alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Bupati: Lebih Tiga Tahun ASN Butuh Penyegaran

Radar Bojonegoro – Gerbong mutasi pejabat di di lingkup Pemkab Bojonegoro kemarin (4/1) kembali bergerak, sekitar 486 kursi aparatur sipil Negara (ASN), mulai eselon II hingga eselon IV. Mutasi atas dasar perubahan struktor organisasi tata kerja (SOTK). Sedangkan promosi hanya untuk beberapa jabatan saja. Sekitar 271 jabatan resmi berkurang.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menjelaskan, perampingan dan penggabungan OPD itu untuk menyeleraskan kebijakan pusat maupun provinsi. Sehingga, bisa menjadi OPD yang lincah. Pelayanan bisa semakin maksimal. ‘’OPD menjadi semakin efisien dan tidak tumpang tindih,’’ ujarnya.

Menurut bupati, dinas ketahanan pangan dan dinas pertanian selama ini memang tumpang tindih, fungsinya hampir sama. Begitu juga dengan dinas perdagangan dan dinas koperasi dan usaha mikro. Sehingga, harus digabungkan. Sehingga, semakin lincah dalam melayani masyarakat.

Baca Juga :  261 Calon Jemaah Haji Bojonegoro Berangkat Menuju Asrama Haji

Mutasi dan promosi ini sudah melalui kajian berdasarkan peta dan data. Mulai lama berdinas di OPD, hingga latar belakang pendidikan. ‘’Saya minta pada BKPP agar ASN yang sudah tiga tahun lebih untuk dilakukan penyegaran. Agar tidak terjadi kejenuhan,’’ jelasnya.

Bu Anna meminta ASN yang dipindah jauh dari kota untuk menerima tugas dengan baik. Sebab, ASN dimanapun berada memiliki gaji dan tunjangan sama. Sehingga, tinggal menjalani saja. ‘’Kalau semua minta di perkotaan, siapa yang akan bertugas di kecamatan,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 6 Bojonegoro Lasiran yang baru mendapatkan promosi sebagai sekretaris dinas pendidikan terlihat tancap gas. Pria pernah menjabat kepala SMPN 1 Bojonegoro itu usai dilantik bergegas masuk kerja.

Baca Juga :  APK Prabowo – Sandi Dibakar, Relawan PAS Laporkan ke Bawaslu

‘’Tadi saya langsung masuk,’’ jelas saat dihubungi terpisah. Selain di pendapa Malowopati, pelantikan juga berlangsung di kecamatan, mengikuti jalannya pelantikan secara virtual.

Sesuai data mutasi kemarin, Helmy Elisabeth sebelumnya menjabat kepala dinas pertanian, dilantik menjadi kepala dinas ketahanan pangan dan pertanian. Gabungan antara dinas ketahanan pangan dan dinas pertanian. Sedangkan Elzadeba Agustina sebelumnya menjabat kepala dinas ketahanan pangan, menduduki jabatan barunya di staf ahli bupati bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan.

Selain itu, Sukaemi sebelumnya menjabat kepala dinas perdagangan, dilantik sebagai kepala dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (Disdagkop). Gabungan antara dinas perdagangan dan dinas koperasi dan usaha mikro.

Radar Bojonegoro – Gerbong mutasi pejabat di di lingkup Pemkab Bojonegoro kemarin (4/1) kembali bergerak, sekitar 486 kursi aparatur sipil Negara (ASN), mulai eselon II hingga eselon IV. Mutasi atas dasar perubahan struktor organisasi tata kerja (SOTK). Sedangkan promosi hanya untuk beberapa jabatan saja. Sekitar 271 jabatan resmi berkurang.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menjelaskan, perampingan dan penggabungan OPD itu untuk menyeleraskan kebijakan pusat maupun provinsi. Sehingga, bisa menjadi OPD yang lincah. Pelayanan bisa semakin maksimal. ‘’OPD menjadi semakin efisien dan tidak tumpang tindih,’’ ujarnya.

Menurut bupati, dinas ketahanan pangan dan dinas pertanian selama ini memang tumpang tindih, fungsinya hampir sama. Begitu juga dengan dinas perdagangan dan dinas koperasi dan usaha mikro. Sehingga, harus digabungkan. Sehingga, semakin lincah dalam melayani masyarakat.

Baca Juga :  Tercatat 1.794 Janda Muda, Faktor Ekonomi Menjadi Penyebab Utama

Mutasi dan promosi ini sudah melalui kajian berdasarkan peta dan data. Mulai lama berdinas di OPD, hingga latar belakang pendidikan. ‘’Saya minta pada BKPP agar ASN yang sudah tiga tahun lebih untuk dilakukan penyegaran. Agar tidak terjadi kejenuhan,’’ jelasnya.

Bu Anna meminta ASN yang dipindah jauh dari kota untuk menerima tugas dengan baik. Sebab, ASN dimanapun berada memiliki gaji dan tunjangan sama. Sehingga, tinggal menjalani saja. ‘’Kalau semua minta di perkotaan, siapa yang akan bertugas di kecamatan,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 6 Bojonegoro Lasiran yang baru mendapatkan promosi sebagai sekretaris dinas pendidikan terlihat tancap gas. Pria pernah menjabat kepala SMPN 1 Bojonegoro itu usai dilantik bergegas masuk kerja.

Baca Juga :  Manajemen Persibo akan Kumpulkan Suporter

‘’Tadi saya langsung masuk,’’ jelas saat dihubungi terpisah. Selain di pendapa Malowopati, pelantikan juga berlangsung di kecamatan, mengikuti jalannya pelantikan secara virtual.

Sesuai data mutasi kemarin, Helmy Elisabeth sebelumnya menjabat kepala dinas pertanian, dilantik menjadi kepala dinas ketahanan pangan dan pertanian. Gabungan antara dinas ketahanan pangan dan dinas pertanian. Sedangkan Elzadeba Agustina sebelumnya menjabat kepala dinas ketahanan pangan, menduduki jabatan barunya di staf ahli bupati bidang ekonomi, keuangan, dan pembangunan.

Selain itu, Sukaemi sebelumnya menjabat kepala dinas perdagangan, dilantik sebagai kepala dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (Disdagkop). Gabungan antara dinas perdagangan dan dinas koperasi dan usaha mikro.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/