alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Disdik Kebut Verifikasi DAK Pendidikan

BOJONEGORO – Dinas pendidikan (disdik) terus kebut proses verifikasi penerima dana alokasi khusus (DAK) pendidikan. Sebab, disdik menargetkan bulan depan siswa sudah mulai menerima anggaran itu.

“Saat ini proses verifikasi masih berlangsung. Mungkin tiga hari lagi selesai,” ujar Kepala Disdik Bojonegoro Hanafi.

Hanafi menjelaskan, pencairan anggaran itu akan diusahakan secepatnya. Sebab, siswa SMA kelas XII akan segera lulus.

Sehingga, pencairan akan diusahakan sebelum mereka lulus. “Perkiraan April sudah cair. Atau paling lambat Mei,” jelasnya.

Hanafi melanjutkan, proses verifikasi penerima DAK itu dilakukan dua kali. Pertama ada di tingkat kecamatan. Verifikasi dilakukan oleh tim dari kecamatan.

Setelah itu, verifikasi di disdik. “Saat ini verifikasi ulang di disdik. Kita cermati data-data penerimanya,” jelasnya.

Baca Juga :  Temuan Empat Bus Tidak Laik Usai Dioperasi

Data-data yang dicermati adalah nama, alamat, ibu kandung, dan beberapa data diri lainnya. Jika ada data yang tidak cocok, maka akan dikembalikan untuk dicocok ulang.

“Jadi, harus benar datanya,” jelasnya.

Pengajuan pencairan dana itu tetap harus menunggu peraturan bupati (perbup) baru. Sebab, perbup yang lama verifikasi pencairan dilakukan oleh dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD).

“Setelah perbupnya jadi baru kita ajukan ke BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah),” jelasnya.

Tahun ini disdik memang menjadi organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani pencairan DAK pendidikan. Sebelumnya, DAK pendidikan dicairkan melalui DPMD lalu ke pemdes.

Pencairan DAK oleh disdik tidak akan dilakukan melalui pemdes. Bank yang mencairkannya juga langsung Bank Jatim. Bukan lagi BPR Bank Daerah.

Baca Juga :  Khoirul Rohman, Olah Serai Wangi Jadi Minyak Atsiri

Perubahan skema pencairan itu untuk mempercepat proses pencairan yang sebelumnya cukup lama.

Selain itu, disdik juga mewacanakan anggaran itu nantinya akan dialihkan ke jenjang SD dan SMP.

Namun, itu menunggu program pendidikan gratis SMA/SMK dari Pemprov Jatim. Sebab, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memiliki program menggratiskan SMA/SMK di seluruh Jatim.

BOJONEGORO – Dinas pendidikan (disdik) terus kebut proses verifikasi penerima dana alokasi khusus (DAK) pendidikan. Sebab, disdik menargetkan bulan depan siswa sudah mulai menerima anggaran itu.

“Saat ini proses verifikasi masih berlangsung. Mungkin tiga hari lagi selesai,” ujar Kepala Disdik Bojonegoro Hanafi.

Hanafi menjelaskan, pencairan anggaran itu akan diusahakan secepatnya. Sebab, siswa SMA kelas XII akan segera lulus.

Sehingga, pencairan akan diusahakan sebelum mereka lulus. “Perkiraan April sudah cair. Atau paling lambat Mei,” jelasnya.

Hanafi melanjutkan, proses verifikasi penerima DAK itu dilakukan dua kali. Pertama ada di tingkat kecamatan. Verifikasi dilakukan oleh tim dari kecamatan.

Setelah itu, verifikasi di disdik. “Saat ini verifikasi ulang di disdik. Kita cermati data-data penerimanya,” jelasnya.

Baca Juga :  Manfaatkan Serabut Kelapa untuk Media Penetasan

Data-data yang dicermati adalah nama, alamat, ibu kandung, dan beberapa data diri lainnya. Jika ada data yang tidak cocok, maka akan dikembalikan untuk dicocok ulang.

“Jadi, harus benar datanya,” jelasnya.

Pengajuan pencairan dana itu tetap harus menunggu peraturan bupati (perbup) baru. Sebab, perbup yang lama verifikasi pencairan dilakukan oleh dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD).

“Setelah perbupnya jadi baru kita ajukan ke BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah),” jelasnya.

Tahun ini disdik memang menjadi organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani pencairan DAK pendidikan. Sebelumnya, DAK pendidikan dicairkan melalui DPMD lalu ke pemdes.

Pencairan DAK oleh disdik tidak akan dilakukan melalui pemdes. Bank yang mencairkannya juga langsung Bank Jatim. Bukan lagi BPR Bank Daerah.

Baca Juga :  Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Vaksinasi Pelajar Masih Minim

Perubahan skema pencairan itu untuk mempercepat proses pencairan yang sebelumnya cukup lama.

Selain itu, disdik juga mewacanakan anggaran itu nantinya akan dialihkan ke jenjang SD dan SMP.

Namun, itu menunggu program pendidikan gratis SMA/SMK dari Pemprov Jatim. Sebab, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memiliki program menggratiskan SMA/SMK di seluruh Jatim.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/