alexametrics
22.6 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Gerakan Sadar Pajak 2021

Radar Lamongan – Bupati Lamongan Fadeli secara langsung memberikan contoh kepada semua wajib pajak (WP) untuk tertib dalam melakukan pembayaran pajak. Kemarin (4/1), secara bergantian dengan Wakil Bupati Kartika Hidayati serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Moh. Nalikan, melakukan pembayaran PBB-P2 di outlet yang disiapkan.

“Kemarin kita launching gerakan sadar pajak yang bertepatan dengan bulan panutan pajak. Dan Pak Bupati secara langsung memberikan contoh untuk melakukan pembayaran pajak,” ujar Kepala Bapenda Lamongan Drs M. Wahyudi, MM.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan wajib pajak dari berbagai sektor seperti KPP Pratama, KTM, Depot Asih, dan WBL. Wahyudi mengatakan, launching gerakan sadar pajak memberikan motivasi kepada semua wajib pajak agar lebih tertib, baik pendaftaran, pelaporan, dan pembayaran. Gerakan sadar pajak ini bertujuan meningkatkan kesadaran semua orang maupun badan bahwasannya pajak itu memang kewajiban.

Kegiatan ini juga dapat membantu memperoleh database WP yang lebih akurat, serta mengoptimalkan pendapatan dari sektor pajak. “Pajak ini kewajiban, dan gerakan ini untuk menumbuhkan kesadaran WP untuk taat dalam pembayaran pajak,” ujarnya usai memberikan laporan dalam kegiatan Gerakan Sadar Pajak di Lantai 7 Gedung Pemkab Lamongan kemarin (4/2).

Baca Juga :  Susun Target Menulis

Menurut dia, tahun lalu beberapa wajib pajak sudah memanfaatkan teknologi yang tersedia untuk melakukan pembayaran pajak. Selain itu, beberapa juga masih manual. Namun, beruntung untuk realisasi tidak ada kendala.

Saat ini, tim terus berusaha memetakan potensi pajak yang bisa menjadi pemasukan daerah. Data sekarang, jumlah obyek pajak PBB-P2 sebanyak 81.577 WP dengan target yang ditetapkan tahun ini Rp 43 miliar lebih.

Pajak reklame dengan obyek pajak 992 WP, pajak air tanah 71 WP, pajak bersifat pelaporan 283 WP, dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP) Pajak ini belum bisa dihitung jumlah obyek dan besaran ketetapannya karena menyesuaikan dengan jumlah hak peralihan di Lamongan.

“Secara global target PAD kita tetapkan Rp 140 miliar. Tentunya dengan tetap memetakan potensi yang ada,” terangnya.

Baca Juga :  Vaksin ke-3 Tenaga Kesehatan Masih Menunggu Arahan Pusat

Saat ini, lanjut dia, usaha meningkatkan pajak daerah terus dimaksimalkan. Salah satunya dengan mengembangkan potensi dari portal parkir, PBB-P2, pelayanan saat Minggu Ceria, dan tapping box. Sementara itu, Bupati Lamongan H Fadeli, S.H, MM menjelaskan, pandemi Covid-19 berdampak pada perubahan anggaran daerah. Kemampuan fiskal mengalami penurunan.

Dana bagi hasil (DBH) dan dana perimbangan juga dikurangi karena refocusing. Sehingga pemasukan dari sektor pajak sangat membantu dalam hal pembangunan daerah. “Alhamdulillah pajak kita terpenuhi, terutama PBB-P2 kita memenuhi target. Meski situasinya pandemi, saya berterima kasih kepada WP. Semoga ke depan lebih baik, “harapnya.

Menurut dia, petugas pajak mulai sekarang harus gerak cepat. Setelah SPT didistribusikan, sebaiknya terus melakukan pengecekan agar dana bisa dikelola dengan baik. Apalagi, sekarang momen awal tahun anggaran. Bupati meminta agar sosialisasi di kecamatan besar lebih dimaksimalkan lagi seperti Kecamatan Lamongan, Paciran, dan Ngimbang. “Kita maksimalkan semua sektor, pajak wisata, resto, dan mengoptimalkan portal parkir untuk menghilangkan kebocoran,” ujarnya. 

Radar Lamongan – Bupati Lamongan Fadeli secara langsung memberikan contoh kepada semua wajib pajak (WP) untuk tertib dalam melakukan pembayaran pajak. Kemarin (4/1), secara bergantian dengan Wakil Bupati Kartika Hidayati serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Moh. Nalikan, melakukan pembayaran PBB-P2 di outlet yang disiapkan.

“Kemarin kita launching gerakan sadar pajak yang bertepatan dengan bulan panutan pajak. Dan Pak Bupati secara langsung memberikan contoh untuk melakukan pembayaran pajak,” ujar Kepala Bapenda Lamongan Drs M. Wahyudi, MM.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan wajib pajak dari berbagai sektor seperti KPP Pratama, KTM, Depot Asih, dan WBL. Wahyudi mengatakan, launching gerakan sadar pajak memberikan motivasi kepada semua wajib pajak agar lebih tertib, baik pendaftaran, pelaporan, dan pembayaran. Gerakan sadar pajak ini bertujuan meningkatkan kesadaran semua orang maupun badan bahwasannya pajak itu memang kewajiban.

Kegiatan ini juga dapat membantu memperoleh database WP yang lebih akurat, serta mengoptimalkan pendapatan dari sektor pajak. “Pajak ini kewajiban, dan gerakan ini untuk menumbuhkan kesadaran WP untuk taat dalam pembayaran pajak,” ujarnya usai memberikan laporan dalam kegiatan Gerakan Sadar Pajak di Lantai 7 Gedung Pemkab Lamongan kemarin (4/2).

Baca Juga :  Giliran Boski Ditarik Gim Senior

Menurut dia, tahun lalu beberapa wajib pajak sudah memanfaatkan teknologi yang tersedia untuk melakukan pembayaran pajak. Selain itu, beberapa juga masih manual. Namun, beruntung untuk realisasi tidak ada kendala.

Saat ini, tim terus berusaha memetakan potensi pajak yang bisa menjadi pemasukan daerah. Data sekarang, jumlah obyek pajak PBB-P2 sebanyak 81.577 WP dengan target yang ditetapkan tahun ini Rp 43 miliar lebih.

Pajak reklame dengan obyek pajak 992 WP, pajak air tanah 71 WP, pajak bersifat pelaporan 283 WP, dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTP) Pajak ini belum bisa dihitung jumlah obyek dan besaran ketetapannya karena menyesuaikan dengan jumlah hak peralihan di Lamongan.

“Secara global target PAD kita tetapkan Rp 140 miliar. Tentunya dengan tetap memetakan potensi yang ada,” terangnya.

Baca Juga :  Pengamanan Oleh Satpol PP Terhadap Gelandangan dan Pengemis

Saat ini, lanjut dia, usaha meningkatkan pajak daerah terus dimaksimalkan. Salah satunya dengan mengembangkan potensi dari portal parkir, PBB-P2, pelayanan saat Minggu Ceria, dan tapping box. Sementara itu, Bupati Lamongan H Fadeli, S.H, MM menjelaskan, pandemi Covid-19 berdampak pada perubahan anggaran daerah. Kemampuan fiskal mengalami penurunan.

Dana bagi hasil (DBH) dan dana perimbangan juga dikurangi karena refocusing. Sehingga pemasukan dari sektor pajak sangat membantu dalam hal pembangunan daerah. “Alhamdulillah pajak kita terpenuhi, terutama PBB-P2 kita memenuhi target. Meski situasinya pandemi, saya berterima kasih kepada WP. Semoga ke depan lebih baik, “harapnya.

Menurut dia, petugas pajak mulai sekarang harus gerak cepat. Setelah SPT didistribusikan, sebaiknya terus melakukan pengecekan agar dana bisa dikelola dengan baik. Apalagi, sekarang momen awal tahun anggaran. Bupati meminta agar sosialisasi di kecamatan besar lebih dimaksimalkan lagi seperti Kecamatan Lamongan, Paciran, dan Ngimbang. “Kita maksimalkan semua sektor, pajak wisata, resto, dan mengoptimalkan portal parkir untuk menghilangkan kebocoran,” ujarnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/