alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Baru Dua Pabrikan yang Buka

LAMONGAN, Radar Lamongan – Petani tembakau memasuki musim panen. Namun, serapan hasil panen masih terbatas dua pabrikan yang buka.

‘’Permintaan pabrik yang sekarang sedikit sulit. Mereka (pabrik) tidak suka tembakau dicampur gula, sementara petani akan rugi jika tidak diberi gula,” ujar Supriadi, petani tembakau asal Sumberdadi, Kecamatan Mantup.

Setiap pabrik memiliki kebutuhan berbeda. Ada pabrik yang senang dengan tembakau dicampur gula karena aromanya lebih kental dan rasanya nikmat. Namun, ada pabrik yang tidak berkenan dengan campuran itu.

Dari segi rajangan, pabrik juga menentukan pilihan, halus dan kasar. Menurut dia, petani cukup kesulitan memenuhi permintaan pabrik. Jika diikuti, maka sangat merugikan. Jika tidak, maka tembakau yang ditimbun terlalu lama setelah dirajang akan turun kualitasnya. 

Baca Juga :  Hasil Asesmen Nasional Baik

Supriadi menuturkan, petani di wilayahnya terbiasa dengan rajangan campur gula. Mereka kesulitan untuk memenuhi permintaan pabrik sekarang. Apalagi, harga yang ditawarkan Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu per kilogram (kg).

‘’Ini harga pabrik, sementara di tingkat petani, bisa saja lebih rendah,” tuturnya.

Untuk pasar, Supriadi mengatakan masih mengandalkan Bojonegoro. Sebab, kebutuhan pasar lokal Lamongan, rendah. Saat ini, petani memasuki petikan ketiga. Dia berharap pabrik lain segera buka supaya bisa membantu penjualan produksi petani.

Sementara itu, Kasi Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Lamongan, Suryo, menuturkan, biasanya ada tiga pabrikan dan satu pedagang umum yang masuk di pasar Lamongan. Masing – masing pabrik mematok standar berbeda. Segmentasi penjualan juga tidak sama. Sehingga, dia berharap petani mengikuti kebutuhan pabrik.

Baca Juga :  Harga Beras di Pasaran Tinggi, Bulog Belum Agresif

Terkait harga, dia memastikan tidak berbeda dengan tahun lalu. Namun, pabrik tidak pernah terbuka kebutuhannya. “Di sini kalau krosok jarang diminati, jadi hanya rajangan saja,” katanya.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Petani tembakau memasuki musim panen. Namun, serapan hasil panen masih terbatas dua pabrikan yang buka.

‘’Permintaan pabrik yang sekarang sedikit sulit. Mereka (pabrik) tidak suka tembakau dicampur gula, sementara petani akan rugi jika tidak diberi gula,” ujar Supriadi, petani tembakau asal Sumberdadi, Kecamatan Mantup.

Setiap pabrik memiliki kebutuhan berbeda. Ada pabrik yang senang dengan tembakau dicampur gula karena aromanya lebih kental dan rasanya nikmat. Namun, ada pabrik yang tidak berkenan dengan campuran itu.

Dari segi rajangan, pabrik juga menentukan pilihan, halus dan kasar. Menurut dia, petani cukup kesulitan memenuhi permintaan pabrik. Jika diikuti, maka sangat merugikan. Jika tidak, maka tembakau yang ditimbun terlalu lama setelah dirajang akan turun kualitasnya. 

Baca Juga :  Hasil Asesmen Nasional Baik

Supriadi menuturkan, petani di wilayahnya terbiasa dengan rajangan campur gula. Mereka kesulitan untuk memenuhi permintaan pabrik sekarang. Apalagi, harga yang ditawarkan Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu per kilogram (kg).

‘’Ini harga pabrik, sementara di tingkat petani, bisa saja lebih rendah,” tuturnya.

Untuk pasar, Supriadi mengatakan masih mengandalkan Bojonegoro. Sebab, kebutuhan pasar lokal Lamongan, rendah. Saat ini, petani memasuki petikan ketiga. Dia berharap pabrik lain segera buka supaya bisa membantu penjualan produksi petani.

Sementara itu, Kasi Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Lamongan, Suryo, menuturkan, biasanya ada tiga pabrikan dan satu pedagang umum yang masuk di pasar Lamongan. Masing – masing pabrik mematok standar berbeda. Segmentasi penjualan juga tidak sama. Sehingga, dia berharap petani mengikuti kebutuhan pabrik.

Baca Juga :  Harga Beras di Pasaran Tinggi, Bulog Belum Agresif

Terkait harga, dia memastikan tidak berbeda dengan tahun lalu. Namun, pabrik tidak pernah terbuka kebutuhannya. “Di sini kalau krosok jarang diminati, jadi hanya rajangan saja,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/