alexametrics
30.6 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Lagi, Caleg PAN Protes

KOTA – Rekapitulasi hasil penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Lamongan pada hari terakhir kemarin (3/5) molor. Jadwal awal rekapitulasi tujuh kecamatan, bertambah lagi tiga kecamatan. Sebab, ditemukan permasalahan rekapitulasi di Kecamatan Sambeng, Sarirejo, dan Paciran. 

‘’Hari ini (kemarin) ada 10 kecamatan. Ini tadi sudah bisa diselesaikan semuanya,’’ tutur Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lamongan, Miftakhul Badar, kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Dia menjelaskan, kendala pada Kamis malam, listrik padam. Selain itu, rekapitulasi Kecamatan Paciran ada yang protes. Kasusnya hampir sama seperti di Kecamatan Laren. Jika di Laren suara caleg nomor urut 2 Matlubur Rifa’ tertukar dengan caleg PAN nomor urut 1, Heru Purnomo, maka di Paciran kedua caleg itu merasa suaranya berkurang.

Baca Juga :  Bersihkan Pantai, Distribusikan Puluhan Tempat Sampah

Menurut Badar, PPK Paciran tak bisa menjelaskan kronologi adanya selisih suara. Sehingga diputuskan membuka C1 plano. 

‘’Suara caleg PAN nomor urut 2 terbukti berkurang dan suaranya dikembalikan. Sedangkan caleg PAN nomor urut 1 tidak terbukti,’’ tutur Badar. 

Namun permasalahan tak cukup sampai di situ. Saksi PAN juga mengajukan adanya selisih suara di Kecamatan Sekaran kemarin. Namun, PPK Sekaran mampu menjelaskan terkait penghitungan suara itu. Sehingga tidak perlu membuka C1 plano.

‘’Saya kira salah input saja. Karena C1 plano betul, bahwa caleg tersebut mendapat suara segitu,’’ ujar Badar.

Bawaslu menemukan adanya selisih suara salah satu caleg Partai Demokrat di Desa Sambangrejo, Kecamatan Modo, Lamongan kemarin sore (3/5). Divisi Sengketa Bawaslu, Ahmad Zudi, menjelaskan, pihaknya menemukan adanya selisih suara antara DA1 dan DAA ketika penghitungan suara caleg DPRD Lamongan.

Baca Juga :  Diizinkan Bertanding setelah Empat Tahun Berlatih

‘’Ada selisih 10 suara yakni menambah pada salah satu caleg Demokrat,’’ ujar Zudi.

Suara salah satu caleg Demokrat pada DAA nol, tapi pada DA1 ternyata menjadi 9 suara. Sedangkan pada caleg lainnya angka di DAA menunjukkan 51 suara, tapi pada DA1 menjadi 52. ‘’Ada rekomendasi membuka C1 plano, sehingga harus ditunda,’’ katanya.

Dewi Maslahatul Ummah, Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPUK Lamongan, membenarkan bahwa rekapitulasi Kecamatan Modo harus ditunda. Hingga tadi malam penghitungan sudah memasuki Kecamatan Sukorame. ‘’Kemungkinan dihabiskan dulu semuanya, baru menghitung adanya selisih suara di Kecamatan Modo,’’ kata Dewi.

KOTA – Rekapitulasi hasil penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Lamongan pada hari terakhir kemarin (3/5) molor. Jadwal awal rekapitulasi tujuh kecamatan, bertambah lagi tiga kecamatan. Sebab, ditemukan permasalahan rekapitulasi di Kecamatan Sambeng, Sarirejo, dan Paciran. 

‘’Hari ini (kemarin) ada 10 kecamatan. Ini tadi sudah bisa diselesaikan semuanya,’’ tutur Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lamongan, Miftakhul Badar, kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Dia menjelaskan, kendala pada Kamis malam, listrik padam. Selain itu, rekapitulasi Kecamatan Paciran ada yang protes. Kasusnya hampir sama seperti di Kecamatan Laren. Jika di Laren suara caleg nomor urut 2 Matlubur Rifa’ tertukar dengan caleg PAN nomor urut 1, Heru Purnomo, maka di Paciran kedua caleg itu merasa suaranya berkurang.

Baca Juga :  Penjualan Turun, Tetap Produksi

Menurut Badar, PPK Paciran tak bisa menjelaskan kronologi adanya selisih suara. Sehingga diputuskan membuka C1 plano. 

‘’Suara caleg PAN nomor urut 2 terbukti berkurang dan suaranya dikembalikan. Sedangkan caleg PAN nomor urut 1 tidak terbukti,’’ tutur Badar. 

Namun permasalahan tak cukup sampai di situ. Saksi PAN juga mengajukan adanya selisih suara di Kecamatan Sekaran kemarin. Namun, PPK Sekaran mampu menjelaskan terkait penghitungan suara itu. Sehingga tidak perlu membuka C1 plano.

‘’Saya kira salah input saja. Karena C1 plano betul, bahwa caleg tersebut mendapat suara segitu,’’ ujar Badar.

Bawaslu menemukan adanya selisih suara salah satu caleg Partai Demokrat di Desa Sambangrejo, Kecamatan Modo, Lamongan kemarin sore (3/5). Divisi Sengketa Bawaslu, Ahmad Zudi, menjelaskan, pihaknya menemukan adanya selisih suara antara DA1 dan DAA ketika penghitungan suara caleg DPRD Lamongan.

Baca Juga :  Fungsi Panel di RS Darurat Covid-19 Dicek

‘’Ada selisih 10 suara yakni menambah pada salah satu caleg Demokrat,’’ ujar Zudi.

Suara salah satu caleg Demokrat pada DAA nol, tapi pada DA1 ternyata menjadi 9 suara. Sedangkan pada caleg lainnya angka di DAA menunjukkan 51 suara, tapi pada DA1 menjadi 52. ‘’Ada rekomendasi membuka C1 plano, sehingga harus ditunda,’’ katanya.

Dewi Maslahatul Ummah, Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPUK Lamongan, membenarkan bahwa rekapitulasi Kecamatan Modo harus ditunda. Hingga tadi malam penghitungan sudah memasuki Kecamatan Sukorame. ‘’Kemungkinan dihabiskan dulu semuanya, baru menghitung adanya selisih suara di Kecamatan Modo,’’ kata Dewi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/