alexametrics
26.5 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Syamsul Hadi Gugat Praperadilan Kejari

BOJONEGORO – Inspektur Bojonegoro (nonaktif) Syamsul Hadi yang mendekam di tahanan mulai “melawan” tindakan kejaksaan negeri (kejari) setempat. Tersangka dugaan korupsi dana auditor internal Inspektorat Bojonegoro 2015-2017 itu menggugat praperadilan kejari.

Berdasar data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, Syamsul Hadi mengajukan praperadilan 20 Juni lalu. Rencananya, besok (5/7) sidang pertama praperadilan.

Humas PN Bojonegoro Isdaryanto membenarkan, sidang praperadilan yang diajukan Syamsul Hadi dilaksanakan besok. Klasifikasi perkara yang diinginkan pemohon ialah sah atau tidak penahanannya sebagai tersangka dugaan korupsi senilai Rp 1,7 miliar tersebut.

“Selama tiga tahun terakhir, persidangan praperadilan tergolong jarang terjadi di PN Bojonegoro. Nanti saya yang ditunjuk sebagai hakim tunggal dalam sidang tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  Kemarau, BPBD Siapkan 902 Tangki Air

Isdaryanto menjelaskan praperadilan bisa ditempuh untuk menguji proses pidana yang telah dijalani tersangka. Hal tersebut juga merupakan hak tersangka. Gugatan praperadilan itu diajukan atas nama pribadi tersangka. 

Pun sidang praperadilan tersebut akan dilaksanakan secara maraton setiap hari. “Selama tujuh hari harus sudah diputus,” ujar dia.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Achmad Fauzan mengatakan, tidak ada masalah dengan gugatan praperadilan tersebut. Sebab, pihaknya merasa semua proses peradilan sudah dijalankan sesuai dengan aturan. 

Pihaknya pun sudah siap menunjukkan barang bukti saat persidangan. “Kami tidak ada masalah, itu haknya dia. Kami siap membuktikan di persidangan,” tegasnya.

Apalagi, prosesnya sekarang berkas berita acara pemeriksaan (BAP) Syamsul Hadi sudah dilimpahkan ke PN Surabaya pekan lalu. Pun jadwal sidang pertama sudah ditentukan, Kamis (11/7) mendatang. 

Baca Juga :  Universitas Muhammadiyah Lamongan Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

“Alurnya kami ikuti saja, toh jadwal sidang sudah ada. Statusnya juga sudah menjadi terdakwa” tuturnya.

Sementara itu, pengacara Syamsul Hadi, Bayu Wibisono mengaku tahu apabila kliennya mengajukan gugatan praperadilan di PN Bojonegoro. Namun, saat dikonfirmasi kemarin (3/7), dia belum menerima konfirmasi dari kliennya tersebut. Karena, sepengetahuannya gugatan praperadilan itu atas kehendaknya sendiri. 

“Jadi, saya juga belum tahu apakah diminta mendampingi saat praperadilan atau tidak, karena belum ada konfirmasi dari klien hingga sekarang,” jawabnya.

BOJONEGORO – Inspektur Bojonegoro (nonaktif) Syamsul Hadi yang mendekam di tahanan mulai “melawan” tindakan kejaksaan negeri (kejari) setempat. Tersangka dugaan korupsi dana auditor internal Inspektorat Bojonegoro 2015-2017 itu menggugat praperadilan kejari.

Berdasar data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, Syamsul Hadi mengajukan praperadilan 20 Juni lalu. Rencananya, besok (5/7) sidang pertama praperadilan.

Humas PN Bojonegoro Isdaryanto membenarkan, sidang praperadilan yang diajukan Syamsul Hadi dilaksanakan besok. Klasifikasi perkara yang diinginkan pemohon ialah sah atau tidak penahanannya sebagai tersangka dugaan korupsi senilai Rp 1,7 miliar tersebut.

“Selama tiga tahun terakhir, persidangan praperadilan tergolong jarang terjadi di PN Bojonegoro. Nanti saya yang ditunjuk sebagai hakim tunggal dalam sidang tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  Pemerkosa Ancam Sebar Foto Dituntut 8 Tahun

Isdaryanto menjelaskan praperadilan bisa ditempuh untuk menguji proses pidana yang telah dijalani tersangka. Hal tersebut juga merupakan hak tersangka. Gugatan praperadilan itu diajukan atas nama pribadi tersangka. 

Pun sidang praperadilan tersebut akan dilaksanakan secara maraton setiap hari. “Selama tujuh hari harus sudah diputus,” ujar dia.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Achmad Fauzan mengatakan, tidak ada masalah dengan gugatan praperadilan tersebut. Sebab, pihaknya merasa semua proses peradilan sudah dijalankan sesuai dengan aturan. 

Pihaknya pun sudah siap menunjukkan barang bukti saat persidangan. “Kami tidak ada masalah, itu haknya dia. Kami siap membuktikan di persidangan,” tegasnya.

Apalagi, prosesnya sekarang berkas berita acara pemeriksaan (BAP) Syamsul Hadi sudah dilimpahkan ke PN Surabaya pekan lalu. Pun jadwal sidang pertama sudah ditentukan, Kamis (11/7) mendatang. 

Baca Juga :  Ningbo Anbang yang Mengguncang 

“Alurnya kami ikuti saja, toh jadwal sidang sudah ada. Statusnya juga sudah menjadi terdakwa” tuturnya.

Sementara itu, pengacara Syamsul Hadi, Bayu Wibisono mengaku tahu apabila kliennya mengajukan gugatan praperadilan di PN Bojonegoro. Namun, saat dikonfirmasi kemarin (3/7), dia belum menerima konfirmasi dari kliennya tersebut. Karena, sepengetahuannya gugatan praperadilan itu atas kehendaknya sendiri. 

“Jadi, saya juga belum tahu apakah diminta mendampingi saat praperadilan atau tidak, karena belum ada konfirmasi dari klien hingga sekarang,” jawabnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/