alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Progres EPC GPF Masih Sedikit 

BOJONEGORO – PT Pertamina EP Cepu (PEP-C) memulai tancapkan tiang pancang pertama kalinya di engineering, procurement, and construction (EPC) gas processing facility (GPF) kemarin (4/1). EPC GPF itu merupakan proyek pengembangan lapangan gas unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB). Proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dikelola oleh PEPC merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan diprediksi akan mulai memproduksi gas pada 2021 mendatang.

Direktur Utama PEP-C Jamsaton Nababan menjelaskan, bahwa saat ini progres EPC GPF telah mencapai 12 persen dan diharapkan progres akan bertambah maju sesuai dengan S-Curve yang telah disepakati antara PEP-C dengan konsorsium RJJ (Rekind, JGC, dan JGC Indonesia) selaku pelaksana pekerjaan.

Baca Juga :  Rolling Door PBT Dibobol 

“Pekerjaan ini dilakukan secara paralel dan simultan dari pekerjaan engineering, procurement, dan construction sehingga dapat dilaksanakan commissioning dan Project Completion EPC GPF pada 2021,” imbuh Jamsaton.

Produksi gas sebesar 192 MMSCFD tersebut nantinya akan dialirkan melalui pipa transmisi Gresik-Semarang. Dengan cadangan gas JTB sebesar 2,5 triliun kaki kubik (TCF), JTB diharapkan dapat memberikan multiplier effect, khususnya untuk mengatasi defisit pasokan gas di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

BOJONEGORO – PT Pertamina EP Cepu (PEP-C) memulai tancapkan tiang pancang pertama kalinya di engineering, procurement, and construction (EPC) gas processing facility (GPF) kemarin (4/1). EPC GPF itu merupakan proyek pengembangan lapangan gas unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB). Proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dikelola oleh PEPC merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dan diprediksi akan mulai memproduksi gas pada 2021 mendatang.

Direktur Utama PEP-C Jamsaton Nababan menjelaskan, bahwa saat ini progres EPC GPF telah mencapai 12 persen dan diharapkan progres akan bertambah maju sesuai dengan S-Curve yang telah disepakati antara PEP-C dengan konsorsium RJJ (Rekind, JGC, dan JGC Indonesia) selaku pelaksana pekerjaan.

Baca Juga :  Antre Rapid Test Labkesda, Peserta Malah Berkerumun

“Pekerjaan ini dilakukan secara paralel dan simultan dari pekerjaan engineering, procurement, dan construction sehingga dapat dilaksanakan commissioning dan Project Completion EPC GPF pada 2021,” imbuh Jamsaton.

Produksi gas sebesar 192 MMSCFD tersebut nantinya akan dialirkan melalui pipa transmisi Gresik-Semarang. Dengan cadangan gas JTB sebesar 2,5 triliun kaki kubik (TCF), JTB diharapkan dapat memberikan multiplier effect, khususnya untuk mengatasi defisit pasokan gas di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/