alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Desak Penerapan Video Asistant Referee

KINERJAsejumlah wasit Liga 1 mendapatkan sorotan. Pengadil di lapangan dinilai masih berat sebelah dalam memimpin pertandingan.
Manajemen Persela ikut mendesak federasi dan operator kompetisi Liga 1, agar segera diterapkan video asistant referee (VAR).
‘’Semua klub sama, menginginkan pertandingan yang enak ditonton. VAR menjadi tuntutan klub-klub, termasuk dari kami, manajemen Persela,’’ tutur Manajer Persela, Edy Yunan Achmadi, kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (3/12).
Dia mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada PSSI agar ada evaluasi terhadap buruknya kinerja sejumlah wasit. Menurut Yunan, Persela kerap mendapatkan keputusan yang merugikan. Beberapa di antaranya berupa hukuman penalti.  
‘’Kami dari klub juga tidak ingin dirugikan lagi. Dari Persela sudah menyampaikan kepada komite wasit, harus ada evaluasi kepada wasit yang melakukan kesalahan,’’ imbuh Yunan.
Salah satu keputusan yang paling merugikan, yakni ketika wasit memberikan kartu kuning kepada Ivan Carlos Franca Coelho ketika menghadapi Persiraja Banda Aceh. Padahal, striker berpaspor Brasil itu tidak melakukan kontak dengan lawan. Dalam rekaman video, pemain tersebut berbenturan dengan rekannya sendiri.
‘’Informasinya akan ada tambahan dua wasit di belakang gawang. Tapi kami masih menunggu realisasinya,’’ ucap manajer asal Kecamatan Paciran tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, mengaku sudah mendapatkan informasi dari PSSI, terkait rencana penambahan dua wasit di belakang gawang.
‘’Secara teknis, PSSI yang memersiapkan. Kami dari operator kompetisi mendukung penuh, agar kompetisi Liga 1 lebih baik lagi ke depannya,’’ kata Hadian Lukita saat dikonfirmasi via ponsel.
Terkait desakan klub untuk penerapan VAR, Hadian Lukita menjelaskan, PSSI sudah melakukan koordinasi dengan FIFA sejak dua minggu lalu.
‘’Ada rencana pasti, nanti ada pertemuan-pertemuan selanjutnya terhadap realisasi VAR ini,’’ imbuhnya.
Apakah bisa diterapkan dikompetisi Liga 1 musim ini? Hadian Lukita mengatakan bahwa penerapan VAR belum bisa diterapkan tahun ini. Alasannya, butuh waktu persiapan sekitar sembilan bulan. Mulai menyiapkan SDM, alat, hingga infrastruktur VAR.
‘’Rencananya akan kita implementasikan musim depan,’’ terang Hadian Lukita.

Baca Juga :  Belum Ada Surat Resmi, Bus Tetap Tidak Beroperasi 

KINERJAsejumlah wasit Liga 1 mendapatkan sorotan. Pengadil di lapangan dinilai masih berat sebelah dalam memimpin pertandingan.
Manajemen Persela ikut mendesak federasi dan operator kompetisi Liga 1, agar segera diterapkan video asistant referee (VAR).
‘’Semua klub sama, menginginkan pertandingan yang enak ditonton. VAR menjadi tuntutan klub-klub, termasuk dari kami, manajemen Persela,’’ tutur Manajer Persela, Edy Yunan Achmadi, kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (3/12).
Dia mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada PSSI agar ada evaluasi terhadap buruknya kinerja sejumlah wasit. Menurut Yunan, Persela kerap mendapatkan keputusan yang merugikan. Beberapa di antaranya berupa hukuman penalti.  
‘’Kami dari klub juga tidak ingin dirugikan lagi. Dari Persela sudah menyampaikan kepada komite wasit, harus ada evaluasi kepada wasit yang melakukan kesalahan,’’ imbuh Yunan.
Salah satu keputusan yang paling merugikan, yakni ketika wasit memberikan kartu kuning kepada Ivan Carlos Franca Coelho ketika menghadapi Persiraja Banda Aceh. Padahal, striker berpaspor Brasil itu tidak melakukan kontak dengan lawan. Dalam rekaman video, pemain tersebut berbenturan dengan rekannya sendiri.
‘’Informasinya akan ada tambahan dua wasit di belakang gawang. Tapi kami masih menunggu realisasinya,’’ ucap manajer asal Kecamatan Paciran tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita, mengaku sudah mendapatkan informasi dari PSSI, terkait rencana penambahan dua wasit di belakang gawang.
‘’Secara teknis, PSSI yang memersiapkan. Kami dari operator kompetisi mendukung penuh, agar kompetisi Liga 1 lebih baik lagi ke depannya,’’ kata Hadian Lukita saat dikonfirmasi via ponsel.
Terkait desakan klub untuk penerapan VAR, Hadian Lukita menjelaskan, PSSI sudah melakukan koordinasi dengan FIFA sejak dua minggu lalu.
‘’Ada rencana pasti, nanti ada pertemuan-pertemuan selanjutnya terhadap realisasi VAR ini,’’ imbuhnya.
Apakah bisa diterapkan dikompetisi Liga 1 musim ini? Hadian Lukita mengatakan bahwa penerapan VAR belum bisa diterapkan tahun ini. Alasannya, butuh waktu persiapan sekitar sembilan bulan. Mulai menyiapkan SDM, alat, hingga infrastruktur VAR.
‘’Rencananya akan kita implementasikan musim depan,’’ terang Hadian Lukita.

Baca Juga :  Waspadai Tren Positif Mutiara Hitam

Artikel Terkait

Most Read

Banpol Cair Lebih Awal

Kepala Sekolah Cukup Pantau dari Ponsel

Artikel Terbaru


/