alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Lamongan Zona Merah, Puskesmas Diusulkan Jadi RS Lapangan

Radar Lamongan – Sebulan berstatus zona oranye, Kabupaten Lamongan akhirnya dinyatakan zona merah Covid-19 per Minggu (3/1). Perubahan warna zona tersebut diiringi lonjakan angka terkonfirmasi positif Covid-19 dalam sepekan terakhir mencapai 141 kasus. Tak hanya itu. Skor resiko daerah kasus Covid-19 semula per 27 Desember 2020 berada di peringkat 16 dengan resiko sedang 2,09, kini turun drastis di peringkat 36 dengan resiko tinggi 1,8.

Sedangkan kabupaten tetangga, Bojonegoro dan Tuban, berada di peringkat 34 dan 35 dengan resiko sedang. Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan dr Taufik Hidayat menjelaskan, cuti bersama dalam rangka Natal dan Tahun Baru (nataru) pekan lalu merupakan potensi naiknya angka kasus Covid-19 di Kota Soto ini.

Menurut dia, kenaikan kasus yang terjadi juga dipengaruhi produktivitas masyarakat yang tidak memerhatikan protokol kesehatan. ‘’Tapi kenaikan yang terjadi memang adanya masyarakat mulai lebih produktif. Tetapi, tidak diikuti kesadaran, ketaatan, dan kedisiplinan protokol kesehatan. Dan juga mungkin efek perubahan cuaca,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (4/1).

Baca Juga :  Putri Kencana Wungu Pimpin Parade Senja SMKN Palang

Pria yang juga kepala Dinas Kesehatan Lamongan ini menambahkan, saat ini tercatat 66 pasien dirawat di RS rujukan Covid-19 Lamongan dan 13 pasien di RS rujukan Covid-19 luar Lamongan. Taufik menuturkan, Bupati Fadeli telah mengintruksikan penambahan tempat tidur agar dapat mengakomodasi pasien yang harus menjalani isolasi RS.

‘’Petunjuk Pak Bupati, RSUD dr Soegiri akan menambah 30 sampai dengan 60 tempat tidur. Juga beberapa puskesmas diusulkan ke Kemenkes (Kementrian Kesehatan) untuk bisa jadi RS lapangan sekaligus gedunggedung lain yang bisa dimanfaatkan. Dengan tetap memperhatikan kegiatan dan program yang sifatnya promotif dan preventif, diharapkan masyarakat akan terlayani dengan baik. Untuk penambahan di RSUD dr Soegiri, seminggu lagi bisa dimanfaatkan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Undangan Pemkab Picu Kemelut

Meskipun bertatus zona merah, Taufik menilai Kabupaten Lamongan tidak perlu menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Menurut dia, yang terpenting saat ini masyarakat harus menjaga fisik dan imunitasnya. Sekaligus disiplin menerapkan protokol kesehatan serta tetap produktif.

Taufik juga mewanti-wanti bagi yang memiliki penyakit penyerta atau kormobid harus rutin memeriksakan kesehatannya. Dikomfirmasi terpisah, Kasubbag Hukum, Organisasi, dan Pemasaran RSUD dr. Soegiri Lamongan Budi Wignyo S., membenarkan bahwa pihaknya segera menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19 yang dirujuk.

Budi mengatakan, saat ini ada 111 pasien terkonfirmasi positif dan suspek yang dirawat di RS milik pemerintah tersebut. Namun, tidak semua pasien ditempatkan di Fasilitas Isolasi dan Layanan Covid-19 yang berkapasitas 82 tempat tidur. ‘’Kita sudah ada ruang isolasi tambahan,’’ katanya. 

Radar Lamongan – Sebulan berstatus zona oranye, Kabupaten Lamongan akhirnya dinyatakan zona merah Covid-19 per Minggu (3/1). Perubahan warna zona tersebut diiringi lonjakan angka terkonfirmasi positif Covid-19 dalam sepekan terakhir mencapai 141 kasus. Tak hanya itu. Skor resiko daerah kasus Covid-19 semula per 27 Desember 2020 berada di peringkat 16 dengan resiko sedang 2,09, kini turun drastis di peringkat 36 dengan resiko tinggi 1,8.

Sedangkan kabupaten tetangga, Bojonegoro dan Tuban, berada di peringkat 34 dan 35 dengan resiko sedang. Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan dr Taufik Hidayat menjelaskan, cuti bersama dalam rangka Natal dan Tahun Baru (nataru) pekan lalu merupakan potensi naiknya angka kasus Covid-19 di Kota Soto ini.

Menurut dia, kenaikan kasus yang terjadi juga dipengaruhi produktivitas masyarakat yang tidak memerhatikan protokol kesehatan. ‘’Tapi kenaikan yang terjadi memang adanya masyarakat mulai lebih produktif. Tetapi, tidak diikuti kesadaran, ketaatan, dan kedisiplinan protokol kesehatan. Dan juga mungkin efek perubahan cuaca,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (4/1).

Baca Juga :  Keluarga Meyakini Wardoyo Mati Dibunuh

Pria yang juga kepala Dinas Kesehatan Lamongan ini menambahkan, saat ini tercatat 66 pasien dirawat di RS rujukan Covid-19 Lamongan dan 13 pasien di RS rujukan Covid-19 luar Lamongan. Taufik menuturkan, Bupati Fadeli telah mengintruksikan penambahan tempat tidur agar dapat mengakomodasi pasien yang harus menjalani isolasi RS.

‘’Petunjuk Pak Bupati, RSUD dr Soegiri akan menambah 30 sampai dengan 60 tempat tidur. Juga beberapa puskesmas diusulkan ke Kemenkes (Kementrian Kesehatan) untuk bisa jadi RS lapangan sekaligus gedunggedung lain yang bisa dimanfaatkan. Dengan tetap memperhatikan kegiatan dan program yang sifatnya promotif dan preventif, diharapkan masyarakat akan terlayani dengan baik. Untuk penambahan di RSUD dr Soegiri, seminggu lagi bisa dimanfaatkan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Kreatif! Bonsai Kelapa Dijadikan Media Lukis Karakter

Meskipun bertatus zona merah, Taufik menilai Kabupaten Lamongan tidak perlu menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Menurut dia, yang terpenting saat ini masyarakat harus menjaga fisik dan imunitasnya. Sekaligus disiplin menerapkan protokol kesehatan serta tetap produktif.

Taufik juga mewanti-wanti bagi yang memiliki penyakit penyerta atau kormobid harus rutin memeriksakan kesehatannya. Dikomfirmasi terpisah, Kasubbag Hukum, Organisasi, dan Pemasaran RSUD dr. Soegiri Lamongan Budi Wignyo S., membenarkan bahwa pihaknya segera menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19 yang dirujuk.

Budi mengatakan, saat ini ada 111 pasien terkonfirmasi positif dan suspek yang dirawat di RS milik pemerintah tersebut. Namun, tidak semua pasien ditempatkan di Fasilitas Isolasi dan Layanan Covid-19 yang berkapasitas 82 tempat tidur. ‘’Kita sudah ada ruang isolasi tambahan,’’ katanya. 

Artikel Terkait

Most Read

Suhu 45 Derajat, JCH Sehat

Bianglala tak Kunjung Dibangun

Nihil, Hasil Operasi Narkoba

Artikel Terbaru


/