alexametrics
24 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Cinta Ditolak, Minta Dukun Bertindak, Rp 175 Juta Amblas

Cinta ditolak, Anis Sulah, 21, asal Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng; Riska Wildiyah, 24, asal Kelurahan Dupak, Kecamatan Bubutan, Surabaya; dan Siti Mulyani, 39, asal Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, tak patah semangat. Mereka pun mencari jalan lain seperti ungkapan cinta ditolak dukun bertindak.Apesnya, dukun cintanya ternyata abal – abal. Selain kehilangan sang kekasih, mereka juga kehilangan materi.

Sang dukun cinta itu, Lilis, 30, asal Kelurahan Sidoharjo, Lamongan, diamankan Polres Lamongan Sabtu (3/2) malam.‘’Korban bernama Anis menyerahkan uang sebanyak Rp 30 juta. Riska menyerahkan uang Rp 700 ribu kepada tersangka.

Sedangkan korban yang paling banyak, Siti Mulyani, sebanyak Rp 145 juta,’’ ujar Kapolres Lamongan, AKBP Feby Hutagalung.

Menurut Kapolres, tersangka mengaku mahir dalam bidang asmara dan karir. Setelah datang ke rumah tersangka, korban menceritakan keluhan asmaranya dengan seseorang. Setelah mendengar cerita korban, tersangka mengarahkan untuk ritual ke salah satu makam di  wilayah Tuban sehari berikutnya.

Baca Juga :  Siapkan Konsep Kafe untuk Kedatom Kompleks Wisata Pantai Boom

Ritual tersebut disebut salah satu jalan untuk membukakan masalah korban agar cepat selesai. ‘’Korban sebelum melakukan ritual, harus membeli batu merah delima. Itu salah satu syarat yang harus dibawa saat ritual,’’ ujar Feby.

Tersangka meminta Anis membeli batu tersebut Rp 30 juta.  Batu tersebut tidak harus dibeli secara kontak. Korban diperbolehkan mengangsur hingga enam kali. Tersangka juga berpesan agar batu tersebut dibawa dan dimasukan ke dompet milik korban.

‘’Korban datang ke makam di wilayah Tuban sendirian dengan diberikan alamat saja. Sedangkan alamatnya makam di Tuban, belum begitu jelas,’’ imbuh Kapolres.

Merasa hubungan asmaranya tak begitu membaik, malah pisah di tengah jalan, korban kecewa. Apalagi, karir korban juga tak ada perubahan sama sekali. ‘’Sehingga melaporkan adanya dukun abal – abal,’’ kata Feby.

Baca Juga :  Syamsul Terancam Pidana Empat Tahun

Keterangan tersangka, lanjut dia, uang tersebut dibelikan untuk peralatan ritual di rumah seperti minyak dan batu merah delima. Saat ritual ke Tuban, korban sering mengajak tersangka. Namun, ditolak.

Korban disuruh sendirian ke lokasi tersebut. ‘’Saya kira tak hanya tiga tersangka. Namun, sangat banyak sekali. Kini tersangka masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,’’ tutur Kapolres.

Bagi korban yang pernah dijanjikan tersangka, Kapolres meminta mereka melapor ke Polres Lamongan. ‘’Saya kira tersangka melakukan operasi menjadi dukun abal – abal sudah lama. Karena korbannya ada yang dari luar kota,’’ ujarnya. 

Cinta ditolak, Anis Sulah, 21, asal Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng; Riska Wildiyah, 24, asal Kelurahan Dupak, Kecamatan Bubutan, Surabaya; dan Siti Mulyani, 39, asal Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung, tak patah semangat. Mereka pun mencari jalan lain seperti ungkapan cinta ditolak dukun bertindak.Apesnya, dukun cintanya ternyata abal – abal. Selain kehilangan sang kekasih, mereka juga kehilangan materi.

Sang dukun cinta itu, Lilis, 30, asal Kelurahan Sidoharjo, Lamongan, diamankan Polres Lamongan Sabtu (3/2) malam.‘’Korban bernama Anis menyerahkan uang sebanyak Rp 30 juta. Riska menyerahkan uang Rp 700 ribu kepada tersangka.

Sedangkan korban yang paling banyak, Siti Mulyani, sebanyak Rp 145 juta,’’ ujar Kapolres Lamongan, AKBP Feby Hutagalung.

Menurut Kapolres, tersangka mengaku mahir dalam bidang asmara dan karir. Setelah datang ke rumah tersangka, korban menceritakan keluhan asmaranya dengan seseorang. Setelah mendengar cerita korban, tersangka mengarahkan untuk ritual ke salah satu makam di  wilayah Tuban sehari berikutnya.

Baca Juga :  Dua Kali Gagal Dibangun, Pembangunan Waduk Pejok Diusulkan Kembali

Ritual tersebut disebut salah satu jalan untuk membukakan masalah korban agar cepat selesai. ‘’Korban sebelum melakukan ritual, harus membeli batu merah delima. Itu salah satu syarat yang harus dibawa saat ritual,’’ ujar Feby.

Tersangka meminta Anis membeli batu tersebut Rp 30 juta.  Batu tersebut tidak harus dibeli secara kontak. Korban diperbolehkan mengangsur hingga enam kali. Tersangka juga berpesan agar batu tersebut dibawa dan dimasukan ke dompet milik korban.

‘’Korban datang ke makam di wilayah Tuban sendirian dengan diberikan alamat saja. Sedangkan alamatnya makam di Tuban, belum begitu jelas,’’ imbuh Kapolres.

Merasa hubungan asmaranya tak begitu membaik, malah pisah di tengah jalan, korban kecewa. Apalagi, karir korban juga tak ada perubahan sama sekali. ‘’Sehingga melaporkan adanya dukun abal – abal,’’ kata Feby.

Baca Juga :  Nilai Proyek Turun Miliaran

Keterangan tersangka, lanjut dia, uang tersebut dibelikan untuk peralatan ritual di rumah seperti minyak dan batu merah delima. Saat ritual ke Tuban, korban sering mengajak tersangka. Namun, ditolak.

Korban disuruh sendirian ke lokasi tersebut. ‘’Saya kira tak hanya tiga tersangka. Namun, sangat banyak sekali. Kini tersangka masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,’’ tutur Kapolres.

Bagi korban yang pernah dijanjikan tersangka, Kapolres meminta mereka melapor ke Polres Lamongan. ‘’Saya kira tersangka melakukan operasi menjadi dukun abal – abal sudah lama. Karena korbannya ada yang dari luar kota,’’ ujarnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/