alexametrics
22.6 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Kehilangan Ortu Karena Covid, Anak-Anak Butuh Pendampingan Psikologis

Radar Bojonegoro – ‘’Di kampung kami ada dua anak (dua keluarga) ditinggalkan ayahnya karena Covid-19,’’ tutur Kepala Desa Kauman, Kecamatan Kota, Yulia Purwaningtyasari kemarin (3/8). Dua anak tersebut rumahnya berada di RT 10. Usia anak tersebut sekitar 10 sampai 11 tahun. Masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). ”Kemungkinan antara kelas lima dan enam SD,“ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Yulia menambahkan, ada juga tiga anak (dalam satu keluarga) ditinggal ayahnya karena Covid-19. Salah satu anaknya itu masih balita. Dan dua kakaknya masih duduk di bangku SD dan SMP. Namun, e-KTP belum pindah ke Desa Kauman. “KTP masih ikut KTP Baureno,” jelasnya.

Yulia menjelaskan, pihak desa belum mempunyai data secara lengkap, karena saat ini pemdes masih melakukan pendataan anak yang ditinggal orang tua karena Covid-19. Tentu, dengan pendataan tersebut anak-anak nantinya akan dimudahkan menerima bantuan dari pemerintah.

“Harapannya akan mendapatkan bantuan dari kabupaten, dengan bantuan misalkan beasiswa atau dimasukkan santunan anak yatim,” tuturnya. Sementara itu, jumlah anak di bawah 18 tahun yang kehilangan orang tua (ortu) akibat meninggal karena Covid-19 masih akan didata.

Dinas Pemberdayaan Perempuan,Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Bojonegoro diminta oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melaporkan data tersebut paling lambat hari ini (4/8). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas P3AKB Bojonegoro Ninik Susmiati mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan.

Baca Juga :  Pelatihan Menulis PEM Akamigas Cepu, Tingkatkan Minat Baca dan Tulis

Ia belum bisa memastikan mampu merampungkan rekapitulasi data anak yang kehilangan ortu karena Covid-19 maksimal hari ini. “Kami masih mengusahakan mengumpulkan data tersebut. Karena saya juga baru aktif jadi Plt (pelaksana tugas) dua hari ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin.

Nantinya, proses pengumpulan data diambil tiap kecamatan. Berdasar surat dari Pemprov Jatim, data diminta diharapkan sudah dipilah sesuai usia, yakni 0-5 tahun dan 6-18 tahun. Tetapi, beberapa wilayah kabupaten lain ada juga mengklasifikasikan berdasar usia sekolah, yaitu 0-5 tahun, 6-12 tahun, 13-15 tahun, dan 16-18 tahun.

Perlu diketahui, DP3AK Jawa Timur mendata sekitar 5.082 anak usia 0-18 tahun kehilangan ortu karena Covid-19. “Fokusnya memang kepada anak-anak di bawah umur yang ditinggalkan ortu. Baik yatim, piatu, maupun yatim piatu. Semoga dengan hadirnya pemerintah ini bisa membantu mereka,” imbuh Ninik.

Pemprov Jatim, selanjutnya akan menindaklanjuti data tersebut. Rencananya akan ada pendampingan psikologi anak, peningkatan kapasitas anak, pemberian hak administrasi kependudukan, serta peningkatakan cakupan vaksinasi anak usia di atas 12 tahun.

Baca Juga :  Dua Kios Pasar Pon Terbakar

“Setelah data terkumpul, tentu segera kami laporkan ke Pemprov Jatim dan laporan ke ibu bupati. Karena kami juga belum tahu apakah nanti semuanya diakomodasi oleh provinsi atau tidak. Kami juga menunggu arahan dari ibu bupati,” bebernya.

Camat Bojonegoro Muchlisin Andi Irawan mengatakan, belum menerima informasi dari dinas P3AKB terkait pengumpulan data anak kehilangan ortu karena Covid-19. Tetapi, apabila memang dibutuhkan, pihaknya akan segera melakukan rekapitulasi data tersebut.

Menurut sepengetahuannya, ada anak ditinggalkan orang tuanya di Kecamatan Bojonegoro Kota. Tetapi sepertinya bukan anak di bawah umur, semuanya sudah dewasa. “Saya terima informasi, ada satu anak masih pendidikan kuliah di Kelurahan Banjarejo. Sebelumnya sudah ditinggal bapaknya, lalu beberapa ibunya single parent meninggal karena Covid-19,” tuturnya.

Kepala Desa (Kades) Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota Budi Suprayitno mengatakan, belum ada laporan anak kehilangan ortu karena Covid-19. Sejauh ini, sepengetahuannya, mungkin hanya ditinggalkan salah satu ortu saja, belum ada yang kehilangan kedua ortu sekaligus karena Covid-19. “Belum ada yang ditinggalkan kedua ortu sekaligus di kawasan Sukorejo,” bebernya. (luk)

Radar Bojonegoro – ‘’Di kampung kami ada dua anak (dua keluarga) ditinggalkan ayahnya karena Covid-19,’’ tutur Kepala Desa Kauman, Kecamatan Kota, Yulia Purwaningtyasari kemarin (3/8). Dua anak tersebut rumahnya berada di RT 10. Usia anak tersebut sekitar 10 sampai 11 tahun. Masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). ”Kemungkinan antara kelas lima dan enam SD,“ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Yulia menambahkan, ada juga tiga anak (dalam satu keluarga) ditinggal ayahnya karena Covid-19. Salah satu anaknya itu masih balita. Dan dua kakaknya masih duduk di bangku SD dan SMP. Namun, e-KTP belum pindah ke Desa Kauman. “KTP masih ikut KTP Baureno,” jelasnya.

Yulia menjelaskan, pihak desa belum mempunyai data secara lengkap, karena saat ini pemdes masih melakukan pendataan anak yang ditinggal orang tua karena Covid-19. Tentu, dengan pendataan tersebut anak-anak nantinya akan dimudahkan menerima bantuan dari pemerintah.

“Harapannya akan mendapatkan bantuan dari kabupaten, dengan bantuan misalkan beasiswa atau dimasukkan santunan anak yatim,” tuturnya. Sementara itu, jumlah anak di bawah 18 tahun yang kehilangan orang tua (ortu) akibat meninggal karena Covid-19 masih akan didata.

Dinas Pemberdayaan Perempuan,Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Bojonegoro diminta oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melaporkan data tersebut paling lambat hari ini (4/8). Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas P3AKB Bojonegoro Ninik Susmiati mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan.

Baca Juga :  KMU Eye Hospital, Rumah Sakit Mata Pertama di Kabupaten Lamongan

Ia belum bisa memastikan mampu merampungkan rekapitulasi data anak yang kehilangan ortu karena Covid-19 maksimal hari ini. “Kami masih mengusahakan mengumpulkan data tersebut. Karena saya juga baru aktif jadi Plt (pelaksana tugas) dua hari ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin.

Nantinya, proses pengumpulan data diambil tiap kecamatan. Berdasar surat dari Pemprov Jatim, data diminta diharapkan sudah dipilah sesuai usia, yakni 0-5 tahun dan 6-18 tahun. Tetapi, beberapa wilayah kabupaten lain ada juga mengklasifikasikan berdasar usia sekolah, yaitu 0-5 tahun, 6-12 tahun, 13-15 tahun, dan 16-18 tahun.

Perlu diketahui, DP3AK Jawa Timur mendata sekitar 5.082 anak usia 0-18 tahun kehilangan ortu karena Covid-19. “Fokusnya memang kepada anak-anak di bawah umur yang ditinggalkan ortu. Baik yatim, piatu, maupun yatim piatu. Semoga dengan hadirnya pemerintah ini bisa membantu mereka,” imbuh Ninik.

Pemprov Jatim, selanjutnya akan menindaklanjuti data tersebut. Rencananya akan ada pendampingan psikologi anak, peningkatan kapasitas anak, pemberian hak administrasi kependudukan, serta peningkatakan cakupan vaksinasi anak usia di atas 12 tahun.

Baca Juga :  BPNT Dikelola BUMDes, Perlu Ubah Regulasi

“Setelah data terkumpul, tentu segera kami laporkan ke Pemprov Jatim dan laporan ke ibu bupati. Karena kami juga belum tahu apakah nanti semuanya diakomodasi oleh provinsi atau tidak. Kami juga menunggu arahan dari ibu bupati,” bebernya.

Camat Bojonegoro Muchlisin Andi Irawan mengatakan, belum menerima informasi dari dinas P3AKB terkait pengumpulan data anak kehilangan ortu karena Covid-19. Tetapi, apabila memang dibutuhkan, pihaknya akan segera melakukan rekapitulasi data tersebut.

Menurut sepengetahuannya, ada anak ditinggalkan orang tuanya di Kecamatan Bojonegoro Kota. Tetapi sepertinya bukan anak di bawah umur, semuanya sudah dewasa. “Saya terima informasi, ada satu anak masih pendidikan kuliah di Kelurahan Banjarejo. Sebelumnya sudah ditinggal bapaknya, lalu beberapa ibunya single parent meninggal karena Covid-19,” tuturnya.

Kepala Desa (Kades) Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota Budi Suprayitno mengatakan, belum ada laporan anak kehilangan ortu karena Covid-19. Sejauh ini, sepengetahuannya, mungkin hanya ditinggalkan salah satu ortu saja, belum ada yang kehilangan kedua ortu sekaligus karena Covid-19. “Belum ada yang ditinggalkan kedua ortu sekaligus di kawasan Sukorejo,” bebernya. (luk)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/