alexametrics
23 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Andalkan Reseller Untuk Mendongkrak Omzet

BISNIS – Geliat bisnis di Bojonegoro terus berkembang dengan pesat. Jumlah pengusaha muda pun terus bermunculan dari berbagai kecamatan. Selain mengandalkan konsumen yang beli satuan, para pengusaha juga menggaet para reseller yang ingin dijual lagi di media sosial atau di rumah. Sehingga, omzet pun terus bertambah seiring dengan terus meningkatnya jumlah reseller.

Salah satu karyawan toko tas cewek di Jalan Pemuda Bojonegoro, Karina mengatakan bahwa penjualan tas cewek memang sangat prospektif. Penjualan tiap bulan bisa menembus omzet Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. “Itu omzet penjualan toko, kalau konsumen dari kalangan reseller bisa tembus Rp 8 juta per bulan,” tuturnya. Jumlah reseller tokonya saat ini sekitar 20 orang, rata-rata kalangan mahasiswa yang menjual tas melalui media sosial seperti Instagram. 

Baca Juga :  Waspada Daging Gelonggongan

Karina pun menambahkan toko tas tersebut ada dua, satu di kota dan satunya lagi di Kecamatan Baureno. Jadi, sangat menguntungkan ketika bisa buka toko di wilayah perkotaan bisa menjaring banyak reseller. Tetapi konsekuensi harus punya stok yang sangat banyak. Setidaknya tiap pekan harus punya stok tas sekitar 300 buah. “Cadangan stok harus banyak, agar para reseller juga bisa lancar jualannya,” jelasnya. Adapun keuntungan para reseller, salah satunya potongan harga.

Terpisah, salah satu karyawan toko kaus lokal di Jalan MH Thamrin Bojonegoro, Widyatmoko menyampaikan bahwa keberadaan reseller sangat menguntungkan. Karena secara tidak langsung, produk bisa dipromosikan hingga meluas. Walaupun reseller-nya baru dua orang, tetapi dia merasa sangat terbantu. “Sejak ada reseller, omzet naik sekitar 25 persen,” pungkasnya.

Baca Juga :  Separo Jalan Selesai

BISNIS – Geliat bisnis di Bojonegoro terus berkembang dengan pesat. Jumlah pengusaha muda pun terus bermunculan dari berbagai kecamatan. Selain mengandalkan konsumen yang beli satuan, para pengusaha juga menggaet para reseller yang ingin dijual lagi di media sosial atau di rumah. Sehingga, omzet pun terus bertambah seiring dengan terus meningkatnya jumlah reseller.

Salah satu karyawan toko tas cewek di Jalan Pemuda Bojonegoro, Karina mengatakan bahwa penjualan tas cewek memang sangat prospektif. Penjualan tiap bulan bisa menembus omzet Rp 10 juta hingga Rp 15 juta. “Itu omzet penjualan toko, kalau konsumen dari kalangan reseller bisa tembus Rp 8 juta per bulan,” tuturnya. Jumlah reseller tokonya saat ini sekitar 20 orang, rata-rata kalangan mahasiswa yang menjual tas melalui media sosial seperti Instagram. 

Baca Juga :  Kinerja BK Belum TerujiĀ 

Karina pun menambahkan toko tas tersebut ada dua, satu di kota dan satunya lagi di Kecamatan Baureno. Jadi, sangat menguntungkan ketika bisa buka toko di wilayah perkotaan bisa menjaring banyak reseller. Tetapi konsekuensi harus punya stok yang sangat banyak. Setidaknya tiap pekan harus punya stok tas sekitar 300 buah. “Cadangan stok harus banyak, agar para reseller juga bisa lancar jualannya,” jelasnya. Adapun keuntungan para reseller, salah satunya potongan harga.

Terpisah, salah satu karyawan toko kaus lokal di Jalan MH Thamrin Bojonegoro, Widyatmoko menyampaikan bahwa keberadaan reseller sangat menguntungkan. Karena secara tidak langsung, produk bisa dipromosikan hingga meluas. Walaupun reseller-nya baru dua orang, tetapi dia merasa sangat terbantu. “Sejak ada reseller, omzet naik sekitar 25 persen,” pungkasnya.

Baca Juga :  Miliki Rumah, Berhadiah, dan Diskon Melimpah

Artikel Terkait

Most Read

Penuhi Target Capaian Vaksin

Cetak Atlet Porprov Berprestasi

Sehari Hasilkan Satu Kuintal

Artikel Terbaru


/