alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Suyoto-Setyo Hartono Gagal ke Senayan

BOJONEGORO – Para politisi harus bersiap menerima takdir. Sebab, arah politik kadang sulit ditebak. Saat ini, rekapitulasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI belum berlangsung. Sehingga, untuk perolehan partai politik (parpol) di kursi Senayan belum bisa dipastikan.

Namun, mengacu hasil rekapitulasi di KPU Kabupaten Tuban dan Bojonegoro. Jatah kursi parpol peserta pemilu di daerah pemilihan (dapil) IX itu sudah mulai terbaca.

Hasilnya, PKB berpotensi mendapat dua kursi. Keduanya wajah baru, karena petahana suaranya terbanyak ke tiga.

Sedangkan Golkar bakal dapat satu kursi. Sayang, kursi itu tidak lagi dimiliki oleh petahana. Sebab, suaranya didominasi caleg baru.

Kemudian Gerindra, Demokrat, dan PDIP, masing-masing kembali mendapat satu kursi dan diduduki oleh petahana.

Sedangkan PPP dan Nasdem yang sebelumnya gembar-gembor bakal pecah telor akhirnya gagal. Suaranya tak mencukupi.

Sedangkan nasib PAN cukup tragis. Kursi yang sebelumnya dirasakan selama satu periode harus direbut oleh partai rivalnya. Yakni PKB.

Di Bojonegoro ada dua politisi gaek yang ikut bertarung menuju kursi Senayan. Mantan Bupati Suyoto dan mantan Wakil Bupati Setyo Hartono.

Dua orang ini mengakui lawan politiknya. Sebab, mereka tak berhasil merebut kursi parlemen.

Suyoto berangkat dengan Partai Nasdem. Sedangkan, Setyo Hartono berangkat bersama PDI Perjuangan. 

Suara Nasdem dinilai belum cukup untuk merebut kursi di DPR RI, sehingga Suyoto berpotensi gagal.

Baca Juga :  Banjir Prestasi dan Apresiasi

Begitu juga untuk Setyo Hartono, karena perolehan suara parpol berlambang banteng moncong putih itu hanya berhak mendapat satu kursi, maka Abidin Fikri yang berpotensi mendapatkan jatah. Suara Abidin paling unggul dibanding caleg lain.

Suyoto, Caleg DPR RI dari Partai Nasdem mengatakan, pihaknya mengaku belum mengetahui hasil final rekapitulasi di KPU. Sebaliknya, mantan Bupati Bojonegoro dua periode itu hanya mengikuti perkembangannya.

Namun, setelah mempelajari dokumen hasil rekapitulasi di KPUK Bojonegoro dan Tuban, perolehan Partai Nasdem di dua kabupaten itu tak mengangkat untuk merebut satu kursi di Senayan.

“Kalau data terakhir yang baru saya lihat, Nasdem tidak dapat kursi,” katanya via ponsel.

Dia menambahkan, meskipun gagal merebut kursi Senayan, tapi dia menilai sebuah kehormatan dapat terlibat dapat pemilu legislatif.

Berusaha meyakinkan rakyat untuk mendapatkan panggung pengabdian politik agar dapat membantu rakyat. Rakyat telah memutuskan,  hasil KPU itulah keputusan rakyat.

“Saya ikhlas dan menerima sebagai bagian dari perjalanan politik. Jika menang mendapatkan kursi berarti berjuang. Tanpa kursi berarti harus berjuang di arena lain. Saya telah memilihnya kembali ke dunia pendidik,” bebernya.

Dalam politik, kata dia, ibarat sepak bola dia pernah menjadi pemain yang kalah, menang, menang dan kalah, lalu kalah. Semua tahapannya dia nikmati dengan ikhlas menjalaninya.

Dia mengajak kepada warga Bojonegoro dan Tuban untuk terus menjadi warga negara yang terhormat. Jika ada panggung politik dapat direbut, rebutlah. Dan, persembahkan manfaatnya buat kemajuan bersama.

Baca Juga :  Semalam, Dua Pemotor Jatuh Terperosok Jalan Berlubang

Jika tidak siap menjadi petarung, dia mengajak warga mendukung politikus lain yang siap. Apapun hasilnya itulah yang menjadi milik bersama.

“Siapapun yang terpilih itulah wakil kita semua,” imbuhnya.

Wihadi, caleg Gerindra dikonfirmasi terpisah memastikan partainya berhak mendapatkan kursi, dan sesuai hasil perolehan caleg di internal Gerindra. Pihaknya yang berhak mendapatkannya. “Gerindra satu kursi,” katanya.

SW Yuda dikonfirmasi mengaku belum mengetahui perolehan kursi Golkar di dapil IX, namun dia mengklaim mendapatkan 66.684 suara dan menang di 32 Kecamatan. Rinciannya di 28 kecamatan di Bojonegoro dan 4 kecamatan di Tuban.

“Ini untuk internal Golkar,” katanya.

Ratna Juwita Sari mengaku hasil rekapitulasi di KPU Bojonegoro dan Tuban  sudah sesuai dengan penghitungan internalnya. Sehingga, tetap optimistis bakal menduduki kursi Senayan.

“Alhamdulillah, sesuai perhitungan internal,” ujar salah satu caleg PKB itu.

Caleg Demokrat Didik Mukriyanto optimistis kembali menduduki kursinya di Senayan. Karena sesuai penghitungan di KPUK Bojonegoro dan Tuban, dia termasuk menjadi salah satu dari enam caleg DPR RI dapil IX.

“Alhamdulillah sampai dengan pleno KPUD Bojonegoro-Tuban, saya menjadi salah satu dari enam caleg DPR RI Dapil Jatim IX yang lolos ke Senayan di Pileg 2019,” tuturnya.

Sementara itu, Setyo Hartono belum bisa dikonfirmasi, beberapa kali dihubungi ponselnya terdengar nada sambung namun tak diangkat.

Begitu juga caleg lainnya yang berpotensi gagal, seperti Lukmanul Khakim dan Agus Maimun, juga belum bisa dikonfirmasi.

BOJONEGORO – Para politisi harus bersiap menerima takdir. Sebab, arah politik kadang sulit ditebak. Saat ini, rekapitulasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI belum berlangsung. Sehingga, untuk perolehan partai politik (parpol) di kursi Senayan belum bisa dipastikan.

Namun, mengacu hasil rekapitulasi di KPU Kabupaten Tuban dan Bojonegoro. Jatah kursi parpol peserta pemilu di daerah pemilihan (dapil) IX itu sudah mulai terbaca.

Hasilnya, PKB berpotensi mendapat dua kursi. Keduanya wajah baru, karena petahana suaranya terbanyak ke tiga.

Sedangkan Golkar bakal dapat satu kursi. Sayang, kursi itu tidak lagi dimiliki oleh petahana. Sebab, suaranya didominasi caleg baru.

Kemudian Gerindra, Demokrat, dan PDIP, masing-masing kembali mendapat satu kursi dan diduduki oleh petahana.

Sedangkan PPP dan Nasdem yang sebelumnya gembar-gembor bakal pecah telor akhirnya gagal. Suaranya tak mencukupi.

Sedangkan nasib PAN cukup tragis. Kursi yang sebelumnya dirasakan selama satu periode harus direbut oleh partai rivalnya. Yakni PKB.

Di Bojonegoro ada dua politisi gaek yang ikut bertarung menuju kursi Senayan. Mantan Bupati Suyoto dan mantan Wakil Bupati Setyo Hartono.

Dua orang ini mengakui lawan politiknya. Sebab, mereka tak berhasil merebut kursi parlemen.

Suyoto berangkat dengan Partai Nasdem. Sedangkan, Setyo Hartono berangkat bersama PDI Perjuangan. 

Suara Nasdem dinilai belum cukup untuk merebut kursi di DPR RI, sehingga Suyoto berpotensi gagal.

Baca Juga :  Rukini, Ibu Pemetik Senar Kehidupan, Dedikasikan Hidupnya Untuk Siter

Begitu juga untuk Setyo Hartono, karena perolehan suara parpol berlambang banteng moncong putih itu hanya berhak mendapat satu kursi, maka Abidin Fikri yang berpotensi mendapatkan jatah. Suara Abidin paling unggul dibanding caleg lain.

Suyoto, Caleg DPR RI dari Partai Nasdem mengatakan, pihaknya mengaku belum mengetahui hasil final rekapitulasi di KPU. Sebaliknya, mantan Bupati Bojonegoro dua periode itu hanya mengikuti perkembangannya.

Namun, setelah mempelajari dokumen hasil rekapitulasi di KPUK Bojonegoro dan Tuban, perolehan Partai Nasdem di dua kabupaten itu tak mengangkat untuk merebut satu kursi di Senayan.

“Kalau data terakhir yang baru saya lihat, Nasdem tidak dapat kursi,” katanya via ponsel.

Dia menambahkan, meskipun gagal merebut kursi Senayan, tapi dia menilai sebuah kehormatan dapat terlibat dapat pemilu legislatif.

Berusaha meyakinkan rakyat untuk mendapatkan panggung pengabdian politik agar dapat membantu rakyat. Rakyat telah memutuskan,  hasil KPU itulah keputusan rakyat.

“Saya ikhlas dan menerima sebagai bagian dari perjalanan politik. Jika menang mendapatkan kursi berarti berjuang. Tanpa kursi berarti harus berjuang di arena lain. Saya telah memilihnya kembali ke dunia pendidik,” bebernya.

Dalam politik, kata dia, ibarat sepak bola dia pernah menjadi pemain yang kalah, menang, menang dan kalah, lalu kalah. Semua tahapannya dia nikmati dengan ikhlas menjalaninya.

Dia mengajak kepada warga Bojonegoro dan Tuban untuk terus menjadi warga negara yang terhormat. Jika ada panggung politik dapat direbut, rebutlah. Dan, persembahkan manfaatnya buat kemajuan bersama.

Baca Juga :  400 Bebek Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Jika tidak siap menjadi petarung, dia mengajak warga mendukung politikus lain yang siap. Apapun hasilnya itulah yang menjadi milik bersama.

“Siapapun yang terpilih itulah wakil kita semua,” imbuhnya.

Wihadi, caleg Gerindra dikonfirmasi terpisah memastikan partainya berhak mendapatkan kursi, dan sesuai hasil perolehan caleg di internal Gerindra. Pihaknya yang berhak mendapatkannya. “Gerindra satu kursi,” katanya.

SW Yuda dikonfirmasi mengaku belum mengetahui perolehan kursi Golkar di dapil IX, namun dia mengklaim mendapatkan 66.684 suara dan menang di 32 Kecamatan. Rinciannya di 28 kecamatan di Bojonegoro dan 4 kecamatan di Tuban.

“Ini untuk internal Golkar,” katanya.

Ratna Juwita Sari mengaku hasil rekapitulasi di KPU Bojonegoro dan Tuban  sudah sesuai dengan penghitungan internalnya. Sehingga, tetap optimistis bakal menduduki kursi Senayan.

“Alhamdulillah, sesuai perhitungan internal,” ujar salah satu caleg PKB itu.

Caleg Demokrat Didik Mukriyanto optimistis kembali menduduki kursinya di Senayan. Karena sesuai penghitungan di KPUK Bojonegoro dan Tuban, dia termasuk menjadi salah satu dari enam caleg DPR RI dapil IX.

“Alhamdulillah sampai dengan pleno KPUD Bojonegoro-Tuban, saya menjadi salah satu dari enam caleg DPR RI Dapil Jatim IX yang lolos ke Senayan di Pileg 2019,” tuturnya.

Sementara itu, Setyo Hartono belum bisa dikonfirmasi, beberapa kali dihubungi ponselnya terdengar nada sambung namun tak diangkat.

Begitu juga caleg lainnya yang berpotensi gagal, seperti Lukmanul Khakim dan Agus Maimun, juga belum bisa dikonfirmasi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/