alexametrics
32.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Dinkominfo Blora Ajak Warga Desa Ploso Kediren Awasi Rokok Ilegal

BLORA, Radar Bojonegoro – Dinas Komunikasi dan Informatika (DInkominfo) gelar sosialisasi pencegahan peredaran rokok ilegal di Desa Ploso Kediren Kecamatan Randublatung. Masyarakat yang hadir tampak antusias mulai dari warga, pemdes dan karang taruna.

 

Kepala Dinkominfo Blora Pratikto Nugroho, mengajak pemuda karang taruna dan warga desa serta perangkat desa Ploso Kediren Kecamatan Randublatung supaya membeli produk tembakau (rokok) yang bercukai resmi dari pemerintah.

 

“Saya mengajak semuanya, warga masyarakat di Desa Ploso Kediren membayar pajak untuk pembangunan daerah, membeli rokok yang bercukai resmi dari pemerintah, juga salah satu tertib membayar pajak,” jelasnya saat membuka sosialisasi ketentuan di Bidang Cukai Tembakau (DBH-CHT) 2022 di Balai Desa Ploso Kediren, Kemarin (2/8).

Baca Juga :  Permintaan Tongkat Komando, Menembus Kalimantan

 

Pihaknya menghimbau, jangan membeli rokok yang tidak resmi atau ilegal. Sebab dapat merugikan negara. Banyak resiko yang didapat jika membeli rokok ilegal.

 

“Ada resiko ketika menggunakan rokok yang tidak bercukai, salah satu pemanfaatan cukai yakni bisa bertemu disini,” tambahnya.

 

Sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai Tembakau (DBH CHT) Tahun 2022 diselenggarakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Infomatika Kabupaten (Dinkominfo) Kabupaten Blora.

 

Di hadapan 50 orang peserta, Budi Santoso, selaku narasumber dari KPPBC Tipe Madya Kudus mengawali paparannya dengan menyampaikan bahwa pihaknya mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Kementerian Keuangan di bidang kepabeanan dan cukai.

 

Baca Juga :  Kekurangan 1.483 Siswa

Dijelaskannya, jenis barang kena cukai berdasarkan Undang-Undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007 Pasal 4 Ayat 1, yakni etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol dan hasil tembakau. Barang tertentu tersebut mempunyai sifat dan karakteristik.

 

“Sehingga konsumsinya perlu dikendalikan. Peredarannya perlu diawasi, pemakainnya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan kesinambungan,” paparnya.

 

Sedangkan yang termasuk ciri-ciri rokok ilegal, yakni rokok polos, diancam pidana penjara 1 tahun sampai denga 5 tahun dan/atau denda 2x sampai dengan 10x nilai cukai (Pasal 54 UU Cukai).

 

“Kemudian rokok dengan pita cukai palsu. Ini bisa dipidana penjara 1 tahun sampai dengan 8 tahun dan/atau denda 10x sampai dengan 20x nilai cukai (Pasal 55 huruf a,b,c UU Cukai),” jelasnya. (luk)

BLORA, Radar Bojonegoro – Dinas Komunikasi dan Informatika (DInkominfo) gelar sosialisasi pencegahan peredaran rokok ilegal di Desa Ploso Kediren Kecamatan Randublatung. Masyarakat yang hadir tampak antusias mulai dari warga, pemdes dan karang taruna.

 

Kepala Dinkominfo Blora Pratikto Nugroho, mengajak pemuda karang taruna dan warga desa serta perangkat desa Ploso Kediren Kecamatan Randublatung supaya membeli produk tembakau (rokok) yang bercukai resmi dari pemerintah.

 

“Saya mengajak semuanya, warga masyarakat di Desa Ploso Kediren membayar pajak untuk pembangunan daerah, membeli rokok yang bercukai resmi dari pemerintah, juga salah satu tertib membayar pajak,” jelasnya saat membuka sosialisasi ketentuan di Bidang Cukai Tembakau (DBH-CHT) 2022 di Balai Desa Ploso Kediren, Kemarin (2/8).

Baca Juga :  Alumni Banyak Terserap, Kerap Juarai Event Internasional

 

Pihaknya menghimbau, jangan membeli rokok yang tidak resmi atau ilegal. Sebab dapat merugikan negara. Banyak resiko yang didapat jika membeli rokok ilegal.

 

“Ada resiko ketika menggunakan rokok yang tidak bercukai, salah satu pemanfaatan cukai yakni bisa bertemu disini,” tambahnya.

 

Sosialisasi Ketentuan Bidang Cukai Tembakau (DBH CHT) Tahun 2022 diselenggarakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Infomatika Kabupaten (Dinkominfo) Kabupaten Blora.

 

Di hadapan 50 orang peserta, Budi Santoso, selaku narasumber dari KPPBC Tipe Madya Kudus mengawali paparannya dengan menyampaikan bahwa pihaknya mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Kementerian Keuangan di bidang kepabeanan dan cukai.

 

Baca Juga :  Ipan: “Terimakasih Pak Tentara Atas Snacknya”

Dijelaskannya, jenis barang kena cukai berdasarkan Undang-Undang Cukai Nomor 39 Tahun 2007 Pasal 4 Ayat 1, yakni etil alkohol, minuman mengandung etil alkohol dan hasil tembakau. Barang tertentu tersebut mempunyai sifat dan karakteristik.

 

“Sehingga konsumsinya perlu dikendalikan. Peredarannya perlu diawasi, pemakainnya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan kesinambungan,” paparnya.

 

Sedangkan yang termasuk ciri-ciri rokok ilegal, yakni rokok polos, diancam pidana penjara 1 tahun sampai denga 5 tahun dan/atau denda 2x sampai dengan 10x nilai cukai (Pasal 54 UU Cukai).

 

“Kemudian rokok dengan pita cukai palsu. Ini bisa dipidana penjara 1 tahun sampai dengan 8 tahun dan/atau denda 10x sampai dengan 20x nilai cukai (Pasal 55 huruf a,b,c UU Cukai),” jelasnya. (luk)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/