alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Bachtiar Abu Duror, Salah Satu Pembudidaya Anggur Laut di Lamongan

- Advertisement -

Budidaya anggur laut lebih baik mengambil bibitnya dari laut langsung. Bachtiar Abu Duror sudah mencoba dan berhasil.

M GAMAL AYATULLAH, Radar Lamongan

Bentuk anggur laut seperti anggur hijau. Ukurannya lebih kecil. Sudah sekitar dua tahun ini Bachtiar Abu Duror, 33, asal Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran  melakukan budidaya tanaman tersebut. Sebelum budidaya anggur laut, dia pernah menanam rumput laut di perairan Kandangsemankon. Namun, usahanya waktu itu tidak berhasil. Sebab, rumput laut membutuhkan air yang jernih. Sementara air wilayah tersebut kurang jernih. Bahkan, sebagian airnya tercemar limbah.

‘’Dari situlah, akhinya saya mempunyai ide melakukan budidaya anggur laut Mas,’’ tuturnya. Sebelum budidaya anggur laut, Bachtiar mencari banyak referensi. Dia akhirnya mengetahui bahwa anggur laut dapat tumbuh pada air yang tercemar.

Bahkan, tumbuhan ini bisa mencegah limbah tidak meluas. Bachtiar lalu membeli bibit anggur laut dari Jakarta. ‘’Saat panen, kualitasnya kurang bagus,’’ kenangnya. Dia mencari informasi lagi tentang budidaya tersebut. Bachtiar kemudian melihat budidaya yang dilakukan warga Tuban. Ternyata, bibitnya mencari di dalam laut. Dia lalu melakukan pencarian sendiri. Bachtiar menemukan bibit di wilayah laut Brondong. Bibit anggur laut ditemukan dengan cara menyelam di kedalaman 3 – 4 meter.

Baca Juga :  Wacanakan Ubah Nama Jalan Gedongombo Jadi Jalan Tonny Koeswoyo
- Advertisement -

‘’Penanaman sendiri juga dilakukan kedalaman 3 sampai 4 meter, sama seperti habitat awalnya,’’ jelas bapak satu anak ini. 

Sekali tanam, Bachtiar dapat melakukan tiga kali panen. Saat menanam dia harus memerhatikan sinar matahari. Jika terlalu dalam, maka cahaya matahari berkurang dan dapat memengaruhi pertumbuhan anggur laut. Jika terlalu dangkal, maka bibit terlalu panas terkena sinar matahari langsung.

Dia memilih menanam bibit anggur laut dengan cara diikat sepanjang belasan meter. Sekitar satu bulan kemudian, dia bisa memanen. Sampai saat ini, Bachtiar memiliki 60 bentangan sepanjang 12 meter. ‘’Dilakukan sirkulasi (panennya). Sekali panen paling sedikit 7 kg. Kalaupun banyak, bisa 10 kg,’’ jelasnya.

Dia merasa kesulitan saat melakukan pengikatan bibit. Jika terlalu kencang, maka bisa putus. Jika terlalu longgar, maka tanaman tersebut bisa jatuh.  Hasil panennya ada yang dikirim ke luar kota.

Baca Juga :  Tertipu Jual Beli OnlineĀ 

Bachtiar juga pernah diminta sampel oleh Dinas Ketahanan Pangan. Hasilnya dinyatakan bagus dan anggur lautnya sering diminta kirim ke Bupati Lamongan Fadeli selama sekitar 6 bulan terakhir. Namun, Bachtiar tak bisa selamanya menanam anggur laut. ‘’Gelombang tinggi tak bisa tanam anggur laut,’’ ujarnya. Jika memaksa menanam, maka bibit akan rusak terkena ombak. Dia pernah mencobanya. Tali serta ikatan anggur rusak.

Budidaya anggur laut lebih baik mengambil bibitnya dari laut langsung. Bachtiar Abu Duror sudah mencoba dan berhasil.

M GAMAL AYATULLAH, Radar Lamongan

Bentuk anggur laut seperti anggur hijau. Ukurannya lebih kecil. Sudah sekitar dua tahun ini Bachtiar Abu Duror, 33, asal Desa Kandangsemangkon, Kecamatan Paciran  melakukan budidaya tanaman tersebut. Sebelum budidaya anggur laut, dia pernah menanam rumput laut di perairan Kandangsemankon. Namun, usahanya waktu itu tidak berhasil. Sebab, rumput laut membutuhkan air yang jernih. Sementara air wilayah tersebut kurang jernih. Bahkan, sebagian airnya tercemar limbah.

‘’Dari situlah, akhinya saya mempunyai ide melakukan budidaya anggur laut Mas,’’ tuturnya. Sebelum budidaya anggur laut, Bachtiar mencari banyak referensi. Dia akhirnya mengetahui bahwa anggur laut dapat tumbuh pada air yang tercemar.

Bahkan, tumbuhan ini bisa mencegah limbah tidak meluas. Bachtiar lalu membeli bibit anggur laut dari Jakarta. ‘’Saat panen, kualitasnya kurang bagus,’’ kenangnya. Dia mencari informasi lagi tentang budidaya tersebut. Bachtiar kemudian melihat budidaya yang dilakukan warga Tuban. Ternyata, bibitnya mencari di dalam laut. Dia lalu melakukan pencarian sendiri. Bachtiar menemukan bibit di wilayah laut Brondong. Bibit anggur laut ditemukan dengan cara menyelam di kedalaman 3 – 4 meter.

Baca Juga :  Mati di Parit
- Advertisement -

‘’Penanaman sendiri juga dilakukan kedalaman 3 sampai 4 meter, sama seperti habitat awalnya,’’ jelas bapak satu anak ini. 

Sekali tanam, Bachtiar dapat melakukan tiga kali panen. Saat menanam dia harus memerhatikan sinar matahari. Jika terlalu dalam, maka cahaya matahari berkurang dan dapat memengaruhi pertumbuhan anggur laut. Jika terlalu dangkal, maka bibit terlalu panas terkena sinar matahari langsung.

Dia memilih menanam bibit anggur laut dengan cara diikat sepanjang belasan meter. Sekitar satu bulan kemudian, dia bisa memanen. Sampai saat ini, Bachtiar memiliki 60 bentangan sepanjang 12 meter. ‘’Dilakukan sirkulasi (panennya). Sekali panen paling sedikit 7 kg. Kalaupun banyak, bisa 10 kg,’’ jelasnya.

Dia merasa kesulitan saat melakukan pengikatan bibit. Jika terlalu kencang, maka bisa putus. Jika terlalu longgar, maka tanaman tersebut bisa jatuh.  Hasil panennya ada yang dikirim ke luar kota.

Baca Juga :  Rhanuga Harmusya, Kolektor Gundam Asal Bojonegoro

Bachtiar juga pernah diminta sampel oleh Dinas Ketahanan Pangan. Hasilnya dinyatakan bagus dan anggur lautnya sering diminta kirim ke Bupati Lamongan Fadeli selama sekitar 6 bulan terakhir. Namun, Bachtiar tak bisa selamanya menanam anggur laut. ‘’Gelombang tinggi tak bisa tanam anggur laut,’’ ujarnya. Jika memaksa menanam, maka bibit akan rusak terkena ombak. Dia pernah mencobanya. Tali serta ikatan anggur rusak.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/