alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Kemarau Memicu Tren Demam Berdarah Menurun

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Musim kemarau panjang tahun ini menjadi pertimbangan perkiraan tren demam berdarah atau DB menurun. Sebab, perkembangbiakkan nyamuk Aedes aegypti lebih cepat ketika memasuki musim hujan.

Namun, cuaca bukanlah menjadi penentu banyaknya orang terjangkit DB. Masyarakat tetap waspada menjelang musim DB. Karena September lalu sudah mulai terlihat lima kasus DB.

Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Imam Wahyudi mengatakan, perlu mencegah dengue haemoragic fever (DHF) atau DB sejak dini. Jangan sampai menunggu jatuh korban.

’’Agar masyarakat waspada penyakit DB. Lakukan tindakan pencegahan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M (menguras, menutup, mengubur),’’ katanya kemarin (3/10).

Baca Juga :  Waspadai Praktik Money Politics

Dokter Anak RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Aisyah mengatakan, semua usia bisa terjangkit DB. Namun, lebih rentan anak-anak usia 28 hari sampai 16 tahun. Terapi standar seperti cairan dan observasi tanda vital menjadi pengobatan pertama penanganan pasien. Seperti pengukuran tensi, suhu, nadi, denyut jantung, sampai napas.

Ia menjelaskan, hari keempat sampai keenam adalah masa puncak kritis. Pasien DB perlu pengawasan ekstra jika ada tanda serius seperti muntah atau diare. ’’Tanda-tanda masuk masa kritis bisa dilihat apakah pasien ada syok, tangannya dingin, atau kencingnya berkurang. Karena lebih berisiko kehilangan cairan lebih banyak,’’ jelasnya.

Sementara, jika demam sudah turun, orang awam masih menganggap sudah sembuh. Padahal, itu masa-masa puncak kritis. Aisyah mengatakan, biasanya DB pada anak ketika masuk masa kritis lebih terlihat daripada orang dewasa. Seperti lemas, pusing berat, atau sakit perut.

Baca Juga :  Final, Pendirian Mall di Jalan Pahlawan

’’Kriteria anak dan dewasa pasien DB menurut standar WHO (world health organization) sama. Cuma terkadang ada kondisi khusus. Ada anak umur 16 tahun, hari keempat baru panas tinggi. Karena biasanya orang dewasa terbiasa melakukan aktivitas bekerja atau kesibukan lain. Jadi demam tidak dirasakan. Tapi, jika masuk masa kritis pasti ada perubahan,’’ tambahnya.

Trombosit normal antara 150.000 sampai 400.000. Setelah melewati masa kritis, trombosit akan berangsur naik perlahan-lahan dalam 3 sampai 5 hari. Jika melewati masa kritis, trombosit sudah naik lebih dari 50.000.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Musim kemarau panjang tahun ini menjadi pertimbangan perkiraan tren demam berdarah atau DB menurun. Sebab, perkembangbiakkan nyamuk Aedes aegypti lebih cepat ketika memasuki musim hujan.

Namun, cuaca bukanlah menjadi penentu banyaknya orang terjangkit DB. Masyarakat tetap waspada menjelang musim DB. Karena September lalu sudah mulai terlihat lima kasus DB.

Kepala Seksi (Kasi) Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Imam Wahyudi mengatakan, perlu mencegah dengue haemoragic fever (DHF) atau DB sejak dini. Jangan sampai menunggu jatuh korban.

’’Agar masyarakat waspada penyakit DB. Lakukan tindakan pencegahan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M (menguras, menutup, mengubur),’’ katanya kemarin (3/10).

Baca Juga :  Ditinggal Tidur, Motor Ninja Lenyap

Dokter Anak RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo Aisyah mengatakan, semua usia bisa terjangkit DB. Namun, lebih rentan anak-anak usia 28 hari sampai 16 tahun. Terapi standar seperti cairan dan observasi tanda vital menjadi pengobatan pertama penanganan pasien. Seperti pengukuran tensi, suhu, nadi, denyut jantung, sampai napas.

Ia menjelaskan, hari keempat sampai keenam adalah masa puncak kritis. Pasien DB perlu pengawasan ekstra jika ada tanda serius seperti muntah atau diare. ’’Tanda-tanda masuk masa kritis bisa dilihat apakah pasien ada syok, tangannya dingin, atau kencingnya berkurang. Karena lebih berisiko kehilangan cairan lebih banyak,’’ jelasnya.

Sementara, jika demam sudah turun, orang awam masih menganggap sudah sembuh. Padahal, itu masa-masa puncak kritis. Aisyah mengatakan, biasanya DB pada anak ketika masuk masa kritis lebih terlihat daripada orang dewasa. Seperti lemas, pusing berat, atau sakit perut.

Baca Juga :  Sudah Imunisasi, Bocah Laki Laki Asal Gayam ini Positif Difteri

’’Kriteria anak dan dewasa pasien DB menurut standar WHO (world health organization) sama. Cuma terkadang ada kondisi khusus. Ada anak umur 16 tahun, hari keempat baru panas tinggi. Karena biasanya orang dewasa terbiasa melakukan aktivitas bekerja atau kesibukan lain. Jadi demam tidak dirasakan. Tapi, jika masuk masa kritis pasti ada perubahan,’’ tambahnya.

Trombosit normal antara 150.000 sampai 400.000. Setelah melewati masa kritis, trombosit akan berangsur naik perlahan-lahan dalam 3 sampai 5 hari. Jika melewati masa kritis, trombosit sudah naik lebih dari 50.000.

Artikel Terkait

Most Read

Target Seribu Embung Tak Tercapai

Indahnya Air Mancur Menari

Stok Elpiji Rawan Dipermainkan

Jaksa Dianggap Tak Profesional 

Artikel Terbaru


/