alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Datangi Penumpang Bus dan Kereta, Ajak Tidak Mudik

Radar Bojonegoro – Mendekati periode larangan mudik Lebaran 2021 yakni 6-17 Mei, tim gabungan gencar mendatangi Terminal Rajekwesi dan Stasiun Bojonegoro. Mengajak penumpang agar tidak mudik Lebaran, karena pandemi Covid-19 belum usai.

Kasatlantas AKP Rizal Nugra Wijaya mengatakan, larangan mudik Lebaran guna mengurangi mobilitas masyarakat. Sehingga, tidak ada lagi klaster-klaster penularan Covid-19 yang baru. Upaya mematuhi larangan mudik merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami imbau masyarakat menunda dulu niatnya untuk mudik. Demi kepentingan bersama memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19,” tutur Kasatlantas. Kepala Dinkes Bojonegoro Ani Pujiningrum mengatakan, kebijakan larangan mudik Lebaran pada prinsipnya mencegah penularan Covid-19.

Tentu, berharap masyarakat jangan sampai abai, sebab pandemi belum usai. Selain itu, meski kondisi kasus Covid-19 di Bojonegoro memasuki zona kuning dan trennya terus mengalami penurunan diharapkan kondisi tersebut mampu dipertahankan agar bisa menuju ke zona hijau.

Baca Juga :  Terjadi Lonjakan Kasus DBD

Pihaknya mengimbau agar warga masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan Covid-19. “Kami ingin niat untuk mudik itu tidak dilakukan. Itu lebih penting daripada nanti sudah telanjur. Kurangi mobilitas dan tetap disiplin protokol kesehatan. Jangan mudik, sayangi diri dan keluarga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dishub Andik Sudjarwo menambahkan, bahwa tim gabungan berjaga di tiga titik penyekatan yakni Pos Padangan, Pos Margomulyo, dan Pos Gondang, tetap butuh didukung oleh peran Posko PPKM skala mikro. Sehingga, apabila nantinya ada pemudik kebetulan lolos dari pengawasan pos penyekatan, bisa segera teridentifikasi dan dilakukan skrining secara ketat.

“Upaya dari tim gabungan kabupaten tetap harus didukung tim gugus tugas di tingkat kecamatan, desa, hingga RT. Agar selama periode larangan mudik Lebaran sama-sama saling mengawasi apabila ada pemudik pulang ke Bojonegoro wajib melalui proses skrining ketat,” jelasnya.

Baca Juga :  Pelestarian Cagar Budaya Fokus Candi Pataan dan Makam Mbah Lamong

Radar Bojonegoro – Mendekati periode larangan mudik Lebaran 2021 yakni 6-17 Mei, tim gabungan gencar mendatangi Terminal Rajekwesi dan Stasiun Bojonegoro. Mengajak penumpang agar tidak mudik Lebaran, karena pandemi Covid-19 belum usai.

Kasatlantas AKP Rizal Nugra Wijaya mengatakan, larangan mudik Lebaran guna mengurangi mobilitas masyarakat. Sehingga, tidak ada lagi klaster-klaster penularan Covid-19 yang baru. Upaya mematuhi larangan mudik merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami imbau masyarakat menunda dulu niatnya untuk mudik. Demi kepentingan bersama memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19,” tutur Kasatlantas. Kepala Dinkes Bojonegoro Ani Pujiningrum mengatakan, kebijakan larangan mudik Lebaran pada prinsipnya mencegah penularan Covid-19.

Tentu, berharap masyarakat jangan sampai abai, sebab pandemi belum usai. Selain itu, meski kondisi kasus Covid-19 di Bojonegoro memasuki zona kuning dan trennya terus mengalami penurunan diharapkan kondisi tersebut mampu dipertahankan agar bisa menuju ke zona hijau.

Baca Juga :  Pasutri Terjatuh, Ditolong, HP Raib

Pihaknya mengimbau agar warga masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan Covid-19. “Kami ingin niat untuk mudik itu tidak dilakukan. Itu lebih penting daripada nanti sudah telanjur. Kurangi mobilitas dan tetap disiplin protokol kesehatan. Jangan mudik, sayangi diri dan keluarga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dishub Andik Sudjarwo menambahkan, bahwa tim gabungan berjaga di tiga titik penyekatan yakni Pos Padangan, Pos Margomulyo, dan Pos Gondang, tetap butuh didukung oleh peran Posko PPKM skala mikro. Sehingga, apabila nantinya ada pemudik kebetulan lolos dari pengawasan pos penyekatan, bisa segera teridentifikasi dan dilakukan skrining secara ketat.

“Upaya dari tim gabungan kabupaten tetap harus didukung tim gugus tugas di tingkat kecamatan, desa, hingga RT. Agar selama periode larangan mudik Lebaran sama-sama saling mengawasi apabila ada pemudik pulang ke Bojonegoro wajib melalui proses skrining ketat,” jelasnya.

Baca Juga :  Amankan Jati Ilegal, Baru Sopir yang Ditangkap

Artikel Terkait

Most Read

Tiga SMP Mendaftar Tryout CBT

Dilema Tindak Pembuang Sampah

Proyek JTB Hanya Serap 6.000 Pekerja

Artikel Terbaru


/