alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Kegiatan Tambang Berpengaruh Dengan Naiknya Kebutuhan Truk

- Advertisement -

Kegiatan tambang di Lamongan mulai aktif. Kebutuhan akan kendaraan pengangkut terjadi peningkatan signifikan. Sebelumnya, kebutuhan kendaraan niaga jenis pikap mendominasi penjualan jelang panen raya. Sekarang penjualan tergeser oleh kendaraan niaga jenis truk.Ayu Utami, admin salah satu diler membenarkan jika sejumlah proyek di Kota Soto sedang berlangsung.

Sehingga kebutuhan kendaraan dengan muatan lebih banyak  terjadi peningkatan. Dibandingkan periode sama tahun lalu, permintaan kendaraan niaga jenis truk meningkat lima persen. Sebelumnya permintaan hanya 3-4 unit/bulan. Sekarang tumbuh menjadi 7-8 unit/bulan.

Ayu menjelaskan, kebutuhan kendaraan niaga jenis truk sedang tumbuh belakangan. Sebab konsumen kendaraan ini mulai menyasar pembeli kelas menengah, sehingga kebutuhannya otomatis lebih banyak.

Baca Juga :  Cerita Pemain Lama Badut Sulap di Lamongan

Sebelumnya, konsumen truk terbatas oleh kegiatan proyek dan tambang, sekarang pengusaha bahkan kalangan pribadi mulai melakukan pembelian truk. “Biasanya dijadikan investasi, misalnya untuk disewakan,” ungkapnya.

Harga kendaraan niaga jenis truk memang lebih mahal,setiap tipe akan memengaruhi harga. Tapi biasanya konsumen Kota Soto lebih tertarik dengan harga standar kualitas bagus, antara Rp 290 juta – 300 juta/unit. Harga tersebut cukup terjangkau untuk pengelola proyek ataupun konsumen pribadi.

- Advertisement -

Sementara Naning, admin lainnya membenarkan jika kebutuhan kendaraan niaga jenis truk terjadi kenaikan. Karena penjualan kendaraan ini memang memerhatikan musim, selain harganya lebih mahal.

Peruntukannya memang jarang kalau tidak dibutuhkan sebagai kendaraan operasional sehari-hari. Sedangkan biasanya, konsumen truk rata-rata merupakan proyek, jadi pembeliannya situasional. “Tidak bisa ditarget sebenarnya, kalau pas musim pembelinya pasti banyak,” terangnya. 

Baca Juga :  Disbupdar Belum Bisa Realisasikan Museum Budaya Tahun Ini

Kegiatan tambang di Lamongan mulai aktif. Kebutuhan akan kendaraan pengangkut terjadi peningkatan signifikan. Sebelumnya, kebutuhan kendaraan niaga jenis pikap mendominasi penjualan jelang panen raya. Sekarang penjualan tergeser oleh kendaraan niaga jenis truk.Ayu Utami, admin salah satu diler membenarkan jika sejumlah proyek di Kota Soto sedang berlangsung.

Sehingga kebutuhan kendaraan dengan muatan lebih banyak  terjadi peningkatan. Dibandingkan periode sama tahun lalu, permintaan kendaraan niaga jenis truk meningkat lima persen. Sebelumnya permintaan hanya 3-4 unit/bulan. Sekarang tumbuh menjadi 7-8 unit/bulan.

Ayu menjelaskan, kebutuhan kendaraan niaga jenis truk sedang tumbuh belakangan. Sebab konsumen kendaraan ini mulai menyasar pembeli kelas menengah, sehingga kebutuhannya otomatis lebih banyak.

Baca Juga :  Bisnis Desain Kreatif Tangkap Konsumen Kado

Sebelumnya, konsumen truk terbatas oleh kegiatan proyek dan tambang, sekarang pengusaha bahkan kalangan pribadi mulai melakukan pembelian truk. “Biasanya dijadikan investasi, misalnya untuk disewakan,” ungkapnya.

Harga kendaraan niaga jenis truk memang lebih mahal,setiap tipe akan memengaruhi harga. Tapi biasanya konsumen Kota Soto lebih tertarik dengan harga standar kualitas bagus, antara Rp 290 juta – 300 juta/unit. Harga tersebut cukup terjangkau untuk pengelola proyek ataupun konsumen pribadi.

- Advertisement -

Sementara Naning, admin lainnya membenarkan jika kebutuhan kendaraan niaga jenis truk terjadi kenaikan. Karena penjualan kendaraan ini memang memerhatikan musim, selain harganya lebih mahal.

Peruntukannya memang jarang kalau tidak dibutuhkan sebagai kendaraan operasional sehari-hari. Sedangkan biasanya, konsumen truk rata-rata merupakan proyek, jadi pembeliannya situasional. “Tidak bisa ditarget sebenarnya, kalau pas musim pembelinya pasti banyak,” terangnya. 

Baca Juga :  Dua Ketua Komisi Rangkap Jabatan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/