alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Hati Hati, Wilayah Timur Rawan Kecelakaan

BOJONEGORO – Titik black spot dan jalur rawan kecelakaan paling banyak di wilayah timur Kabupaten Bojonegoro. Tahun ini, hanya ada satu titik black spot berada di jalur Bojonegoro-Babat, tepatnya Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo.

Berbeda dengan tahun lalu, ada dua titik black spot di Jalan Bojonegoro-Cepu tepatnya pada KM 22-23 Desa Sudu, Kecamatan Gayam, dan Jalan Bojonegoro-Babat tepatnya pada KM 23-24 Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno.

Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Mukari mengatakan, jalur black spot saat arus mudik dan balik Lebaran tahun 2018 ini tidak mengalami perubahan. Di jalur KM 19-20 itu, selama 2017 kecelakaan lalu lintas sebanyak 21 kejadian. Sedangkan pada Januari-Mei 2018, ada 7 kejadian. “Pada 2017, korban meninggal dunia sebanyak 3 orang, luka berat 1 orang, dan korban luka ringan 33 orang, sedangkan selama 2018 sebanyak 4 orang meninggal, 2 luka berat, 1 luka ringan,” ujarnya.

Baca Juga :  Wanita ini Tewas setelah Menyantap Ikan BeracunĀ 

Sementara, kejadian kecelakaan lalu lintas terbanyak kedua di Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno, dan ketiga di Jalan Raya turut Desa/Kecamatan Baureno. Di Desa Gunungsari kecelakaan lalu lintas terjadi sebanyak 15 peristiwa dengan korban meninggal dunia dan luka berat 3 orang, serta korban luka ringan sebanyak 23 orang. “Sedangkan Desa/Kecamatan Baureno, dengan kasus sebanyak 13 kejadian dan korban meninggal dunia 3 orang, serta luka ringan 23 orang,” jelasnya.

Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto Budi, mengimbau kepada para calon pemudik agar terus waspada melintasi jalur-jalur yang telah ditandai maupun di jalur lainnya. Karena, kecelakaan yang berujung fatalitas terjadi kerap kali diawali dengan pelanggaran akibat rendahnya tertib berlalu lintas dan kualitas keselamatan. “Tertib berlalu lintas harus selalu dibudayakan,” terangnya. 

Baca Juga :  Perbaikan Saluran Pelimpas Butuh Waktu 600 Hari

BOJONEGORO – Titik black spot dan jalur rawan kecelakaan paling banyak di wilayah timur Kabupaten Bojonegoro. Tahun ini, hanya ada satu titik black spot berada di jalur Bojonegoro-Babat, tepatnya Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo.

Berbeda dengan tahun lalu, ada dua titik black spot di Jalan Bojonegoro-Cepu tepatnya pada KM 22-23 Desa Sudu, Kecamatan Gayam, dan Jalan Bojonegoro-Babat tepatnya pada KM 23-24 Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno.

Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Mukari mengatakan, jalur black spot saat arus mudik dan balik Lebaran tahun 2018 ini tidak mengalami perubahan. Di jalur KM 19-20 itu, selama 2017 kecelakaan lalu lintas sebanyak 21 kejadian. Sedangkan pada Januari-Mei 2018, ada 7 kejadian. “Pada 2017, korban meninggal dunia sebanyak 3 orang, luka berat 1 orang, dan korban luka ringan 33 orang, sedangkan selama 2018 sebanyak 4 orang meninggal, 2 luka berat, 1 luka ringan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pustaka Bengawan, Komunitas Literasi asal Kecamatan Balen

Sementara, kejadian kecelakaan lalu lintas terbanyak kedua di Desa Gunungsari, Kecamatan Baureno, dan ketiga di Jalan Raya turut Desa/Kecamatan Baureno. Di Desa Gunungsari kecelakaan lalu lintas terjadi sebanyak 15 peristiwa dengan korban meninggal dunia dan luka berat 3 orang, serta korban luka ringan sebanyak 23 orang. “Sedangkan Desa/Kecamatan Baureno, dengan kasus sebanyak 13 kejadian dan korban meninggal dunia 3 orang, serta luka ringan 23 orang,” jelasnya.

Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto Budi, mengimbau kepada para calon pemudik agar terus waspada melintasi jalur-jalur yang telah ditandai maupun di jalur lainnya. Karena, kecelakaan yang berujung fatalitas terjadi kerap kali diawali dengan pelanggaran akibat rendahnya tertib berlalu lintas dan kualitas keselamatan. “Tertib berlalu lintas harus selalu dibudayakan,” terangnya. 

Baca Juga :  Perbaikan Saluran Pelimpas Butuh Waktu 600 Hari

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/