, setelah mendengarkan putusan, terdakwa mengajukan pikir-pikir. 

Baca Juga :  Peralihan Minimarket Tetap Mengancam Pasar Tradisional

‘’Walaupun di bawah tuntutan kita, tapi kita terima keputusan hakim,’’ ujar Rudy saat dikonfirmasi via ponsel. 

Seperti diberitakan, sidang putusan ini sempat diundur seminggu karena permasalahan teknis.

Dikonfirmasi terpisah, Suisno, penasihat hukum terdakwa, membenarkan vonis hakim setahun penjara. ‘’Setelah kita rundingkan, kita belum memutuskan untuk menerima atau mengajukan banding,’’ katanya. 

Menurut dia, kliennya memiliki waktu tujuh hari untuk memutuskan vonis dari hakim. Namun, Suisno menilai vonis tersebut sudah sesuai dengan harapan sebelumnya. Yakni, hukuman paling rendah bagi kliennya. 

‘’Kita menilai putusan itu sudah paling ringan, tapi kita perlu rundingkan dulu,’’ kata Suisno. 

Taufik Mulyono terseret ke meja hijau karena kerap meminta uang kepada Sekretaris Desa (Sekdes) Sumberejo, Andis. Nominalnya mencapai hampir Rp 100 juta. Uang yang diminta itu sebagai biaya pelantikan Sekdes pada 2017. 

Baca Juga :  Semoga Pulang Membawa Predikat Haji Mabrur

Beberapa kali korban menyerahkan uang dengan lokasi penyerahan ditentukan Mulyono. Polisi akhirnya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Mulyono, 16 November 2018. 

Yakni, saat korban menyerahkan Rp 20 juta yang diikat karet kuning dan dibungkus plastik. Uang tersebut ditaruh di bawah jok mobil. Mulyono tertangkap ketika melintas di jalan poros Desa Sumberejo.

”Dalam fakta persidangan, kesalahan tidak sepenuhnya dari Pak Kades. Tapi korban menjanjikan uang tersebut. Kita akan berdiskusi dulu selama sepekan ini,” kata Suisno.

PUCUK – Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menjatuhkan vonis satu tahun penjara kepada Kades Sumberejo, Kecamatan Pucuk, Taufik Mulyono, kemarin (4/4). Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa 1,25 tahun penjara. 

‘’Sudah diputus, pasal 11 Undang – Undang (UU) Tipikor dengan hukuman 1 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan,” tutur JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan, Rudy Kurniawan, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (4/4). 

Meski putusan di bawah tuntutan JPU, pihaknya menghargai keputusan hakim. Dia menuturkan, setelah mendengarkan putusan, terdakwa mengajukan pikir-pikir. 

Baca Juga :  Empat Parpol Mendominasi

‘’Walaupun di bawah tuntutan kita, tapi kita terima keputusan hakim,’’ ujar Rudy saat dikonfirmasi via ponsel. 

Seperti diberitakan, sidang putusan ini sempat diundur seminggu karena permasalahan teknis.

Dikonfirmasi terpisah, Suisno, penasihat hukum terdakwa, membenarkan vonis hakim setahun penjara. ‘’Setelah kita rundingkan, kita belum memutuskan untuk menerima atau mengajukan banding,’’ katanya. 

Menurut dia, kliennya memiliki waktu tujuh hari untuk memutuskan vonis dari hakim. Namun, Suisno menilai vonis tersebut sudah sesuai dengan harapan sebelumnya. Yakni, hukuman paling rendah bagi kliennya. 

‘’Kita menilai putusan itu sudah paling ringan, tapi kita perlu rundingkan dulu,’’ kata Suisno. 

Taufik Mulyono terseret ke meja hijau karena kerap meminta uang kepada Sekretaris Desa (Sekdes) Sumberejo, Andis. Nominalnya mencapai hampir Rp 100 juta. Uang yang diminta itu sebagai biaya pelantikan Sekdes pada 2017. 

Baca Juga :  Asuransi Pertanian Baru Terserap 30 PersenĀ 

Beberapa kali korban menyerahkan uang dengan lokasi penyerahan ditentukan Mulyono. Polisi akhirnya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Mulyono, 16 November 2018. 

Yakni, saat korban menyerahkan Rp 20 juta yang diikat karet kuning dan dibungkus plastik. Uang tersebut ditaruh di bawah jok mobil. Mulyono tertangkap ketika melintas di jalan poros Desa Sumberejo.

”Dalam fakta persidangan, kesalahan tidak sepenuhnya dari Pak Kades. Tapi korban menjanjikan uang tersebut. Kita akan berdiskusi dulu selama sepekan ini,” kata Suisno.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/