alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Jalan Kota Kebanjiran, Salah Siapa?

KOTA – Warga Kecamatan Kota Lamongan tak lagi mendapatkan kenyamanan menikmati jalanan saat hujan deras. Sebab, sejumlah jalan protokol sering tergenang air. 

Sejumlah instansi mengklaim sudah melaksanakan tugasnya. Meski, kenyataannya jalanan banjir masih terjadi tadi malam (4/4). Salah satunya, di Jalan Lamongrejo.

Kabid Perumahan dan Kawasan Pemukiman Dinas Perkim Lamongan, Siti Zulkah, mengatakan, terkait banjir kota, pihaknya sudah melakukan normalisasi saluran kota sejak Februari lalu. Kegiatan normalisasi mulai dari pengerukan saluran trotoar maupun tangkapan airnya. Sehingga, permasalahan yang menjadi tanggung jawab instansinya sudah dikerjakan. “Antisipasi banjir kota sudah dilakukan sejak Februari lalu, tapi ini bukan mutlak kewenangan dinas,” ujarnya.

Menurut dia, saat hujan tinggi, sejumlah titik di kawasan kota memang terendam banjir. Namun, waktunya tidak lama. Biasanya satu-dua jam setelah reda akan hilang airnya.

Baca Juga :  Ragil: Segera Ada Pertemuan

Zulkah menyatakan, masalah ini menjadi sesuatu yang harus diselesaikan bersama. Sehingga ada sinergi sejumlah instansi untuk menyelesaikannya. Tidak bisa hanya satu instansi, karena kewenangannya bersama-sama.

Sementara itu, Kabid Jalan Kabupaten Dinas PU Bina Marga Lamongan, Dandoko Hadi, mengklaim, kewenangannya menyelesaikan masalah gorong-gorong jalan kabupaten. Tahun lalu, pembangunan gorong-gorong di beberapa titik seperti Jalan Kusuma Bangsa, Pahlawan, dan Kelurahan Sidokumpul sudah tuntas. Upaya pengentasan masalah banjir wilayah kota melalui saluran gorong-gorong tidak ada masalah. Sedangkan untuk banjir kota, titik permasalahannya pada drainase. “Dan ini bukan menjadi kewenangannya,” katanya.

Setiap pembangunan jalan sudah dihitung elevasi kemiringannya untuk pembuangan air melalui drainase. Sehingga, lanjut Dandoko, untuk masalah banjir kota ini memang harus ditemukan akarnya. Pihaknya tidak pernah melakukan pekerjaan fisik trotoar maupun drainase. Karena itu, untuk menyelesaikan banjir kota harus dibahas ulang.

Baca Juga :  Ingin Merubah Stigma Miring

KOTA – Warga Kecamatan Kota Lamongan tak lagi mendapatkan kenyamanan menikmati jalanan saat hujan deras. Sebab, sejumlah jalan protokol sering tergenang air. 

Sejumlah instansi mengklaim sudah melaksanakan tugasnya. Meski, kenyataannya jalanan banjir masih terjadi tadi malam (4/4). Salah satunya, di Jalan Lamongrejo.

Kabid Perumahan dan Kawasan Pemukiman Dinas Perkim Lamongan, Siti Zulkah, mengatakan, terkait banjir kota, pihaknya sudah melakukan normalisasi saluran kota sejak Februari lalu. Kegiatan normalisasi mulai dari pengerukan saluran trotoar maupun tangkapan airnya. Sehingga, permasalahan yang menjadi tanggung jawab instansinya sudah dikerjakan. “Antisipasi banjir kota sudah dilakukan sejak Februari lalu, tapi ini bukan mutlak kewenangan dinas,” ujarnya.

Menurut dia, saat hujan tinggi, sejumlah titik di kawasan kota memang terendam banjir. Namun, waktunya tidak lama. Biasanya satu-dua jam setelah reda akan hilang airnya.

Baca Juga :  Mobdin Tak Boleh Dipakai Mudik

Zulkah menyatakan, masalah ini menjadi sesuatu yang harus diselesaikan bersama. Sehingga ada sinergi sejumlah instansi untuk menyelesaikannya. Tidak bisa hanya satu instansi, karena kewenangannya bersama-sama.

Sementara itu, Kabid Jalan Kabupaten Dinas PU Bina Marga Lamongan, Dandoko Hadi, mengklaim, kewenangannya menyelesaikan masalah gorong-gorong jalan kabupaten. Tahun lalu, pembangunan gorong-gorong di beberapa titik seperti Jalan Kusuma Bangsa, Pahlawan, dan Kelurahan Sidokumpul sudah tuntas. Upaya pengentasan masalah banjir wilayah kota melalui saluran gorong-gorong tidak ada masalah. Sedangkan untuk banjir kota, titik permasalahannya pada drainase. “Dan ini bukan menjadi kewenangannya,” katanya.

Setiap pembangunan jalan sudah dihitung elevasi kemiringannya untuk pembuangan air melalui drainase. Sehingga, lanjut Dandoko, untuk masalah banjir kota ini memang harus ditemukan akarnya. Pihaknya tidak pernah melakukan pekerjaan fisik trotoar maupun drainase. Karena itu, untuk menyelesaikan banjir kota harus dibahas ulang.

Baca Juga :  Buka Peluang Bukan Kader Maju Pilkada

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/