alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Tidak Komitmen, Penerima PKH Dihentikan 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Bojonegoro tahun ini berkurang. Berkurangnya penerima bantuan pemerintah pusat tersebut menyusul tidak komitmennya sebagian penerimanya. 

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Slamet menjelaskan, penerima PKH harus memegang komitmen menaati aturan sebagai penerima. Di antaranya mengikuti program posyandu dan pertemuan kelompok yang digelar sebulan sekali. ”Sehingga, penerima manfaat yang tidak berkomitmen itu dihentikan penyalurannya,” tegas dia. 

Selain itu, penerima PKH juga harus menjaga agar anaknya rajin sekolah. Sebab, jika absensi kehadiran anak di bawah 85 persen akan dihentikan. ”Itu salah satu syarat yang harus dipenuhi,” ujar Slamet. 

Baca Juga :  Dinginkan Suasana, Ajak Perkuat Persatuan

Pada 2019, jumlah penerima PKH yang dihentikan sementara cukup banyak. Jumlahnya mencapai 3.613 orang. Namun, pada penerimaan tahap akhir mereka sudah tercantum lagi. Sebab, mereka kembali mengikuti kegiatan yang disyaratkan.

Slamet menjelaskan, PKH diberikan dalam empat tahap. Pada 2019, jumlah yang disalurkan menurun. Tahap pertama, jumlah penerima mencapai 67.790 orang. Kemudian pada tahap kedua turun menjadi 67.429 orang. Pada, tahap ketiga turun lagi menjadi 63.310 orang. Kemudian tahap keempat baru mengalami kenaikan. Yakni, 62.845 orang. 

”Kenaikan tersebut terjadi karena yang tidak memenuhi komitmen itu bisa cair pada tahap keempat,” jelasnya.

Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi meminta dinsos untuk serius mendata penerima PKH. Dia tidak berharap penerima PKH salah sasaran. ”Jangan sampai orang kaya yang menerima bantuan itu,” kata dia. 

Baca Juga :  Menarif Mahal, Ditagih Mahal

Menurut Sally, selama ini banyak penerima PKH dari golongan yang mampu. Jumlahnya cukup banyak, sehingga harus didata dengan cermat. Apakah penerima PKH sudah tepat sasaran? ”Jangan sampai orang miskin tidak terdata, tapi yang kaya malah terdata sebagai penerima,” kata dia berharap.(zim/ds)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Bojonegoro tahun ini berkurang. Berkurangnya penerima bantuan pemerintah pusat tersebut menyusul tidak komitmennya sebagian penerimanya. 

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Slamet menjelaskan, penerima PKH harus memegang komitmen menaati aturan sebagai penerima. Di antaranya mengikuti program posyandu dan pertemuan kelompok yang digelar sebulan sekali. ”Sehingga, penerima manfaat yang tidak berkomitmen itu dihentikan penyalurannya,” tegas dia. 

Selain itu, penerima PKH juga harus menjaga agar anaknya rajin sekolah. Sebab, jika absensi kehadiran anak di bawah 85 persen akan dihentikan. ”Itu salah satu syarat yang harus dipenuhi,” ujar Slamet. 

Baca Juga :  Menarif Mahal, Ditagih Mahal

Pada 2019, jumlah penerima PKH yang dihentikan sementara cukup banyak. Jumlahnya mencapai 3.613 orang. Namun, pada penerimaan tahap akhir mereka sudah tercantum lagi. Sebab, mereka kembali mengikuti kegiatan yang disyaratkan.

Slamet menjelaskan, PKH diberikan dalam empat tahap. Pada 2019, jumlah yang disalurkan menurun. Tahap pertama, jumlah penerima mencapai 67.790 orang. Kemudian pada tahap kedua turun menjadi 67.429 orang. Pada, tahap ketiga turun lagi menjadi 63.310 orang. Kemudian tahap keempat baru mengalami kenaikan. Yakni, 62.845 orang. 

”Kenaikan tersebut terjadi karena yang tidak memenuhi komitmen itu bisa cair pada tahap keempat,” jelasnya.

Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro Sally Atyasasmi meminta dinsos untuk serius mendata penerima PKH. Dia tidak berharap penerima PKH salah sasaran. ”Jangan sampai orang kaya yang menerima bantuan itu,” kata dia. 

Baca Juga :  Dipompa, Air Belum Surut

Menurut Sally, selama ini banyak penerima PKH dari golongan yang mampu. Jumlahnya cukup banyak, sehingga harus didata dengan cermat. Apakah penerima PKH sudah tepat sasaran? ”Jangan sampai orang miskin tidak terdata, tapi yang kaya malah terdata sebagai penerima,” kata dia berharap.(zim/ds)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/