alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Harga Cabai dan Mayoritas Bumbu Dapur Naik

Radar Lamongan – Harga mayoritas bahan kebutuhan bumbu masak merangkak naik. Kenaikan harga kebutuhan di dapur itu dipengaruhi menurunnya pasokan. ‘’Kemungkinan karena faktor cuaca. Jadi seperti cabai dan bawang kan di sejumlah daerah sudah tidak masa panen,’’ tutur salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo Sutri kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (3/11). Dia hanya menjual sekitar 10 kilogram tiap bumbu masak karena pasokannya cukup minim.

Bahkan, Sutri mengaku berburu cabai di daerah Lamongan. ‘’Kemarin anak saya juga ngambil di daerah utara Lamongan, kan di situ banyak petani cabai,’’ katanya. Cabai rawit yang semula Rp 15 ribu per kg, kini Rp 20 ribu per kg. Sedangkan, cabai merah besar yang sebelumnya Rp 25 ribu, kini Rp 32 ribu per kg.

Baca Juga :  Wisata Bisa Bernapas Tahun Depan

‘’Mulai minggu ini, semuanya serba mahal,’’ tutur pedagang berjilbab tersebut. Sementara bawang merah yang semula Rp 25 ribu per kg, naik menjadi Rp 30 ribu per kg. Bawang putih juga mengalami kenaikan harga, dari di bawah Rp 20 ribu per kg, menjadi sekitar Rp 22 ribu per kg.

‘’Kenaikan harganya sedikit-sedikit setiap dua sampai tiga hari sekali,’’ imbuh Sutri. Dia mengatakan, kualitas cabai saat musim hujan seperti ini kurang bagus. Bahkan, beberapa cabai busuk. Sutri setiap hari harus memilah-milah dan membuang cabai yang tak layak jual.

‘’Ya biasalah cabai kan tidak tahan lama,’’ kata Sutri sembari memilahmilah cabai yang busuk. Menurut dia, pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) masih berimbas penjualan bumbu masak. Sutri mengatakan, dalam sehari hanya mampu menjual sekitar 2 kg cabai rawit. ‘’Pasar sekarang masih sepi mas. Apalagi sekarang ditambah harga bumbu masak naik terus,’’ ujar Sutri.

Baca Juga :  Lindungi dan Tingkatkan Kualitas Pekerja Migran Indonesia saat Pandemi

Radar Lamongan – Harga mayoritas bahan kebutuhan bumbu masak merangkak naik. Kenaikan harga kebutuhan di dapur itu dipengaruhi menurunnya pasokan. ‘’Kemungkinan karena faktor cuaca. Jadi seperti cabai dan bawang kan di sejumlah daerah sudah tidak masa panen,’’ tutur salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo Sutri kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (3/11). Dia hanya menjual sekitar 10 kilogram tiap bumbu masak karena pasokannya cukup minim.

Bahkan, Sutri mengaku berburu cabai di daerah Lamongan. ‘’Kemarin anak saya juga ngambil di daerah utara Lamongan, kan di situ banyak petani cabai,’’ katanya. Cabai rawit yang semula Rp 15 ribu per kg, kini Rp 20 ribu per kg. Sedangkan, cabai merah besar yang sebelumnya Rp 25 ribu, kini Rp 32 ribu per kg.

Baca Juga :  Lima UMKM Kerajinan Tuban Lolos Program Ekspor

‘’Mulai minggu ini, semuanya serba mahal,’’ tutur pedagang berjilbab tersebut. Sementara bawang merah yang semula Rp 25 ribu per kg, naik menjadi Rp 30 ribu per kg. Bawang putih juga mengalami kenaikan harga, dari di bawah Rp 20 ribu per kg, menjadi sekitar Rp 22 ribu per kg.

‘’Kenaikan harganya sedikit-sedikit setiap dua sampai tiga hari sekali,’’ imbuh Sutri. Dia mengatakan, kualitas cabai saat musim hujan seperti ini kurang bagus. Bahkan, beberapa cabai busuk. Sutri setiap hari harus memilah-milah dan membuang cabai yang tak layak jual.

‘’Ya biasalah cabai kan tidak tahan lama,’’ kata Sutri sembari memilahmilah cabai yang busuk. Menurut dia, pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) masih berimbas penjualan bumbu masak. Sutri mengatakan, dalam sehari hanya mampu menjual sekitar 2 kg cabai rawit. ‘’Pasar sekarang masih sepi mas. Apalagi sekarang ditambah harga bumbu masak naik terus,’’ ujar Sutri.

Baca Juga :  Nasib Albothyl Masih Menggantung

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/