alexametrics
33.5 C
Bojonegoro
Wednesday, September 28, 2022

Selasa, Penyerang Mertua Sekda Lamongan Terungkap?

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kasus kematian Ruwaeni, 68, ibu mertua Sekda Lamongan Yuhronur Efendi masih diselidiki petugas kepolisian Polres Lamongan.

Lima orang menjalani pemeriksaan dari kasus dengan tempat kejadian perkara rumah di Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng tersebut. Mereka adalah penghuni kos, penjaga rumah Ruwaeni, dan tiga warga setempat. 

Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Norman Wahyu Hidayat saat dikonfirmasi Sabtu dinihari menargetkan pelaku ditangkap dalam waktu tiga hari. Norman bakal mengidentifikasi adanya barang yang hilang bersama keluarga korban. ‘’Diduga pelakunya hanya satu orang,’’ katanya.

 “Sekarang kami masih bertugas, mohon bersabar” imbuhnya.

Salekan yang sehari-hari menjaga rumah korban, kali pertama mengetahui kondisi Ruwaeni meninggal setelah isya. Pria yang menjadi penjaga rumah selama sepuluh tahun itu melihat keanehan di rumah perempuan kelahiran 25 Oktober 1952 tersebut. Lampu rumah yang biasanya terang, belum dinyalakan.

Baca Juga :  Pagi Hari Ikuti Senam Lansia, Selalu Diingatkan Salat
- Advertisement -

Salekan lalu mengecek ke rumah Ruwaeni. Alangkah kagetnya dia saat melihat korban mengeluarkan banyak darah di musala dalam rumah. Salekan bergegas mengabari warga sekitar tentang kejadian tersebut.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kasus kematian Ruwaeni, 68, ibu mertua Sekda Lamongan Yuhronur Efendi masih diselidiki petugas kepolisian Polres Lamongan.

Lima orang menjalani pemeriksaan dari kasus dengan tempat kejadian perkara rumah di Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng tersebut. Mereka adalah penghuni kos, penjaga rumah Ruwaeni, dan tiga warga setempat. 

Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Norman Wahyu Hidayat saat dikonfirmasi Sabtu dinihari menargetkan pelaku ditangkap dalam waktu tiga hari. Norman bakal mengidentifikasi adanya barang yang hilang bersama keluarga korban. ‘’Diduga pelakunya hanya satu orang,’’ katanya.

 “Sekarang kami masih bertugas, mohon bersabar” imbuhnya.

Salekan yang sehari-hari menjaga rumah korban, kali pertama mengetahui kondisi Ruwaeni meninggal setelah isya. Pria yang menjadi penjaga rumah selama sepuluh tahun itu melihat keanehan di rumah perempuan kelahiran 25 Oktober 1952 tersebut. Lampu rumah yang biasanya terang, belum dinyalakan.

Baca Juga :  Penyerang Mertua Sekda Lamongan Bukan Komplotan
- Advertisement -

Salekan lalu mengecek ke rumah Ruwaeni. Alangkah kagetnya dia saat melihat korban mengeluarkan banyak darah di musala dalam rumah. Salekan bergegas mengabari warga sekitar tentang kejadian tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Naik Bus AC, Sempat Kurang Enak Badan

Kadang Dibantu Bunda

Eks Kades Pukul Kades

Korsleting, Rumah Ludes Terbakar


/