alexametrics
25.1 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Taksi Online Enggan Mendaftar

BOJONEGORO – Meski sudah ada yang beroperasi, namun taksi online masih enggan mendaftar secara resmi di Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro. Sehingga, kuota 100 unit taksi online untuk Kota Ledre tersebut belum terpakai hingga minggu(4/3).

“Hingga kini masih belum ada yang mengajukan,” ungkap Kabid Perhubungan Darat Dishub Bojonegoro, Suhartono. Dia mengungkapkan, taksi online sebenarnya sudah ada yang beroperasi di Bojonegoro.

Namun belum terdeteksi jumlahnya. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 tahun 2017, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi pengusaha taksi online. Yaitu, melakukan uji kir, SIM pengemudi harus umum, dan harus ada tanda khusus untuk kendaraannya.

Misalnya stiker taksi online. Menurut dia, yang harus melakukan pengurusan izin adalah para pemilik kendaraan yang digunakan taksi online. Hal itu, supaya pemerintah bisa memberikan akses pada mereka sebagai kendaraan umum layak pakai. “Selama ini taksi online beroperasi sendiri dan tak ada kontrol,” tukasnya.

Baca Juga :  Siap Tampil Menarik dan Pakaian Adat

Suhartono menambahkan, dishub sudah mengumumkan kuota taksi online tersebut kepada masyarakat. Namun, sejauh ini belum ada tanggapan. Kepala Dishub Bojonegoro, Iskandar menjelaskan, kuota tersebut hanya diberikan pada taksi online atau kendaraan roda empat.

Sedangkan ojek online atau roda dua tidak diberikan kuota atau dibebaskan kuotanya. Sebab, selama ini dishub tidak pernah melakukan penataan pada ojek, baik yang konvensional maupun yang online. “Kalau ojek tidak. Kuota ini khusus roda empat,” terangnya.

Selain taksi online, ujar dia, rental dan travel yang banyak beroperasi di Bojonegoro juga harus ikut aturan Permenhub 108 tersebut. “Sebab kendaraan rental dan travel juga merupakan kendaraan muatan penumpang. Sejauh ini pengusaha travel dan rental mobil tidak ada yang menaati aturan itu,” tandasnya.

Baca Juga :  Suporter Berulah Siap Bayar Denda

BOJONEGORO – Meski sudah ada yang beroperasi, namun taksi online masih enggan mendaftar secara resmi di Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro. Sehingga, kuota 100 unit taksi online untuk Kota Ledre tersebut belum terpakai hingga minggu(4/3).

“Hingga kini masih belum ada yang mengajukan,” ungkap Kabid Perhubungan Darat Dishub Bojonegoro, Suhartono. Dia mengungkapkan, taksi online sebenarnya sudah ada yang beroperasi di Bojonegoro.

Namun belum terdeteksi jumlahnya. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 tahun 2017, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi pengusaha taksi online. Yaitu, melakukan uji kir, SIM pengemudi harus umum, dan harus ada tanda khusus untuk kendaraannya.

Misalnya stiker taksi online. Menurut dia, yang harus melakukan pengurusan izin adalah para pemilik kendaraan yang digunakan taksi online. Hal itu, supaya pemerintah bisa memberikan akses pada mereka sebagai kendaraan umum layak pakai. “Selama ini taksi online beroperasi sendiri dan tak ada kontrol,” tukasnya.

Baca Juga :  Jangan Sampai Ada Penolakan Pasien

Suhartono menambahkan, dishub sudah mengumumkan kuota taksi online tersebut kepada masyarakat. Namun, sejauh ini belum ada tanggapan. Kepala Dishub Bojonegoro, Iskandar menjelaskan, kuota tersebut hanya diberikan pada taksi online atau kendaraan roda empat.

Sedangkan ojek online atau roda dua tidak diberikan kuota atau dibebaskan kuotanya. Sebab, selama ini dishub tidak pernah melakukan penataan pada ojek, baik yang konvensional maupun yang online. “Kalau ojek tidak. Kuota ini khusus roda empat,” terangnya.

Selain taksi online, ujar dia, rental dan travel yang banyak beroperasi di Bojonegoro juga harus ikut aturan Permenhub 108 tersebut. “Sebab kendaraan rental dan travel juga merupakan kendaraan muatan penumpang. Sejauh ini pengusaha travel dan rental mobil tidak ada yang menaati aturan itu,” tandasnya.

Baca Juga :  Suporter Berulah Siap Bayar Denda

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/