alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Baju Second Bermerek Diminati Anak Muda

- Advertisement -

BOJONEGORO – Agar dapat dinikmati warga menengah, salah satu pemilik toko baju second di Jalan Diponegoro, Ardinal mengatakan, sudah menjual baju second selama 10 tahun. Menurutnya, baju second bermerek paling laris di kalangan muda.

Ardinal mengatakan, tidak menerima baju second dari lokal. Alasannya, menghindari oknum-oknum yang mencuri baju. “Jadi saya khusus ambil dari Medan. Kalau dari kota, takutnya ternyata pencuri,” jelasnya.

Baju second bermerek itu dibanderol mulai Rp 5.000 hingga Rp 100.000. “Yang paling diminati itu merek Levis dan Dickis. Celana atau kaus paling banyak dicari anak-anak muda,” katanya.

Dia mengatakan, anak-anak muda rata-rata dari status mahasiswa. Menurutnya, baju second yang dibeli akan dijual kembali melalui online. “Jadi saya bantu anak-anak yang punya waktu luang untuk jualan online. Kadang produknya difoto, terus mereka unggah. Kalau ada yang minat, mereka ambil di sini,” jelasnya.

Baca Juga :  Belum Siap UNBK , Ratusan Siswa SMP Masih Gaptek

Menurutnya, selama ini pembeli di tokonya mencari barang bagus namun harga murah. “Kalau kualitas di sini kan lumayan bagus karena barang ori dan tidak cepat rusak,” kata lelaki perantauan tersebut.

- Advertisement -

Omzet yang diraih per hari mencapai Rp 1 juta. “Pembeli tidak hanya anak muda, ibu-ibu juga biasa beli di sini. Biasanya cari blazer, rok ,atau daster,” tambahnya. Namun, menurutnya selama ini pembeli tidak pernah ada yang komplain mengenai baju second. “Alhamdulillah tidak ada yang bilang gatal-gatal karena baju yang saya jual,” jelasnya. (cs/)

BOJONEGORO – Agar dapat dinikmati warga menengah, salah satu pemilik toko baju second di Jalan Diponegoro, Ardinal mengatakan, sudah menjual baju second selama 10 tahun. Menurutnya, baju second bermerek paling laris di kalangan muda.

Ardinal mengatakan, tidak menerima baju second dari lokal. Alasannya, menghindari oknum-oknum yang mencuri baju. “Jadi saya khusus ambil dari Medan. Kalau dari kota, takutnya ternyata pencuri,” jelasnya.

Baju second bermerek itu dibanderol mulai Rp 5.000 hingga Rp 100.000. “Yang paling diminati itu merek Levis dan Dickis. Celana atau kaus paling banyak dicari anak-anak muda,” katanya.

Dia mengatakan, anak-anak muda rata-rata dari status mahasiswa. Menurutnya, baju second yang dibeli akan dijual kembali melalui online. “Jadi saya bantu anak-anak yang punya waktu luang untuk jualan online. Kadang produknya difoto, terus mereka unggah. Kalau ada yang minat, mereka ambil di sini,” jelasnya.

Baca Juga :  BUMD Ditarget Pendapatan Rp 144 Miliar

Menurutnya, selama ini pembeli di tokonya mencari barang bagus namun harga murah. “Kalau kualitas di sini kan lumayan bagus karena barang ori dan tidak cepat rusak,” kata lelaki perantauan tersebut.

- Advertisement -

Omzet yang diraih per hari mencapai Rp 1 juta. “Pembeli tidak hanya anak muda, ibu-ibu juga biasa beli di sini. Biasanya cari blazer, rok ,atau daster,” tambahnya. Namun, menurutnya selama ini pembeli tidak pernah ada yang komplain mengenai baju second. “Alhamdulillah tidak ada yang bilang gatal-gatal karena baju yang saya jual,” jelasnya. (cs/)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/