alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Pagu PPDB SMAN dan SMKN Tidak Terpenuhi

Radar Bojonegoro – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMAN dan SMKN telah berakhir Rabu (2/6) . Namun, masih menyisakan 1.911 kursi kosong. Karena, hanya sembilan SMAN dan dua SMKN yang pagunya terpenuhi. Berdasar data PPDB SMAN dan SMKN Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro dan Tuban, dari total pagu SMAN dan SMKN 11.874 siswa hanya terisi 9.963 siswa.

Terdiri dari 4.457 siswa SMAN dan 5.506 siswa SMKN. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMKN se-Bojonegoro Suyono menjelaskan, banyak SMKN dan SMAN yang kekurangan siswa, atau pagu PPDB tak terpenuhi.

“Untuk rinciannya kekurangan pagu, datanya ada pada panitia PPDB cabdisdik. Karena yang diumumkan hanya kekurangan pagu keseluruhan dari masingmasing sekolah. Bukan per jurusan,” katanya.

Baca Juga :  Tunggu Hasil Sampel Ayam

Suyono menjelaskan, pagu yang tidak terpenuhi akan dibiarkan kosong. Sehingga diperkirakan terdapat rombongan belajar (rombel) yang tidak mencapai 30 siswa. “Bisa jadi ada rombel yang di bawah 30 di sekolah tertentu,” jelasnya.

Kepala SMKN 4 Bojonegoro itu menerangkan, dengan tidak terpenuhinya pagu pada PPDB 2021, kemungkinan ada evaluasi rombel dan pagu untuk PPDB tahun depan. “Untuk sekolah saya, kurang 48 siswa untuk dua jurusan,” terangnya.

Terkait penyebab tidak terpenuhinya pagu SMKN dan SMAN, menurut Suyono dikarenakan pendaftar fokus memilih satu sekolah tertentu yang menurut mereka favorit. Akibat masih adanya SMKN dan SMAN yang dianggap unggulan. Sedangkan jika fokus pada SMKN, banyak pendaftar memilih pada program keahlian tertentu, sehingga terjadi perebutan.

Baca Juga :  Fadeli: Dana Desa Pengungkit Pengentasan Kemiskinan

Contohnya jurusan teknik kendaraan ringan otomotif (TKRO), teknik komputer jaringan (TKJ), multimedia, dan rekayasa perangkat lunak (RPL). “Mereka memilih hanya yang familiar mereka dengar,” ujarnya Akibarnya pendaftar mengabaikan program keahlian lain. Padahal peluang diterima lebih besar. Sehingga perlu sosialiasi untuk mengenalkan jurusan yang belum banyak diketahui pendaftar.

Sementara itu, Kepala Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno akan berkoordinasi dengan Disdik Jatim terkiat pagu yang tidak terpenuhi. Untuk menentukan langkah selanjutnya. “Menunggu instruksi dari dinas provinsi,” terangnya. (irv)

Radar Bojonegoro – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMAN dan SMKN telah berakhir Rabu (2/6) . Namun, masih menyisakan 1.911 kursi kosong. Karena, hanya sembilan SMAN dan dua SMKN yang pagunya terpenuhi. Berdasar data PPDB SMAN dan SMKN Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro dan Tuban, dari total pagu SMAN dan SMKN 11.874 siswa hanya terisi 9.963 siswa.

Terdiri dari 4.457 siswa SMAN dan 5.506 siswa SMKN. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMKN se-Bojonegoro Suyono menjelaskan, banyak SMKN dan SMAN yang kekurangan siswa, atau pagu PPDB tak terpenuhi.

“Untuk rinciannya kekurangan pagu, datanya ada pada panitia PPDB cabdisdik. Karena yang diumumkan hanya kekurangan pagu keseluruhan dari masingmasing sekolah. Bukan per jurusan,” katanya.

Baca Juga :  Tiga Hari, Dua Bangunan Terbakar

Suyono menjelaskan, pagu yang tidak terpenuhi akan dibiarkan kosong. Sehingga diperkirakan terdapat rombongan belajar (rombel) yang tidak mencapai 30 siswa. “Bisa jadi ada rombel yang di bawah 30 di sekolah tertentu,” jelasnya.

Kepala SMKN 4 Bojonegoro itu menerangkan, dengan tidak terpenuhinya pagu pada PPDB 2021, kemungkinan ada evaluasi rombel dan pagu untuk PPDB tahun depan. “Untuk sekolah saya, kurang 48 siswa untuk dua jurusan,” terangnya.

Terkait penyebab tidak terpenuhinya pagu SMKN dan SMAN, menurut Suyono dikarenakan pendaftar fokus memilih satu sekolah tertentu yang menurut mereka favorit. Akibat masih adanya SMKN dan SMAN yang dianggap unggulan. Sedangkan jika fokus pada SMKN, banyak pendaftar memilih pada program keahlian tertentu, sehingga terjadi perebutan.

Baca Juga :  Lawan Razia Prokes, Pria Asal Tuban Dipenjara Lima Bulan

Contohnya jurusan teknik kendaraan ringan otomotif (TKRO), teknik komputer jaringan (TKJ), multimedia, dan rekayasa perangkat lunak (RPL). “Mereka memilih hanya yang familiar mereka dengar,” ujarnya Akibarnya pendaftar mengabaikan program keahlian lain. Padahal peluang diterima lebih besar. Sehingga perlu sosialiasi untuk mengenalkan jurusan yang belum banyak diketahui pendaftar.

Sementara itu, Kepala Cabdisdik Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno akan berkoordinasi dengan Disdik Jatim terkiat pagu yang tidak terpenuhi. Untuk menentukan langkah selanjutnya. “Menunggu instruksi dari dinas provinsi,” terangnya. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/