alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Home Care Service, Pelayanan Cepat untuk Masyarakat Lamongan

Radar Lamongan – Pemkab Lamongan terus melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dinas Kesehatan beserta stakeholder terkait, meluncurkan program Home Care Service.

Pencanangan dilakukan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Desa Jatidrojog, Kecamatan Kedungpring kemarin (3/6). Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini mengatakan, program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Lamongan.

Program itu akan menyasar semua keluarga. Mereka didata dan diinventarisasi kemudian dikelompokkan. Seperti keluarga rawan, keluarga rentan, yang mempunyai resiko tinggi terhadap munculnya masalah kesehatan.

“Home Care Service ini adalah layanan kesehatan berkesinambungan dan komprehensif, yang diberikan kepada individu, keluarga di tempat tinggal mereka. Yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan, memulihkan kesehatan, kemandirian dan meminimalisasi kecacatan akibat penyakit,” ujar Pak Yes.

Bupati mengaku bahwa program ini masih perlu dikembangkan dan disempurnakan lagi. Salah satunya, masalah sarana prasarana dan tenaga kesehatan. Setelah program ini dinyatakan berjalan, maka semua tenaga kesehatan yang kompeten juga harus siap.

Baca Juga :  Tertibkan Lintasan Gelap

Saat ini, Pemkab Lamongan sudah menggandeng Fakultas Vokasi Unair Prodi Keperawatan sebagai tenaga kesehatan yang mendukung program tersebut. “Kita membutuhkan tenaga kesehatan yang kompeten. Bukan hanya membantu orang sakit menjadi sembuh, tapi membantu mencegah timbulnya penyakit bagi mereka yang sudah sehat. Sehingga kita bekerjasama dengan tim yang dinilai kompeten di bidangnya. Terlebih mereka juga stay di sini (Lamongan) karena kampusnya juga di sini,” jelas Bupati Yes.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr Taufik Hidayat menjelaskan, hasil survei jumlah keluarga rawan yang ada di Kabupaten Lamongan sebanyak 191.899 kepala keluarga (KK). Sebagian besar dari mereka sudah dilakukan intervensi di bidang kesehatan. Keluarga yang terdapat permasalahan sosial ekonomi, nantinya diintervensi secara paripurna bersama instansi terkait sesuai kebutuhannya melalui program Home Care Service.

Baca Juga :  Belajar dari Perspektif Potret Kemajuan Malaysia

“Dari jumlah keluarga rawan tersebut, terdapat keluarga rawan dengan permasalahan sosial ekonomi sebesar 469 KK dengan rata-rata setiap puskesmas terdapat jumlah keluarga 15 KK,” jelas dr Taufik Hidayat.

Taufik mengatakan, indeks kesehatan di Kabupaten Lamongan naik setiap tahunnya. Mulai 0,801 pada tahun 2018, kemudian 0,804 (2019) dan 0,806 (2020). Hal tersebut didukung peningkatan layanan dan fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Lamongan. Salah satunya, pengadaan  mobil sehat sebanyak 432 unit. Nantinya, mobil sehat ditambah sesuai jumlah desa, yakni 474 unit.

Radar Lamongan – Pemkab Lamongan terus melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dinas Kesehatan beserta stakeholder terkait, meluncurkan program Home Care Service.

Pencanangan dilakukan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi di Desa Jatidrojog, Kecamatan Kedungpring kemarin (3/6). Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini mengatakan, program tersebut bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Lamongan.

Program itu akan menyasar semua keluarga. Mereka didata dan diinventarisasi kemudian dikelompokkan. Seperti keluarga rawan, keluarga rentan, yang mempunyai resiko tinggi terhadap munculnya masalah kesehatan.

“Home Care Service ini adalah layanan kesehatan berkesinambungan dan komprehensif, yang diberikan kepada individu, keluarga di tempat tinggal mereka. Yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan, memulihkan kesehatan, kemandirian dan meminimalisasi kecacatan akibat penyakit,” ujar Pak Yes.

Bupati mengaku bahwa program ini masih perlu dikembangkan dan disempurnakan lagi. Salah satunya, masalah sarana prasarana dan tenaga kesehatan. Setelah program ini dinyatakan berjalan, maka semua tenaga kesehatan yang kompeten juga harus siap.

Baca Juga :  SMK TJP Tuban Bebaskan Biaya Pendidikan Atlet Berprestasi Porprov

Saat ini, Pemkab Lamongan sudah menggandeng Fakultas Vokasi Unair Prodi Keperawatan sebagai tenaga kesehatan yang mendukung program tersebut. “Kita membutuhkan tenaga kesehatan yang kompeten. Bukan hanya membantu orang sakit menjadi sembuh, tapi membantu mencegah timbulnya penyakit bagi mereka yang sudah sehat. Sehingga kita bekerjasama dengan tim yang dinilai kompeten di bidangnya. Terlebih mereka juga stay di sini (Lamongan) karena kampusnya juga di sini,” jelas Bupati Yes.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr Taufik Hidayat menjelaskan, hasil survei jumlah keluarga rawan yang ada di Kabupaten Lamongan sebanyak 191.899 kepala keluarga (KK). Sebagian besar dari mereka sudah dilakukan intervensi di bidang kesehatan. Keluarga yang terdapat permasalahan sosial ekonomi, nantinya diintervensi secara paripurna bersama instansi terkait sesuai kebutuhannya melalui program Home Care Service.

Baca Juga :  Biar Tidak Dangkal, Kali Depan Kuro Dikeruk

“Dari jumlah keluarga rawan tersebut, terdapat keluarga rawan dengan permasalahan sosial ekonomi sebesar 469 KK dengan rata-rata setiap puskesmas terdapat jumlah keluarga 15 KK,” jelas dr Taufik Hidayat.

Taufik mengatakan, indeks kesehatan di Kabupaten Lamongan naik setiap tahunnya. Mulai 0,801 pada tahun 2018, kemudian 0,804 (2019) dan 0,806 (2020). Hal tersebut didukung peningkatan layanan dan fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Lamongan. Salah satunya, pengadaan  mobil sehat sebanyak 432 unit. Nantinya, mobil sehat ditambah sesuai jumlah desa, yakni 474 unit.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/