alexametrics
25.3 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Gedung Pusdiklat Belum Difungsikan

BOJONEGORO – Gedung pusat pendidikan dan pelatihan (pusdiklat) hingga kini masih belum difungsikan. Padahal, pembangunan gedung berlokasi di Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, itu sudah selesai sejak 2017 lalu.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro Ibnu Soeyuthi mengatakan, gedung itu sudah selesai masa pembangunannya. Namun, belum bisa dimanfaatkan. Sebab, gedung belum memiliki sarana yang cukup. “Peralatan dan sarananya belum lengkap. Jadi, masih belum bisa digunakan,” katanya kemarin (4/3).

Ibnu melanjutkan, sarana yang masih belum ada antara lain, air, lampu, sound system, dan sejumlah sarana pendukung lainnya. Gedung diklat harus memiliki sarana mencukupi karena akan digunakan pelatihan. “Jika tidak ada sarana-sarananya ya belum bisa digunakan,” ujar Ibnu.

Baca Juga :  JPU Tetap Tahan Inspektur

Ibnu menuturkan, gedung itu sudah diserahkan kepada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP). Saat ini semua operasional sudah diserahkan di organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut. “Oleh dinas cipta karya sudah diserahkan pada BKPP,” jelasnya.

Saat ini, menurut Ibnu, BKPP masih menghitung berapa biaya harus dibutuhkan membuat gedung itu berfungsi normal. Sebab, tanpa didukung sarana-sarana itu, pengoperasionalan gedung tidak akan bisa maksimal.

Pembangunan gedung itu sempat membuat gaduh pada 2016 silam. Bahkan, sempat terjadi hak angket di kalangan DPRD hingga membentuk panitia khusus (pansus). Sebab, kala itu pemkab berencana menjadikan gedung itu sebagai gedung Akademi Komunitas Negeri (AKN).

Ibnu menjelaskan, saat ini pembangunan gedung secara keseluruhan sudah selesai. Tidak ada lagi rencana untuk pembangunannya. Gedung pusdiklat berlokasi di Dusun Kedungrejo itu, lokasinya cukup jauh dari Desa Ngumpakdalem. Sekitar 5 kilometer.

Baca Juga :  Diminati Konsumen hingga Maroko dan Prancis

“Hanya tinggal sarananya saja. Itu nanti akan ditangani langsung OPD terkait,” jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPP Djoko Lukito belum memberikan keterangan mengenai pengelolaan gedung itu. Saat dihubungi via ponselnya juga belum memberikan jawaban.

BOJONEGORO – Gedung pusat pendidikan dan pelatihan (pusdiklat) hingga kini masih belum difungsikan. Padahal, pembangunan gedung berlokasi di Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, itu sudah selesai sejak 2017 lalu.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro Ibnu Soeyuthi mengatakan, gedung itu sudah selesai masa pembangunannya. Namun, belum bisa dimanfaatkan. Sebab, gedung belum memiliki sarana yang cukup. “Peralatan dan sarananya belum lengkap. Jadi, masih belum bisa digunakan,” katanya kemarin (4/3).

Ibnu melanjutkan, sarana yang masih belum ada antara lain, air, lampu, sound system, dan sejumlah sarana pendukung lainnya. Gedung diklat harus memiliki sarana mencukupi karena akan digunakan pelatihan. “Jika tidak ada sarana-sarananya ya belum bisa digunakan,” ujar Ibnu.

Baca Juga :  Infrasturktur Picu Ekonomi Tahun Depan Lebih Baik

Ibnu menuturkan, gedung itu sudah diserahkan kepada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP). Saat ini semua operasional sudah diserahkan di organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut. “Oleh dinas cipta karya sudah diserahkan pada BKPP,” jelasnya.

Saat ini, menurut Ibnu, BKPP masih menghitung berapa biaya harus dibutuhkan membuat gedung itu berfungsi normal. Sebab, tanpa didukung sarana-sarana itu, pengoperasionalan gedung tidak akan bisa maksimal.

Pembangunan gedung itu sempat membuat gaduh pada 2016 silam. Bahkan, sempat terjadi hak angket di kalangan DPRD hingga membentuk panitia khusus (pansus). Sebab, kala itu pemkab berencana menjadikan gedung itu sebagai gedung Akademi Komunitas Negeri (AKN).

Ibnu menjelaskan, saat ini pembangunan gedung secara keseluruhan sudah selesai. Tidak ada lagi rencana untuk pembangunannya. Gedung pusdiklat berlokasi di Dusun Kedungrejo itu, lokasinya cukup jauh dari Desa Ngumpakdalem. Sekitar 5 kilometer.

Baca Juga :  Bengawan Solo Siaga Hijau

“Hanya tinggal sarananya saja. Itu nanti akan ditangani langsung OPD terkait,” jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPP Djoko Lukito belum memberikan keterangan mengenai pengelolaan gedung itu. Saat dihubungi via ponselnya juga belum memberikan jawaban.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/