alexametrics
25 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Orang Tua Mengira Anak Tidur Nyenyak

KOTA – Ach Ali Hafis, 25, warga Desa Kalen, Kecamatan Kedungpring, ditemukan tewas tergantung di kamar tidurnya. Kejadian itu kali pertama diketahui orang tuanya yang hendak membangunkan tidur. 

‘’Ibu kandung korban sendiri sudah mengetuk pintu,’’ kata Kapolsek Kedungpring, AKP Guntar, kemarin (3/10). 

Awalnya ibu korban ingin membangunkan anaknya karena dia hendak meminta antar untuk mengambil beras raskin di balai desa setempat. Karena tidak ada jawaban, ibu korban pergi sendiri. 

Saat pulang, pintu kamar korban masih tertutup. Dia kembali mengetuk kamar untuk mengajak korban makan siang. Karena tak ada jawaban, ibu korban mencoba mengintip kamar anaknya tersebut. Barulah diketahui korban tergantung di kamarnya. 

Baca Juga :  Terima Tunjangan Transportasi Rp 6 Juta Per BulanĀ 

‘’Dari informasi, orang tua mengira korban masih tertidur nyenyak. Karena itu saat membangunkan tak terlalu lama (mengetuk pintu), hanya sekilas saja,’’ imbuh Kapolsek.

Korban tergantung dengan tali putih yang biasanya digunakan perkemahan. Tali itu diikatkan ke kayu atap kamar tidur. Diduga, korban melilit lehernya dengan tali dan selanjutnya melompat. 

‘’Sebelumnya korban tak berbicara sama sekali sama orang tua maupun keluarga dekatnya, mengeluh atau terjadi masalah. Korban sendiri orangnya pendiam dan ramah kepada semua,’’ ujar Kapolsek.

Dia belum bisa memastikan penyebab korban ingin mengakhiri hidupnya. Dia hanya memastikan korban yang mahasiswa itu tidak mempunyai kelainan jiwa. 

‘’Pesan – pesan korban sebelum meninggal berbentuk tulisan tangan juga tak ditemuka sama sekali,’’ kata pria mempunyai balok tiga di pundaknya tersebut. (mal/yan)

Baca Juga :  Pupuk Diprediksi Hanya Cukup Sampai Mei

KOTA – Ach Ali Hafis, 25, warga Desa Kalen, Kecamatan Kedungpring, ditemukan tewas tergantung di kamar tidurnya. Kejadian itu kali pertama diketahui orang tuanya yang hendak membangunkan tidur. 

‘’Ibu kandung korban sendiri sudah mengetuk pintu,’’ kata Kapolsek Kedungpring, AKP Guntar, kemarin (3/10). 

Awalnya ibu korban ingin membangunkan anaknya karena dia hendak meminta antar untuk mengambil beras raskin di balai desa setempat. Karena tidak ada jawaban, ibu korban pergi sendiri. 

Saat pulang, pintu kamar korban masih tertutup. Dia kembali mengetuk kamar untuk mengajak korban makan siang. Karena tak ada jawaban, ibu korban mencoba mengintip kamar anaknya tersebut. Barulah diketahui korban tergantung di kamarnya. 

Baca Juga :  Sebagian Nelayan Memilih Tidak Melaut

‘’Dari informasi, orang tua mengira korban masih tertidur nyenyak. Karena itu saat membangunkan tak terlalu lama (mengetuk pintu), hanya sekilas saja,’’ imbuh Kapolsek.

Korban tergantung dengan tali putih yang biasanya digunakan perkemahan. Tali itu diikatkan ke kayu atap kamar tidur. Diduga, korban melilit lehernya dengan tali dan selanjutnya melompat. 

‘’Sebelumnya korban tak berbicara sama sekali sama orang tua maupun keluarga dekatnya, mengeluh atau terjadi masalah. Korban sendiri orangnya pendiam dan ramah kepada semua,’’ ujar Kapolsek.

Dia belum bisa memastikan penyebab korban ingin mengakhiri hidupnya. Dia hanya memastikan korban yang mahasiswa itu tidak mempunyai kelainan jiwa. 

‘’Pesan – pesan korban sebelum meninggal berbentuk tulisan tangan juga tak ditemuka sama sekali,’’ kata pria mempunyai balok tiga di pundaknya tersebut. (mal/yan)

Baca Juga :  Majelis Hakim Harus Beri Efek Jera

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/