alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Aset Jembatan Glendeng Milik Siapa?

Radar Bojonegoro – Hingga kini masih simpang siur kepemilikan aset jembatan membujur utara-selatan itu. Sebab, jembatan itu dibangun sharing antara Pemprov Jatim, Pemkab Bojonegoro dan Pemkab Tuban. Tentu, bisa berimbas perawatan jembatan tak maksimal.

Kasubbid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Bakorwil Bojonegoro Ramses Panjaitan mengatakan, pembangunan Jembatan Glendeng dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro dan Pemkab Tuban sekitar 1989 hingga 1990-an. Sehingga kedua kebupaten menjadi pemilik jembatan tersebut. “Sisi utara dibangun Tuban, sisi selatan dibangun Bojonegoro,” jelasnya kemarin.

Ramses menjelaskan, perbaikan kerusakan jembatan akan dilakukan oleh Pemkab Tuban. Sebab longsor terjadi di sisi utara. Atau tepatnya di Desa Simo, Kecamatan Soko, Tuban. “Sudah berkomuikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kebupaten Tuban,” ungkapnya.

Menurut Ramses, tahun ini Pemkab Tuban tidak ada anggaran untuk perbaikan jembatan. Namun, terdapat penguatan jembatan dilakukan seiring pengecoran jalan. “Penguatan di bawah jembatan dilakukan sudah satu paket dengan pengecoran jalan,” jelasnya.

Baca Juga :  Sehari, Dua Orang Gantung Diri

Purwatno pemerhati konstruksi jembatan dan jalan mengatakan, Jembatan Glendeng masuk wilayah kabupaten. Bukan wilayah pemprov. Sehingga, penangananya ada di kabupaten. ‘’Jembatan itu berada di jalan kabupaten,’’ tutur pria pernah menjadi kasi jalan dan jembatan UPT Bina Marga Provinsi di Bojonegoro itu.

Purwanto melanjutkan, memang banyak yang mengira jembatan itu ditangani Pemprov Jatim. Namun, jembatan ditangani provinsi adalah Jembatan Kaliketek. Sedangkan Jembatan Glendeng ditangani kabupaten.

‘’Mengenai Tuban atau Bojonegoro saya kurang tahu. Yang jelas itu tidak ikut provinsi,’’ ujar pria asli Lamongan itu. ‘’Jembatan itu masih kami telusuri terkait asetnya,’’ tutur Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Bojonegoro Retno Wulandari kemarin.

Baca Juga :  Efek Lahan Tumpangsari Terasa

Retno mengungkapkan, Jembatan Glendeng dibangun dari dana sharing. Antara Pemprov Jatim, Pemkab Bojonegoro, dan Pemkab Tuban. Konstruksi bagian atas berupa rangka baja adalah bantuan dari Pemprov Jatim. Sedangkan struktur bawah atau pilar berasal dari kedua kabupaten. Yakni, Bojonegoro dan Tuban. “Jembatan dibangun antara tahun 1991 hingga 1992,” ungkap Retno.

Kepala Dinas PUPR Tuban Agung Supriyadi mendapatkan informasi bahwa jembatan dibangun 1990 dan beroperasi 1992. Pembangunan dilakukan dua kabupaten. Bojonegoro membangun sisi selatan dan Tuban dari sisi utara. Namun hanya pancang, fondasi, dan bangunan pendukung jembatan. Sementara, bagian atas jalan dan rangka jembatan dibangun pemprov. Agung menjelaskan masih akan berkoordinasi dengan provinsi untuk kelayakan jembatan. Jika masih layak bisa dilalui, namun jika tidak layak akan ditutup. (irv)

Radar Bojonegoro – Hingga kini masih simpang siur kepemilikan aset jembatan membujur utara-selatan itu. Sebab, jembatan itu dibangun sharing antara Pemprov Jatim, Pemkab Bojonegoro dan Pemkab Tuban. Tentu, bisa berimbas perawatan jembatan tak maksimal.

Kasubbid Sarana dan Prasarana (Sarpras) Bakorwil Bojonegoro Ramses Panjaitan mengatakan, pembangunan Jembatan Glendeng dilakukan oleh Pemkab Bojonegoro dan Pemkab Tuban sekitar 1989 hingga 1990-an. Sehingga kedua kebupaten menjadi pemilik jembatan tersebut. “Sisi utara dibangun Tuban, sisi selatan dibangun Bojonegoro,” jelasnya kemarin.

Ramses menjelaskan, perbaikan kerusakan jembatan akan dilakukan oleh Pemkab Tuban. Sebab longsor terjadi di sisi utara. Atau tepatnya di Desa Simo, Kecamatan Soko, Tuban. “Sudah berkomuikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kebupaten Tuban,” ungkapnya.

Menurut Ramses, tahun ini Pemkab Tuban tidak ada anggaran untuk perbaikan jembatan. Namun, terdapat penguatan jembatan dilakukan seiring pengecoran jalan. “Penguatan di bawah jembatan dilakukan sudah satu paket dengan pengecoran jalan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pendidikan Politik Bisa Pangkas Perilaku Koruptif

Purwatno pemerhati konstruksi jembatan dan jalan mengatakan, Jembatan Glendeng masuk wilayah kabupaten. Bukan wilayah pemprov. Sehingga, penangananya ada di kabupaten. ‘’Jembatan itu berada di jalan kabupaten,’’ tutur pria pernah menjadi kasi jalan dan jembatan UPT Bina Marga Provinsi di Bojonegoro itu.

Purwanto melanjutkan, memang banyak yang mengira jembatan itu ditangani Pemprov Jatim. Namun, jembatan ditangani provinsi adalah Jembatan Kaliketek. Sedangkan Jembatan Glendeng ditangani kabupaten.

‘’Mengenai Tuban atau Bojonegoro saya kurang tahu. Yang jelas itu tidak ikut provinsi,’’ ujar pria asli Lamongan itu. ‘’Jembatan itu masih kami telusuri terkait asetnya,’’ tutur Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Bojonegoro Retno Wulandari kemarin.

Baca Juga :  Cuaca Panas, Mendoan dan Segelas Kopi Pelepas Lelah

Retno mengungkapkan, Jembatan Glendeng dibangun dari dana sharing. Antara Pemprov Jatim, Pemkab Bojonegoro, dan Pemkab Tuban. Konstruksi bagian atas berupa rangka baja adalah bantuan dari Pemprov Jatim. Sedangkan struktur bawah atau pilar berasal dari kedua kabupaten. Yakni, Bojonegoro dan Tuban. “Jembatan dibangun antara tahun 1991 hingga 1992,” ungkap Retno.

Kepala Dinas PUPR Tuban Agung Supriyadi mendapatkan informasi bahwa jembatan dibangun 1990 dan beroperasi 1992. Pembangunan dilakukan dua kabupaten. Bojonegoro membangun sisi selatan dan Tuban dari sisi utara. Namun hanya pancang, fondasi, dan bangunan pendukung jembatan. Sementara, bagian atas jalan dan rangka jembatan dibangun pemprov. Agung menjelaskan masih akan berkoordinasi dengan provinsi untuk kelayakan jembatan. Jika masih layak bisa dilalui, namun jika tidak layak akan ditutup. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Tak Ada Pengadaan TL 

Artikel Terbaru


/