alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Teringat Bangunkan Anak untuk Salat 

- Advertisement -

Meninggalnya Rowaeni, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga Sekda Yuhronur Efendi. Dia masih teringat saat dibangunkan salat. 

INDRA GUNAWAN, Lamongan, Radar Lamongan 

Jantung Sekda Yuhronur Efendi berdegub kencang ketika menerima kabar bahwa ibu mertuanya Ruwaeni sudah tiada Jumat malam (3/1). Dia bergegas meluncur ke kediaman ibu mertuanya di Dusun Glogok, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng. 

‘’Kita tidak mendapatkan firasat apa-apa,’’ tutur Yuhronur. 

Istrinya, Anis Kartika, malam itu masih mengikuti acara reuni alumni di Malang. Yuhronur tak menyangka ibu mertuanya meninggal dengan kondisi luka di leher dan tangan disertai banyak darah. Ruwaeni malam itu masih mengenakan mukena, sehabis salat isya. 

- Advertisement -

‘’Tadi malam (Jumat), istri langsung pulang dan hari ini (kemarin) ikut serta memandikan jenazah,’’ tutur Yuhronur. 

Baca Juga :  PPDB TK/SD/SMP Digelar Serentak

Dia mengenang masih sempat berkomunikasi dengan ibu mertuanya lima jam sebelum mendapatkan kabar tersebut. Ruwaeni menceritakan hendak panen pepaya. Hasil panen itu rencananya dikirimkan bersama beras ke panti asuhan hari ini (5/1). Kegiatan itu agenda rutin yang dilakukan mertuanya.

‘’Semasa hidup, Ibu (Ruwaeni) memang suka berbagi,’’ imbuh pria kelahiran 12 Januari 1968 tersebut. 

Ruwaeni juga dikenal ulet dalam berbisnis. Empat bangunan toko disamping rumah merupakan aset milik Ruwaeni, yang seluruhnya dikontrakkan. 

‘’Beliau ini memang ulet dalam memperjuangkan keluarga. Memang beliau memiliki beberapa kontrakan,’’ imbuh Yuhronur. 

Ruwaeni juga menyewakan kamar kos satu atap dengan tempat tinggalnya. Dulunya penyewa kos lebih banyak dari pegawai Indomarco. Belakangan ada beberapa orang dari luar yang menyewa kos di sana. Termasuk salah satu penghuni kos yang baru tiga hari menyewa dan menghilang saat kejadian.

Baca Juga :  Pagi Hari Ikuti Senam Lansia, Selalu Diingatkan Salat

Meninggalnya Rowaeni, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga Sekda Yuhronur Efendi. Dia masih teringat saat dibangunkan salat. 

INDRA GUNAWAN, Lamongan, Radar Lamongan 

Jantung Sekda Yuhronur Efendi berdegub kencang ketika menerima kabar bahwa ibu mertuanya Ruwaeni sudah tiada Jumat malam (3/1). Dia bergegas meluncur ke kediaman ibu mertuanya di Dusun Glogok, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng. 

‘’Kita tidak mendapatkan firasat apa-apa,’’ tutur Yuhronur. 

Istrinya, Anis Kartika, malam itu masih mengikuti acara reuni alumni di Malang. Yuhronur tak menyangka ibu mertuanya meninggal dengan kondisi luka di leher dan tangan disertai banyak darah. Ruwaeni malam itu masih mengenakan mukena, sehabis salat isya. 

- Advertisement -

‘’Tadi malam (Jumat), istri langsung pulang dan hari ini (kemarin) ikut serta memandikan jenazah,’’ tutur Yuhronur. 

Baca Juga :  Penyerang Mertua Sekda Lamongan Bukan Komplotan

Dia mengenang masih sempat berkomunikasi dengan ibu mertuanya lima jam sebelum mendapatkan kabar tersebut. Ruwaeni menceritakan hendak panen pepaya. Hasil panen itu rencananya dikirimkan bersama beras ke panti asuhan hari ini (5/1). Kegiatan itu agenda rutin yang dilakukan mertuanya.

‘’Semasa hidup, Ibu (Ruwaeni) memang suka berbagi,’’ imbuh pria kelahiran 12 Januari 1968 tersebut. 

Ruwaeni juga dikenal ulet dalam berbisnis. Empat bangunan toko disamping rumah merupakan aset milik Ruwaeni, yang seluruhnya dikontrakkan. 

‘’Beliau ini memang ulet dalam memperjuangkan keluarga. Memang beliau memiliki beberapa kontrakan,’’ imbuh Yuhronur. 

Ruwaeni juga menyewakan kamar kos satu atap dengan tempat tinggalnya. Dulunya penyewa kos lebih banyak dari pegawai Indomarco. Belakangan ada beberapa orang dari luar yang menyewa kos di sana. Termasuk salah satu penghuni kos yang baru tiga hari menyewa dan menghilang saat kejadian.

Baca Juga :  Calon Sekkab Lamongan Ditargetkan Dilantik Bulan Depan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/