alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Dua Tahun Tanpa Anggaran, Proyek JLS Lamongan Tak Kunjung Selesai

Radar Lamongan – Proyek jangka panjang jalur lingkar selatan (JLS) di Kecamatan Babat dan jalur lingkar utara (JLU) di Kecamatan Lamongan bakal lebih lama terselesaikan. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Lamongan memastikan proyek JLS tidak dikucuri anggaran selama dua tahun ini.

‘’Untuk tahun ini tidak ada. Tahun depan juga tidak ada anggaran di sana (JLS),’’ tutur Kabid Perbaikan Jalan Kabupaten Dandoko kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (3/11).

Selama ini, JLS mengandalkan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) dari pusat dan APBD setempat. JLS diproyeksikan menghubungkan antara jalan nasional dan jalan provinsi Babat – Jombang.

Menurut Dandoko, penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19) menyebabkan pos APBD berkurang. ‘’Karena kita kan ada pengurangan. Jadi memang ada yang lebih prioritas. Keuangan kita masih belum stabil akibat covid-19,’’ kata pria berkacamata tersebut.

Baca Juga :  Pemkab dan DPRD Enggan Susun Perda KTR

Sebelumnya, setiap tahun selalu dianggarkan proyek jalan maupun jembatan di sana. Dandoko menjelaskan, badan jalan, pondasi, dan struktur jalan di JLS sudah selesai dikerjakan. ‘’Sebenarnya di sana tinggal sedikit, hanya lapis permukaan saja,’’ ujar Dandoko saat dikonfirmasi via ponsel.

Sementara itu, pengembangan proyek jalan lingkar utara juga masih mandeg. Proyek penghubung Kecamatan Deket – Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan tak tersentuh sejak setahun terakhir. ‘’JLU itu sebenarnya tinggal sedikit pembebasan lahan, sekitar 29 persen saja,’’ katanya.

Rencananya JLU sebagai jalur alternatif untuk menghindari double track KA di jalan nasional. Dandoko mengaku masih berkoordinasi dengan pusat terkait kelanjutan proyek JLU. ‘’Kita tanyakan ke pusat terakhir, belum ada perkembangan dalam waktu dekat,’’ kata Dandoko.

Baca Juga :  Material Pembangunan Jembatan Kare Membahayakan Pengguna Jalan

Menurut dia, pusat ingin membebankan anggaran kelanjutan proyek JLU kepada pemkab setempat. ‘’Iya memang rencananya seperti itu. Tapi kan anggaran kita jelas tidak ngatasi kalau melihat proyek sebesar itu,’’ ujar Dandoko.

Radar Lamongan – Proyek jangka panjang jalur lingkar selatan (JLS) di Kecamatan Babat dan jalur lingkar utara (JLU) di Kecamatan Lamongan bakal lebih lama terselesaikan. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Lamongan memastikan proyek JLS tidak dikucuri anggaran selama dua tahun ini.

‘’Untuk tahun ini tidak ada. Tahun depan juga tidak ada anggaran di sana (JLS),’’ tutur Kabid Perbaikan Jalan Kabupaten Dandoko kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (3/11).

Selama ini, JLS mengandalkan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) dari pusat dan APBD setempat. JLS diproyeksikan menghubungkan antara jalan nasional dan jalan provinsi Babat – Jombang.

Menurut Dandoko, penyebaran corona virus disease 2019 (covid-19) menyebabkan pos APBD berkurang. ‘’Karena kita kan ada pengurangan. Jadi memang ada yang lebih prioritas. Keuangan kita masih belum stabil akibat covid-19,’’ kata pria berkacamata tersebut.

Baca Juga :  Bisnis Photobooth Digandrungi Pelajar, Ini Alasannya

Sebelumnya, setiap tahun selalu dianggarkan proyek jalan maupun jembatan di sana. Dandoko menjelaskan, badan jalan, pondasi, dan struktur jalan di JLS sudah selesai dikerjakan. ‘’Sebenarnya di sana tinggal sedikit, hanya lapis permukaan saja,’’ ujar Dandoko saat dikonfirmasi via ponsel.

Sementara itu, pengembangan proyek jalan lingkar utara juga masih mandeg. Proyek penghubung Kecamatan Deket – Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan tak tersentuh sejak setahun terakhir. ‘’JLU itu sebenarnya tinggal sedikit pembebasan lahan, sekitar 29 persen saja,’’ katanya.

Rencananya JLU sebagai jalur alternatif untuk menghindari double track KA di jalan nasional. Dandoko mengaku masih berkoordinasi dengan pusat terkait kelanjutan proyek JLU. ‘’Kita tanyakan ke pusat terakhir, belum ada perkembangan dalam waktu dekat,’’ kata Dandoko.

Baca Juga :  Pabrik Lain Belum Buka, PT KTM Diserbu Truk Luar Kota

Menurut dia, pusat ingin membebankan anggaran kelanjutan proyek JLU kepada pemkab setempat. ‘’Iya memang rencananya seperti itu. Tapi kan anggaran kita jelas tidak ngatasi kalau melihat proyek sebesar itu,’’ ujar Dandoko.

Artikel Terkait

Most Read

Tiket KA Liburan Ludes 

Minta PSSI Puasat Turun Tangan

Santri Melek Teknologi

Artikel Terbaru


/