alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Didesain Ulang, Waduk Pejok Dibangun Dua Tahun Lagi

Radar Bojonegoro – Desain rencana pembangunan Waduk Pejok akan diperbarui. Desain saat ini sudah terlalu lama, yakni sejak 2015 lalu. Namun, penantian masyarakat di kawasan timur terhadap realisasi Waduk Pejok harus sabar. Pembangunan waduk di Kecamatan Kepohbaru diperkirakan baru mulai dua tahun lagi.

Itu karena ada sejumlah tahapan harus dilalui lebih dulu. Di antaranya pembuatan desain baru dan pengajuan proses analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Tahapan-tahapan membutuhkan banyak waktu karena harus diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

‘’Perkiraan kami Waduk Pejok bisa mulai dibangun pada 2023 mendatang,’’ kata Kabid Air Baku Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Bojonegoro Bungku Susilowati. Desain ulang ini, menurut Bungku, karena sudah terlalu lama. Yakni, sejak 2015 lalu. Sehingga, sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini.

Baca Juga :  Besok, CPNS Jalani Tes SKD di Lamongan

‘’Ada beberapa lahan yang sudah berubah. Terutama lahannya. Sehingga, harus dilakukan perubahan desain,’’ jelasnya.

Proses pembuatan desain ulang itu akan dilakukan tahun ini. Setelah itu, dilanjutkan pengajuan amdal land acquisition and resettlement action plan (LARAP) ke Kementerian PUPR. Proses itu diperkirakan akan berlangsung cukup lama. Sehingga, paling cepat pembangunan Waduk Pejok dimulai 2023 mendatang.

Hingga kini, lanjut Bungku, luasan waduk itu masih belum dipastikan. Kemungkinan masih ada perluasan areal waduk lagi. Waduk Pejok proyek milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Dinas PU SDA hanya membantu kelancaran proyek itu, karena berlokasi di Bojonegoro.

‘’Waduk itu nantinya mengaliri lahan pertanian di Kepohbaru dan Kedungadem. Yang pada saat kemarau sulit air,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Tekuni Bisnis, Kembangkan Peternakan Burung hingga Kerudung

Kepala Dinas PU SDA Tedjo Sukmono menjelaskan bahwa wilayah Kepohbaru kerap kesulitan air saat kemarau. Dengan berfungsinya waduk itu nantinya kesulitan air bisa teratasi. ‘’Nanti juga bisa dimanfaatkan untuk wisata,’’ jelasnya.

BBWS sudah merampungkan Waduk Gongseng di Kecamatan Temayang. Juli mendatang sudah mulai proses pengisian. Pengisian diperkirakan berlangsung satu tahun. Setelah itu, baru bisa dibuka aliran airnya.

Radar Bojonegoro – Desain rencana pembangunan Waduk Pejok akan diperbarui. Desain saat ini sudah terlalu lama, yakni sejak 2015 lalu. Namun, penantian masyarakat di kawasan timur terhadap realisasi Waduk Pejok harus sabar. Pembangunan waduk di Kecamatan Kepohbaru diperkirakan baru mulai dua tahun lagi.

Itu karena ada sejumlah tahapan harus dilalui lebih dulu. Di antaranya pembuatan desain baru dan pengajuan proses analisis mengenai dampak lingkungan (amdal). Tahapan-tahapan membutuhkan banyak waktu karena harus diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

‘’Perkiraan kami Waduk Pejok bisa mulai dibangun pada 2023 mendatang,’’ kata Kabid Air Baku Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Bojonegoro Bungku Susilowati. Desain ulang ini, menurut Bungku, karena sudah terlalu lama. Yakni, sejak 2015 lalu. Sehingga, sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini.

Baca Juga :  Tekuni Bisnis, Kembangkan Peternakan Burung hingga Kerudung

‘’Ada beberapa lahan yang sudah berubah. Terutama lahannya. Sehingga, harus dilakukan perubahan desain,’’ jelasnya.

Proses pembuatan desain ulang itu akan dilakukan tahun ini. Setelah itu, dilanjutkan pengajuan amdal land acquisition and resettlement action plan (LARAP) ke Kementerian PUPR. Proses itu diperkirakan akan berlangsung cukup lama. Sehingga, paling cepat pembangunan Waduk Pejok dimulai 2023 mendatang.

Hingga kini, lanjut Bungku, luasan waduk itu masih belum dipastikan. Kemungkinan masih ada perluasan areal waduk lagi. Waduk Pejok proyek milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Dinas PU SDA hanya membantu kelancaran proyek itu, karena berlokasi di Bojonegoro.

‘’Waduk itu nantinya mengaliri lahan pertanian di Kepohbaru dan Kedungadem. Yang pada saat kemarau sulit air,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Melihat Kereta Kelinci Semakin Unik, Namun Membahayakan

Kepala Dinas PU SDA Tedjo Sukmono menjelaskan bahwa wilayah Kepohbaru kerap kesulitan air saat kemarau. Dengan berfungsinya waduk itu nantinya kesulitan air bisa teratasi. ‘’Nanti juga bisa dimanfaatkan untuk wisata,’’ jelasnya.

BBWS sudah merampungkan Waduk Gongseng di Kecamatan Temayang. Juli mendatang sudah mulai proses pengisian. Pengisian diperkirakan berlangsung satu tahun. Setelah itu, baru bisa dibuka aliran airnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/