alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Sering Lupa, Satu Peserta Tak Ikuti UNBK

KOTA – Satu peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang MA di Lamongan tidak hadir sejak hari pertama. Peserta tersebut berasal dari MA Muhammadiyah 4 Brondong.

Kepala MA Muhammadiyah 4 Brondong, Mubin, mengatakan, siswanya yang tidak mengikuti UNBK itu dengan keterangan sakit. Namun, peserta tersebut tidak memiliki keinginan untuk bersekolah lagi.

Hal itu diketahuinya setelah dilakukan beberapa kali komunikasi dengan keluarga. Akhirnya, diambil keputusan siswa tersebut dikeluarkan.

Meski demikian, data masih ada di aplikasi. Apabila anak tersebut bersedia melanjutkan pendidikan, maka lembaga tetap memfasilitasi. “Dikeluarkan untuk mempermudah persyaratan administrasi jelang UNBK,” ujarnya.

Baca Juga :  Realisasi Vaksinasi Belum Optimal

Data siswa tersebut juga masih tercatat di data pokok pendidikan (dapodik). Namun, Mubin kembali menyatakan bahwa siswa tersebut tidak memiliki keinginan untuk belajar. Dia hanya mengikuti dua kali uji coba dan simulasi ujian. Setelah itu, tidak pernah hadir lagi.

Karena masalah kesehatan tersebut, lembaga meminta supaya siswa itu belajar di rumah sampai kondisinya benar-benar pulih.

Mubin menjelaskan, awal kejadiannya sekitar dua bulan lalu. Siswanya tersebut tidak bisa mengingat dengan baik. Keinginan untuk belajar juga tidak ada.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Lamongan, Abdul Ghofur, mengatakan, dua bulan lalu siswa tersebut didiagnosa sakit.  Karena itu, siswa tersebut tidak bisa mengikuti ujian sebagaimana jadwal. “Kalau memang sudah sehat, nanti kita ikutkan susulan,” ujarnya.

Baca Juga :  PMI Tak Bergejala, Boleh Isoman

Menurut dia, siswa tersebut sakit dan butuh perawatan. Sehingga tidak bisa mengikuti ujian sejak Senin lalu. Sementara data sudah masuk di nomor induk siswa nasional (NISN). Sehingga tidak bisa dihapus. Jika memungkinkan, maka akan diikutkan susulan. Menurut dia, siswa tidak bisa dipaksa mengerjakan di rumah. Jika memang kondisinya sudah fit, maka akan diikutkan susulan. Kalau belum, maka akan dilakukan alternatif lain tanpa melakukan pemaksaan.

Sementara itu, pelaksanaan UNBK hari ini (4/4) dilanjutkan kembali. Mata pelajaran yang diujikan bahasa Inggris.

KOTA – Satu peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang MA di Lamongan tidak hadir sejak hari pertama. Peserta tersebut berasal dari MA Muhammadiyah 4 Brondong.

Kepala MA Muhammadiyah 4 Brondong, Mubin, mengatakan, siswanya yang tidak mengikuti UNBK itu dengan keterangan sakit. Namun, peserta tersebut tidak memiliki keinginan untuk bersekolah lagi.

Hal itu diketahuinya setelah dilakukan beberapa kali komunikasi dengan keluarga. Akhirnya, diambil keputusan siswa tersebut dikeluarkan.

Meski demikian, data masih ada di aplikasi. Apabila anak tersebut bersedia melanjutkan pendidikan, maka lembaga tetap memfasilitasi. “Dikeluarkan untuk mempermudah persyaratan administrasi jelang UNBK,” ujarnya.

Baca Juga :  Mayoritas Pengunjung Cari Wisata Tanpa Retribusi

Data siswa tersebut juga masih tercatat di data pokok pendidikan (dapodik). Namun, Mubin kembali menyatakan bahwa siswa tersebut tidak memiliki keinginan untuk belajar. Dia hanya mengikuti dua kali uji coba dan simulasi ujian. Setelah itu, tidak pernah hadir lagi.

Karena masalah kesehatan tersebut, lembaga meminta supaya siswa itu belajar di rumah sampai kondisinya benar-benar pulih.

Mubin menjelaskan, awal kejadiannya sekitar dua bulan lalu. Siswanya tersebut tidak bisa mengingat dengan baik. Keinginan untuk belajar juga tidak ada.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Lamongan, Abdul Ghofur, mengatakan, dua bulan lalu siswa tersebut didiagnosa sakit.  Karena itu, siswa tersebut tidak bisa mengikuti ujian sebagaimana jadwal. “Kalau memang sudah sehat, nanti kita ikutkan susulan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemain Lengkap, Matangkan Taktik

Menurut dia, siswa tersebut sakit dan butuh perawatan. Sehingga tidak bisa mengikuti ujian sejak Senin lalu. Sementara data sudah masuk di nomor induk siswa nasional (NISN). Sehingga tidak bisa dihapus. Jika memungkinkan, maka akan diikutkan susulan. Menurut dia, siswa tidak bisa dipaksa mengerjakan di rumah. Jika memang kondisinya sudah fit, maka akan diikutkan susulan. Kalau belum, maka akan dilakukan alternatif lain tanpa melakukan pemaksaan.

Sementara itu, pelaksanaan UNBK hari ini (4/4) dilanjutkan kembali. Mata pelajaran yang diujikan bahasa Inggris.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/