alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Terluka di Leher, Kalung Mertua Sekda Lamongan Tak Terlihat Lagi

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kematian Ruwaeni, 68, ibu mertua Sekda Lamongan Yuhronur Efendi masih menimbulkan teka – teki. Sebab, sejumlah barang berharga masih ada di rumahnya Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng. 

Yuhronur belum dapat memastikan barang apa saja yang sudah berpindah dari rumah mertuanya. Usai tiba di rumah ibu mertuanya, Sekkab Lamongan itu langsung mengantarkan jenazah Ruwaeni ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML). 

Berdasarkan penuturan istrinya Anis Kartika ketika memandikan jenazah, lanjut dia, ibu mertuanya mengenakan gelang. Namun, kalung dan anting yang biasa dikenakan Ruwaeni tidak terlihat saat dimandikan. 

Kholis Fahmi, warga desa setempat menjelaskan, Salekan penjaga rumah Ruwaeni datang ke rumahnya sekitar pukul 19.30. Awalnya, Salekan hanya mengabari Ruwaeni meninggal dunia. Selanjutnya, Kholis menuju ke lokasi bersama warga lainnya. 

Baca Juga :  Apa Isi HP Mertua Sekda Lamongan?

Setelah di tempat kejadian perkara (TKP), Kholis mendapati Ruwaeni bersimbah darah dengan berposisi terlentang di musala. Ada banyak darah yang keluar dari leher dan tangan korban. Selanjunya, warga sekitar menghubungi petugas kepolisian. 

‘’Saya melihat ada luka di leher kiri, serta tangan kirinya juga terlihat ada luka sayatan,’’ ujarnya. (ind/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kematian Ruwaeni, 68, ibu mertua Sekda Lamongan Yuhronur Efendi masih menimbulkan teka – teki. Sebab, sejumlah barang berharga masih ada di rumahnya Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng. 

Yuhronur belum dapat memastikan barang apa saja yang sudah berpindah dari rumah mertuanya. Usai tiba di rumah ibu mertuanya, Sekkab Lamongan itu langsung mengantarkan jenazah Ruwaeni ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML). 

Berdasarkan penuturan istrinya Anis Kartika ketika memandikan jenazah, lanjut dia, ibu mertuanya mengenakan gelang. Namun, kalung dan anting yang biasa dikenakan Ruwaeni tidak terlihat saat dimandikan. 

Kholis Fahmi, warga desa setempat menjelaskan, Salekan penjaga rumah Ruwaeni datang ke rumahnya sekitar pukul 19.30. Awalnya, Salekan hanya mengabari Ruwaeni meninggal dunia. Selanjutnya, Kholis menuju ke lokasi bersama warga lainnya. 

Baca Juga :  Teringat Bangunkan Anak untuk Salat 

Setelah di tempat kejadian perkara (TKP), Kholis mendapati Ruwaeni bersimbah darah dengan berposisi terlentang di musala. Ada banyak darah yang keluar dari leher dan tangan korban. Selanjunya, warga sekitar menghubungi petugas kepolisian. 

‘’Saya melihat ada luka di leher kiri, serta tangan kirinya juga terlihat ada luka sayatan,’’ ujarnya. (ind/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/