alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Aman, Stok Garam Masih 8.300 Ton

- Advertisement -

TUBAN – Disaat stok garam di sejumlah kabupaten/kota di Indonesia mengalami kelangkaan, stok garam di Tuban dalam kondisi aman.Berdasarkan data yang dimiliki dinas perikanan dan peternakan, stok garam di Tuban per 31 Januari lalu masih mencapai 8.300 ton. Jumlah tersebut tercatat menjadi yang terbanyak ketiga setelah Sampang (17.246 ton) dan Sumenep (17.179 ton).

Kepala dinas perikanan dan kelautan Tuban, Amenan mengatakan, dengan stok yang masih delapan ribu ton lebih tersebut, kebutuhan garam di Bumi Wali dalam kondisi aman.

‘’Jadi, untuk kebutuhan garam di Tuban sendiri tidak ada masalah. Stok masih 8.300 ton,’’ tandas Amenan kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Lebih lanjut Amenan mengatakan, selain stok yang aman, untuk saat ini harga garam di Tuban juga masih dalam kondisi yang stabil. Bahkan, terbilang cukup bagus dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Tiga Warga Desa Kunci Tuntut Keadilan

Di tingkat petani, terang Amenan, saat ini harga garam masih pada kisaran Rp 2.000 per kilogram (bukan Rp 200 seperti ditulis sebelumnya, Red). Sementara untuk harga di atas truk sekitar Rp 2.400.

- Advertisement -

‘’Bila dibanding tahun sebelumnya, harga saat ini cukup bagus. Sebab tahun lalu merosot sampai Rp 600,’’ jelas mantan kabag kesejahteraan rakyat setda Tuban itu.

Versi Amenan, masih tingginya harga garam itu tidak lepas dari kebijakan pemerintah pusat yang sebelumnya menahan impor garam.

Namun, seiring dengan adanya kebijakan impor garam yang bergulir, sejumlah petani garam di Tuban saat ini dalam kondisi was-was.

Khawatir harga garam anjlok seiring dengan pasokan garam impor yang mulai membanjiri pasar. ‘’Tapi kami berharap semoga tidak berdampak pada harga garam di Tuban,’’ harapannya.

Baca Juga :  Lagi, Dua Tanggul Jebol

TUBAN – Disaat stok garam di sejumlah kabupaten/kota di Indonesia mengalami kelangkaan, stok garam di Tuban dalam kondisi aman.Berdasarkan data yang dimiliki dinas perikanan dan peternakan, stok garam di Tuban per 31 Januari lalu masih mencapai 8.300 ton. Jumlah tersebut tercatat menjadi yang terbanyak ketiga setelah Sampang (17.246 ton) dan Sumenep (17.179 ton).

Kepala dinas perikanan dan kelautan Tuban, Amenan mengatakan, dengan stok yang masih delapan ribu ton lebih tersebut, kebutuhan garam di Bumi Wali dalam kondisi aman.

‘’Jadi, untuk kebutuhan garam di Tuban sendiri tidak ada masalah. Stok masih 8.300 ton,’’ tandas Amenan kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Lebih lanjut Amenan mengatakan, selain stok yang aman, untuk saat ini harga garam di Tuban juga masih dalam kondisi yang stabil. Bahkan, terbilang cukup bagus dibanding tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Normalisasi Waduk-Rawa Terlambat, Butuh Rp 2,5 T, Tahun Ini Rp 5 M 

Di tingkat petani, terang Amenan, saat ini harga garam masih pada kisaran Rp 2.000 per kilogram (bukan Rp 200 seperti ditulis sebelumnya, Red). Sementara untuk harga di atas truk sekitar Rp 2.400.

- Advertisement -

‘’Bila dibanding tahun sebelumnya, harga saat ini cukup bagus. Sebab tahun lalu merosot sampai Rp 600,’’ jelas mantan kabag kesejahteraan rakyat setda Tuban itu.

Versi Amenan, masih tingginya harga garam itu tidak lepas dari kebijakan pemerintah pusat yang sebelumnya menahan impor garam.

Namun, seiring dengan adanya kebijakan impor garam yang bergulir, sejumlah petani garam di Tuban saat ini dalam kondisi was-was.

Khawatir harga garam anjlok seiring dengan pasokan garam impor yang mulai membanjiri pasar. ‘’Tapi kami berharap semoga tidak berdampak pada harga garam di Tuban,’’ harapannya.

Baca Juga :  Pernah Ikuti Kejuaraan Voli Tingkat Provinsi

Artikel Terkait

Most Read

Naikkan Harga Janur

Peluang Lolos Semifinal Terancam

Blora Gelar Festival Kelor

Artikel Terbaru


/